Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

8 Barang yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Lemari Dapur Menurut Pakar

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 07 Apr 2026 13:00 WIB

Open kitchen cupboard full of plastic and glass containers inside.
Ilustrasi lemari dapur / Foto: Getty Images/AAlves
Daftar Isi

Suka menyimpan gelas atau tempat penyimpanan plastik di lemari dapur? Coba Bunda pertimbangkan kembali, mari simak deretan barang yang sebaiknya tidak disimpan di lemari dapur menurut pakar.

Hunian yang rapi dan bersih secara visual terbukti mampu membantu menurunkan tingkat stres sekaligus membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman. Hal ini juga berlaku di dapur, ruang yang sering menjadi pusat aktivitas keluarga.

Lemari dapur yang penuh sesak bukan hanya mengganggu estetika, melainkan bisa membuat kegiatan memasak terasa melelahkan. Tanpa disadari, berbagai barang dapat menumpuk dengan cepat di dalam lemari dapur.

Mulai dari peralatan yang jarang dipakai hingga wadah makanan yang sudah usang. Para pakar organisasi rumah pun mengingatkan bahwa membersihkan dan memilah isi lemari dapur menjadi langkah penting untuk menciptakan suasana yang lebih tenang dan fungsional.

Barang yang sebaiknya tidak disimpan di lemari dapur

Mengutip House Beautiful, mari simak ragam jenis barang yang sebaiknya segera disingkirkan dari lemari dapur Bunda.

1. Peralatan yang jarang digunakan

Peralatan dapur dengan fungsi spesifik seperti pemotong alpukat, pembuat omelet, hingga alat spiral sayur memang terlihat menarik saat dibeli. Namun menurut organizer profesional Laura Ellis, barang-barang ini sering kali hanya digunakan sekali lalu terlupakan.

Senada dengan itu, Teresa Dinneen menegaskan, jika alat seperti bread maker, juicer, atau waffle iron tidak digunakan selama setahun terakhir, sudah saatnya dilepas.

“Peralatan yang tidak terpakai hanya memakan ruang dan menciptakan kekacauan visual yang membuat aktivitas memasak terasa membebani,” ujarnya.

2. Piring dan gelas tidak matching

Punya peralatan makan dengan gaya berbeda memang bisa terlihat unik, namun jika terlalu beragam tanpa konsep, justru menimbulkan kesan berantakan. Dinneen menjelaskan bahwa peralatan makan yang tidak serasi dapat membuat dapur terlihat kacau meskipun dalam kondisi bersih. Ia menyarankan untuk memilih set yang senada agar dapur tampak lebih rapi dan tertata.

"Saya melihat bagaimana peralatan makan yang serasi (bahkan set yang lebih murah) langsung mengubah ruangan dan membuatnya terasa lebih terorganisir dan tertata," papar Dinneen.

3. Botol minum lama

Botol plastik yang sudah lama digunakan, terutama jika sudah berubah warna atau sulit dibersihkan, sebaiknya segera dibuang. Menurut Laura Cattano, botol seperti ini berpotensi menjadi sarang bakteri.

Cattano menyarankan beralih ke botol berbahan kaca atau logam untuk mengurangi paparan mikroplastik sekaligus menjaga kesehatan.

4. Tutup wadah tanpa pasangan atau kontainer kusam

Tumpukan wadah makanan sering kali menjadi sumber kekacauan di lemari dapur, terutama jika tutup dan wadahnya tidak lagi cocok.

Ellis menekankan bahwa tutup tanpa pasangan sebaiknya dibuang. Selain itu, wadah yang sudah berubah bentuk atau bernoda juga tidak layak digunakan karena bisa berbahaya dan tidak lagi kedap udara.

5. Aksesori peralatan yang tidak digunakan

Banyak orang menyimpan berbagai aksesori tambahan dari peralatan dapur, seperti mixer atau food processor, meski tidak pernah digunakan. Cattano menyebutkan bahwa aksesori yang besar, sulit digunakan, atau justru menyulitkan proses memasak sebaiknya disingkirkan.

“Jujurlah pada diri sendiri, jika tidak pernah dipakai, tidak perlu disimpan,” katanya.

6. Mug yang tidak pernah dipakai

Mug sering kali memiliki nilai sentimental, seperti hadiah atau souvenir. Namun jika hanya menumpuk tanpa digunakan, sebaiknya dipertimbangkan kembali.

Ellis menyarankan untuk menyimpan hanya mug favorit yang sering digunakan. Mug lainnya bisa didonasikan atau disimpan di tempat lain jika memang memiliki nilai kenangan.

7. Sisa saus dan alat makan plastik

Bungkus saus, kecap, hingga alat makan plastik dari makanan yang dibawa pulang sering kali menumpuk tanpa disadari. Menurut Ellis, sebagian besar dari barang ini tidak akan pernah digunakan.

Selain itu, bungkus tersebut mudah bocor, lengket, dan membuat lemari menjadi kotor. Ia menyarankan untuk menolak tambahan saus jika memang tidak dibutuhkan saat memesan makanan.

"Tentu, Anda mungkin menggunakan sebagian secara teratur, tapi aman untuk membuang sisanya. Paket-paket itu kemungkinan besar akan tetap di sana tanpa digunakan, bisa bocor, menjadi lengket, dan memenuhi lemari dan laci Anda," kata Ellis.

8. Tas belanja berlebihan

Tas belanja kain atau tote bag memang berguna, namun jumlah yang terlalu banyak justru menambah kekacauan. Ellis merekomendasikan untuk memilih beberapa tas terbaik saja. Simpan dengan rapi di dalam satu tas dan meletakkannya di mobil agar mudah digunakan saat berbelanja.

Memang menata ulang lemari dapur memang membutuhkan waktu dan tenaga, namun manfaatnya sangat terasa dalam jangka panjang. Dengan menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan, dapur akan terasa lebih lapang, nyaman, dan menyenangkan untuk digunakan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda