MOM'S LIFE
5 Gejala Campak pada Orang Dewasa yang Jarang Disadari
Amira Salsabila | HaiBunda
Jumat, 10 Apr 2026 12:50 WIBCampak merupakan infeksi virus yang sangat menular dan menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk orang dewasa, dengan risiko komplikasi yang lebih serius. Karena itu, Bunda perlu mengenali gejalanya sejak dini.
Anak-anak, individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan ibu hamil mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena campak, setelah terpapar virus penyebabnya.
Pada 2021, banyak orang meninggal dunia akibat campak di seluruh dunia. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang belum divaksinasi dan berusia di bawah 5 tahun. Meski begitu, campak pada orang dewasa juga perlu diwaspadai.
Dilansir dari laman Healthline, orang dewasa bisa terkena campak, dan komplikasi lebih mungkin terjadi pada mereka yang belum menerima vaksin.
Jika berusia di atas 20 tahun dan telah melakukan kontak dengan seseorang yang menderita campak, sangat disarankan agar Bunda segera menghubungi tenaga kesehatan dan mengambil semua tindakan pencegahan agar tidak menularkan virus tersebut kepada orang lain.
Gejala campak pada orang dewasa
Dilansir dari laman Vinmec, orang dewasa masih bisa terkena campak karena sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun. Setelah terinfeksi, masa inkubasi berlangsung antara 7-21 hari (rata-rata 10 hari), setelah itu penyakit ini bermanifestasi dengan gejala-gejala tertentu.
Berikut beberapa gejala campak pada orang dewasa yang sebaiknya Bunda waspadai:
- Demam tinggi, kelelahan, kehilangan nafsu makan, sakit kepala
- Radang saluran pernapasan bagian atas (batuk kering, hidung tersumbat, dan pilek)
- Mata merah dan iritasi, berair, fotofobia, dan kelopak mata bengkak
- Di dalam rongga mulut, pada mukosa bukal (berlawanan dengan gigi geraham atas), dapat diamati bintik-bintik kecil berwarna putih/abu-abu (bintik Koplik) berdiameter 0,5-1 milimeter dengan lingkaran merah di sekitarnya
- Ruam muncul 3-4 hari setelah demam tinggi, berupa lesi merah muda yang menonjol, dimulai di belakang telinga, menyebar ke tengkuk, dahi, wajah, leher, kemudian berlanjut ke badan dan anggota tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Saat ruam menutupi seluruh tubuh, demam berangsur-angsur mereda.
Komplikasi penyakit campak
Komplikasi ringan umum dari campak dapat meliputi infeksi telinga dan diare. Para ahli menyarankan agar Bunda segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi komplikasi ini.
Sementara itu, komplikasi serius gejala campak yang memerlukan perawatan medis segera dapat meliputi:
- Radang paru-paru
- Radang otak
- Panensefalitis sklerosis subakut
- Efek terkait kehamilan
Penyebab penyakit campak
Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, campak disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Penularannya bisa terjadi sangat cepat dan mudah melalui:
- Percikan saliva, ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersih, virus bisa menyebar ke udara dan menginfeksi orang lain di sekitarnya.
- Kontak langsung dengan cairan tubuh penderitanya
- Benda yang terkontaminasi, virus campak juga bisa bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam.
Cara mencegah penularan campak
Selain vaksinasi, Bunda dapat mengurangi kemungkinan terkena campak dan timbulnya komplikasi dengan mengambil langkah-langkah berikut ini:
- Lakukan praktik kebersihan tangan yang baik. Cuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan sebelum menyentuh wajah, mulut, atau hidung.
- Jangan berbagi barang pribadi dengan orang yang mungkin terpapar virus. Ini termasuk barang-barang seperti peralatan makan, gelas minum, dan sikat gigi.
- Hindari kontak langsung dengan orang yang batuk, pilek, atau merasa tidak enak badan secara umum.
Nah, itulah beberapa gejala campak pada orang dewasa hingga pencegahan yang bisa dilakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Bunda Wajib Coba! 7 Minuman Ini Bantu Turunkan Kolesterol Setelah Lebaran
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
4 Hal yang Harus Bunda Lakukan saat Kondom 'Bocor' Ketika Bercinta
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
TERPOPULER
5 Potret Memesona Mahalini Kenakan Hijab saat Tampil di Festival Musik di Aceh
15 Soal Bangun Datar Kelas 5 dan Kunci Jawabannya
3 Resep Ngohiong Ayam hingga Udang yang Gurih, Seenak Buatan Restoran
Maudy Ayunda Umumkan Kehamilan Pertama, Intip Reaksi Bahagia Jesse Choi
Cara Mengetahui Dampak Mental Anak yang Sering Dimarahi
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Indah Permatasari Hamil Anak Kedua, Banjir Ucapan Selamat dari Para Sahabat
5 Potret Memesona Mahalini Kenakan Hijab saat Tampil di Festival Musik di Aceh
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
15 Soal Bangun Datar Kelas 5 dan Kunci Jawabannya
3 Resep Ngohiong Ayam hingga Udang yang Gurih, Seenak Buatan Restoran
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Wajah Lebih Berdimensi? Kenali 2 Contour Stick Praktis untuk Makeup Harian
-
Beautynesia
7 Hal yang Jadi Sorotan dari Unjuk Rasa Pelajar di Prancis
-
Female Daily
First Time ke Osaka? Ini 3 Destinasi yang Wajib Masuk Itinerary!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Cinta Laura Nonton Victoria's Secret Fashion Show, Sukses Bikin Terpana!
-
Mommies Daily
Biaya Masuk SD di Jawa Timur Tahun 2027/2028: Cek Kisaran Uang Pangkal dan SPP Berikut