MOM'S LIFE
Apa Itu Nutri Level, Kebijakan Pemerintah Cegah Konsumsi Gula dan Garam Berlebih
Amira Salsabila | HaiBunda
Jumat, 17 Apr 2026 12:40 WIBBunda, lonjakan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) dalam pola makan sehari-hari dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, mulai dari obesitas, hipertensi, hingga diabetes tipe 2.
Kondisi ini mendorong perlunya langkah konkret untuk membantu masyarakat memahami kandungan gizi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
Untuk itu, pemerintah menghadirkan kebijakan pelabelan gizi Nutri Level pada pangan siap saji, terutama minuman dengan pemanis yang banyak dikonsumsi.
Apa itu Nutri Level?
Kebijakan baru itu ditujukan pemerintah untuk memberikan informasi yang lebih jelas dan mudah dipahami agar masyarakat dapat menentukan pilihan konsumsi yang lebih bijak, Bunda.
Ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 yang diterbitkan pada Selasa (14/4/2026), sekaligus menjadi bagian dari upaya edukasi nasional dalam menekan angka penyakit tidak menular melalui perbaikan pola makan masyarakat.
Nutri Level adalah sistem label gizi berbentuk huruf dan warna (A-D) yang menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak dalam pangan olahan siap saji.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan ini diambil sebagai upaya edukasi untuk mencegah konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) yang berlebih sehingga menimbulkan berbagai risiko penyakit tidak menular.
“Karena itu, perlu dilakukan upaya melalui pemberian informasi dan edukasi agar masyarakat dapat lebih mudah memilih pangan siap saji yang tepat dan sehat sesuai kebutuhannya,” ujar Menkes, dikutip dari press release Kemenkes yang diterima HaiBunda, Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut, Menkes menambahkan bahwa kebijakan ini juga menjadi bagian dari amat Undang-Undang Kesehatan agar seluruh kebijakan pencegahan penyakit lintas sektor dapat berjalan selaras.
“UU Kesehatan mengamanatkan agar kebijakan lintas sektor diselaraskan. Kemenkes bertanggungjawab untuk mengatur pangan siap saji, sementara untuk pangan olahan atau produk pabrikan menjadi ranah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” jelasnya.
Pencantuman Nutri Level di minuman kemasan
Pada tahap awal, pemerintah tidak menargetkan usaha siap saji skala mikro, kecil, dan menengah seperti warteg, gerobak, dan restaurant kecil atau sederhana.
Minuman pemanis siap saji, seperti boba, teh tarik, kopi susu aren, jus, yang dibuat oleh usaha skala besar diminta untuk mencantumkan label gizi dan pesan kesehatan berupa Nutri Level yang dicantumkan pada media informasi.
Media informasi tersebut berupa pencantuman di daftar menu, kemasan eceran, brosur, spanduk, selebaran, daftar menu pada aplikasi elektronik komersial, leaflet, dan/atau bentuk media informasi lainnya.
Adapun penampakan Nutri Level yang dimaksud yang harus dicantumkan pada minuman kemasan RI. Berikut di antaranya:
- Level A berupa kombinasi huruf A dengan warga hijau tua
- Level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda
- Level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning
- Level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah
Sebagai informasi, level A memiliki kandungan GGL yang lebih rendah dibandingkan level B, level B memiliki kandungan GGL yang lebih rendah daripada level C, dan seterusnya.
Sementara itu, KMK juga merincikan terkait kriteria Nutri Level pada pangan siap saji berdasarkan kandungannya, meliputi:
Kandungan gula (per 100 ml):
- Level A: Tanpa pemanis tambahan, kurang dari 1 gram
- Level B: Sekitar 1 hingga 5 gram
- Level C: Lebih dari 5 hingga 10 gram
- Level D: Lebih dari 10 gram
Kandungan garam (per 100 ml):
- Level A: Kurang dari atau sama dengan 5 miligram (mg)
- Level B: Lebih dari 5 hingga 120 mg
- Level C: Lebih dari 120 hingga 500 mg
- Level D: Lebih dari 500 mg
Kandungan lemak (per 100 ml):
- Level A: Kurang dari atau sama dengan 0,7 gram
- Level B: Lebih dari 0,7 sampai 1,2 gram
- Level C: Lebih dari 1,2 hingga 2,8 gram
- Level D: Lebih dari 2,8 gram
Nah, itulah informasi selengkapnya terkait Nutri Level yang merupakan kebijakan baru pemerintah untuk mencegah konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kebiasaan Tidur Turunkan Risiko Stroke & Jantung
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
4 Hal yang Harus Bunda Lakukan saat Kondom 'Bocor' Ketika Bercinta
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
TERPOPULER
Ini 7 Pertanyaan yang Sering Diajukan Orang Pintar
Potret Anak Kedua Rizki DA dan Istri Hersa Rahayu yang Baru Lahir
Ikan Nila Hitam jadi Ancaman di Negara Tetangga RI, Ini Bahayanya
8 Kalimat Sederhana yang Bisa Bikin Komunikasi Orang Tua dan Anak Lebih Baik
Manfaat Merendam Kaki di Air Garam, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Lebih Relaks?
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ini 7 Pertanyaan yang Sering Diajukan Orang Pintar
Potret Anak Kedua Rizki DA dan Istri Hersa Rahayu yang Baru Lahir
Manfaat Merendam Kaki di Air Garam, Benarkah Bisa Bikin Tubuh Lebih Relaks?
Ikan Nila Hitam jadi Ancaman di Negara Tetangga RI, Ini Bahayanya
3 Cara Membuat Bumbu Pepes Tahu Spesial yang Enak dan Gurih Bikin Ketagihan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Pakai Tumbler 2 Liter? Ini 5 Cara Biar Minum Air Lebih Teratur
-
Beautynesia
3 Kalimat 'Biasa' yang Bisa Memicu Orang Bermental Lemah Tersakiti
-
Female Daily
Self-Care Makin Lengkap, EVER House Darmawangsa Hadirkan Beauty hingga Wellness dalam Satu Destinasi
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Oil Gritting, Beauty Hacks untuk Hempaskan Komedo yang Viral di TikTok
-
Mommies Daily
Mau Mulai Dating Lagi setelah Jadi Single Parent? 7 Hal Ini Sebaiknya Dipersiapkan Dulu