MOM'S LIFE
Career Lily Pad, Tren Berpindah Tempat Kerja yang Populer di Kalangan Gen Z
Arina Yulistara | HaiBunda
Rabu, 22 Apr 2026 20:40 WIBJika Bunda punya rekan kerja Gen Z, mungkin pernah mendengar tren career lily pad, di mana mereka sering berpindah kerja demi bisa sukses. Mari pahami mengenai tren career lily pad yuk, Bunda.
Generasi Z atau Gen Z mulai mengubah cara pandang terhadap kesuksesan karier dan pengaruhnya sudah terasa nyata dalam dunia kerja pada 2025. Dibandingkan menjadikan pekerjaan sebagai pusat identitas, banyak anak muda kini melihat karier hanya sebagai sarana untuk mencapai stabilitas finansial.
Fenomena ini melahirkan tren baru yang dikenal sebagai career lily pad, yaitu pola berpindah kerja secara strategis demi mengumpulkan pengalaman dan keterampilan lebih luas. Perubahan ini juga didorong oleh konsep career minimalism, di mana Gen Z tidak lagi terobsesi mengejar jabatan tinggi tanpa imbalan yang sepadan.
Laporan dari Glassdoor menyebutkan bahwa 68 persen Gen Z enggan mengambil posisi manajerial jika tidak disertai gaji lebih tinggi atau prestige yang jelas. Jadi, ambisi mereka tetap ada, namun bentuknya kini lebih selektif dan realistis.
Mengutip Forbes, berikut informasi selengkapnya mengenai tren career lily pad.
Tren career lily pad di dunia kerja
Selama puluhan tahun, kesuksesan identik dengan menaiki tangga karier secara linear, seperti loyal pada satu perusahaan, naik jabatan secara bertahap, dan membangun masa depan dari satu tempat kerja. Namun model ini mulai ditinggalkan.
Gen Z lebih memilih jalur yang fleksibel dengan berpindah lintas posisi, divisi, bahkan industri. Konsep career lily pad menggambarkan perpindahan tersebut seperti katak yang melompat dari satu daun ke daun lain.
Setiap lompatan bukan sekadar pindah kerja, melainkan langkah strategis untuk memperkaya pengalaman. Bagi Gen Z, nilai karier tidak lagi diukur dari jabatan semata, tapi dari kemampuan beradaptasi dan keberagaman keterampilan.
Respon terhadap ketidakpastian ekonomi
Bagi sebagian perusahaan, tren ini terlihat mengganggu stabilitas. Namun bagi Gen Z, langkah tersebut justru merupakan respon rasional terhadap kondisi pasar kerja dan ekonomi yang semakin tidak pasti.
Perkembangan teknologi seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan membuat banyak pekerja mempertanyakan keamanan pekerjaan mereka. Data menunjukkan sekitar 70 persen Gen Z merasa kehadiran AI memengaruhi rasa aman dalam bekerja.
Hal ini mendorong mereka mencari jalur karier yang lebih tahan terhadap disrupsi. Dengan terus berpindah dan belajar hal baru, mereka merasa lebih siap menghadapi perubahan yang cepat.
Tidak anti jabatan, tapi lebih selektif
Meski sering dianggap enggan menjadi pemimpin, faktanya Gen Z tetap memasuki posisi manajerial dengan tingkat yang hampir sama seperti generasi sebelumnya. Saat ini, sekitar 10 persen posisi manajer diisi oleh Gen Z.
Perbedaannya terletak pada cara mereka memandang jabatan tersebut. Bagi Gen Z, posisi manajerial bukan tujuan akhir, melainkan salah satu langkah dalam perjalanan karier. Mereka mengharapkan manfaat yang jelas, seperti peningkatan gaji, fleksibilitas, dan keseimbangan hidup.
Generasi side hustle
Salah satu ciri khas Gen Z adalah tingginya keterlibatan dalam side hustle atau pekerjaan sampingan. Survei dari Deloitte menunjukkan 70 persen Gen Z rutin mengembangkan keterampilan baru setiap minggu, bahkan 67 persen melakukannya di luar jam kerja.
Tak hanya itu, data dari Harris Poll mengungkapkan 57 persen Gen Z memiliki pekerjaan sampingan, angka yang lebih tinggi dibanding generasi lain. Bagi mereka, side hustle bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan bagian dari identitas profesional.
Fenomena ini juga dipengaruhi pengalaman melihat generasi sebelumnya mengalami kelelahan kerja (burnout) dan ketidakstabilan ekonomi. Untuk itu, Gen Z berusaha tidak menggantungkan diri pada satu sumber penghasilan saja.
Gaya kepemimpinan berbeda
Ketika Gen Z berada di posisi manajerial, mereka membawa pendekatan yang lebih fleksibel. Mereka cenderung meninggalkan gaya kepemimpinan kaku dan micromanagement lalu menggantinya dengan kolaborasi dan keseimbangan hidup.
Sebanyak 31 persen pekerja bahkan memperkirakan bahwa fleksibilitas jam kerja akan menjadi keuntungan utama jika dipimpin oleh Gen Z. Bagi generasi ini, work-life balance bukan lagi bonus, melainkan standar dasar dalam dunia kerja.
Strategi mengadopsi tren career lily pad
Pendekatan career lily pad sebenarnya tidak hanya relevan bagi Gen Z. Generasi lain pun mulai mengadopsinya, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan strategi ini. Apa saja langkah yang dimaksud? Simak tipsnya, Bunda.
1. Tentukan prioritas karier
Kesuksesan tidak harus selalu diukur dari gaji atau jabatan, tapi juga bisa dari kreativitas. Bagi Gen Z, kesuksesan berkarier juga bisa diukur berdasarkan dampak sosialnya atau keseimbangan hidup.
2. Mendapatkan pengalaman baru
Jadi, Gen Z tidak hanya fokus pada kesuksesan secara finansial tapi juga memiliki pengalaman baru dalam dunia kerja. Pertimbangkan perpindahan lateral yang memberikan pengalaman baru, bukan hanya promosi vertikal.
3. Meningkatkan keterampilan
Fokus pada pengembangan keterampilan di setiap pekerjaan. Jika suatu posisi sudah tidak memberikan ruang belajar, mungkin itu saatnya mencari peluang baru. Namun penting juga untuk memahami kapan harus bertahan, terutama jika peluang berkembang masih tersedia di tempat kerja saat ini.
4. Punya pekerjaan sampingan
Selain itu, membangun berbagai sumber penghasilan melalui proyek sampingan atau pekerjaan lepas juga menjadi langkah strategis. Cara ini tidak hanya meningkatkan keamanan finansial, tapi juga membuka peluang karier baru di masa depan.
Tren career lily pad memperlihatkan bahwa perubahan dalam dunia kerja bukan sekadar fenomena sementara, melainkan pergeseran mendasar. Gen Z tidak meninggalkan ambisi, tapi mendefinisikannya ulang sesuai dengan realitas zaman.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Mengenal Fenomena Job-pocalypse yang Mengancam Dunia Kerja Gen Z
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Quiet Covering, Ketika Karyawan Gen Z Menyembunyikan Jati Diri Pribadi di Tempat Kerja
6 Penyebab Gen Z Sulit Dapat Kerja
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
Potret Gemas Nastusha, Anak Chelsea Olivia & Glenn Alinskie Rayakan Ultah ke-10
6 Zodiak yang Sulit Bilang "Tidak", Sering Mengiyakan meski Jadwal Sudah Penuh
Curhat Maissy di Makam Ortu, Ucap Maaf Belum Selesaikan Spesialis Dokter saat Ibunda Tiada
Hati-hati, 3 Kebiasaan Weekend Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik
Daftar Resep Pancake Teflon 3 Bahan Sederhana Takaran Sendok Tanpa Baking Powder
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Zodiak yang Sulit Bilang "Tidak", Sering Mengiyakan meski Jadwal Sudah Penuh
Potret Gemas Nastusha, Anak Chelsea Olivia & Glenn Alinskie Rayakan Ultah ke-10
Hati-hati, 3 Kebiasaan Weekend Ini Bisa Bikin Kolesterol Naik
Curhat Maissy di Makam Ortu, Ucap Maaf Belum Selesaikan Spesialis Dokter saat Ibunda Tiada
Daftar Resep Pancake Teflon 3 Bahan Sederhana Takaran Sendok Tanpa Baking Powder
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Piring Kelihatan Bersih Belum Tentu Higienis, Ini Cara Pilih Sabun Cuci Piring yang Tepat
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Gambar Hewan Pertama yang Dilihat Ungkap Sifat Rahasiamu, Total Ada 4 Hewan!
-
Female Daily
3 Complexion Makeup Lokal Baru Bulan Ini yang Layak Masuk Wishlist
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Han So Hee Serba Putih di Acara Boucheron, Rambut Pirang Bak Goddess
-
Mommies Daily
“Kok Bisa Jadi Single Parent?” 7 Pertanyaan yang Sebaiknya Jangan Ditanyakan kepada Orang Tua Tunggal