HaiBunda

MOM'S LIFE

5 Kebiasaan yang Bikin Lemak Perut Cepat Menumpuk

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 23 Apr 2026 12:40 WIB
5 Kebiasaan yang Bikin Lemak Perut Cepat Menumpuk/ Foto: iStockphoto/Getty Images/Gumpanat
Jakarta -

Kebiasaan yang tidak sehat bisa mengganggu kesehatan dan menggagalkan keberhasilan diet. Tak sedikit kebiasaan ini bahkan bisa bikin lemak perut cepat menumpuk, Bunda.

Dilansir Mayo Clinic, penambahan berat badan dapat dipengaruhi oleh kalori yang dikonsumsi dan kalori yang dibakar setiap hari. Seseorang yang secara teratur mengonsumsi lebih banyak kalori dari makanan dan minuman daripada yang dibakar setiap hari, lebih cenderung mengalami penambahan berat badan, termasuk lemak perut.

Masalahnya dengan lemak perut juga tidak terbatas pada penambahan lapisan di bawah kulit. Lemak perut juga termasuk lemak visceral, yang terletak jauh di dalam perut dan mengelilingi organ-organ internal.


"Lemak perut dan lemak visceral sama-sama terkait dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular," kata wakil kepala Endoscopy and Functional Investigation Department di K National Center Hospital, Dr. Tran Duc Canh, dilansir laman VN Express.

Kebiasaan yang bikin lemak perut cepat menumpuk

Penumpukan lemak sebagian besar disebabkan oleh pilihan gaya hidup yang tidak sehat, termasuk kebiasaan makan yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan stres psikologis. Berikut 5 kebiasaan umum yang berkontribusi pada perkembangan lemak perut dan lemak visceral:

1. Kebiasaan makan yang tidak sehat

Konsumsi banyak makanan olahan, gula, dan makanan cepat saji menjadi penyebab utama terbentuknya lemak perut. Makanan-makanan tersebut biasanya tinggi kalori, tetapi rendah nutrisi dan serat.

Konsumsi kalori berlebihan dapat mempercepat metabolisme lemak dalam tubuh, dengan energi berlebih yang disimpan sebagai lemak, terutama lemak visceral. Selain itu, makanan olahan yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar insulin, yang selanjutnya mendorong penumpukan lemak perut.

Makan larut malam atau mengonsumsi makanan dalam porsi besar di malam hari juga bisa mendorong penimbunan lemak. Pasalnya, tubuh manusia mengikuti ritme sirkadian dan metabolisme melambat di malam hari, sehingga kalori berlebih lebih mudah disimpan sebagai lemak. Makan larut malam juga dapat mengganggu kualitas tidur, menyebabkan peningkatan keinginan makan di hari berikutnya, sehingga menciptakan siklus penumpukan lemak.

2. Kurang aktif bergerak

Gaya hidup kurang gerak juga menjadi kebiasaan buruk yang bisa menumpuk lemak. Misalnya, kebiasaan duduk dalam waktu lama di tempat kerja, yang bisa membakar kalori lebih sedikit daripada yang dikonsumsi, sehingga menyebabkan penumpukan kalori berlebih.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik menurunkan laju metabolisme tubuh, Bunda. Bila hal itu terjadi, dampaknya bisa memengaruhi kesehatan kardiovaskular.

3. Kurang tidur

Tidur memainkan peran penting dalam mengatur hormon rasa lapar, seperti ghrelin dan leptin. Kurang tidur dapat meningkatkan kadar ghrelin, yang merangsang rasa lapar dan menurunkan kadar leptin, yang menekan nafsu makan.

Akibat kondisi tersebut, seseorang yang kurang tidur lebih cenderung merasa lapar dan makan lebih banyak. Orang ini juga sering kali memilih makanan padat kalori dan rendah nutrisi, yang menyebabkan penumpukan lemak perut dan lemak visceral.

4. Stres

Stres juga bisa berkaitan dengan peningkatan berat badan. Misalnya, stres kronis dapat meningkatkan kadar kortisol, yang memicu nafsu makan dan mendorong penimbunan lemak dalam tubuh.

Lemak yang tersimpan akibat peningkatan kadar kortisol umumnya terkonsentrasi di area perut. Tak hanya meningkatkan lemak perut, kondisi stres juga bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes.

5. Konsumsi alkohol

Alkohol adalah sumber 'kalori kosong', yang artinya dapat memberikan energi tetapi tidak memiliki nilai gizi. Konsumsi alkohol berlebihan bisa memperlambat metabolisme dan mendorong penimbunan lemak, terutama di area perut dan di sekitar organ dalam tubuh.

"Secara umum, konsumsi alkohol dikaitkan dengan lingkar pinggang yang lebih besar, karena ketika seseorang minum alkohol, organ hati membakar alkohol alih-alih lemak tubuh," kata ahli endokrin dan peneliti obesitas di Mayo Clinic, Michael Jensen, MD, dikutip dari Web MD.

Demikian 5 kebiasaan yang bikin lemak perut cepat menumpuk. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Berat Badan Naik Setelah Lebaran? Ini Cara Diet Ampuh Mengembalikannya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Bukan Pregnancy Glowing, Adinda Thomas Malah Keluhkan Jerawatan saat Hamil

Kehamilan Amrikh Palupi

Jangan Asal Beli, Ini 4 Cara Membedakan Siomay Ikan Sapu-Sapu & Tenggiri

Mom's Life Natasha Ardiah

Mengenal Zodiak Bulan Mei dan Sifat-sifatnya

Mom's Life Azhar Hanifah

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Jenisnya

Parenting Nadhifa Fitrina

Hukum Suami Menyembunyikan Uang dari Istri, Dosakah?

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Mengenal Zodiak Bulan Mei dan Sifat-sifatnya

Bukan Pregnancy Glowing, Adinda Thomas Malah Keluhkan Jerawatan saat Hamil

Mengenal Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Jenisnya

Viral Penumpang Masak Mie di Kereta Pakai Panci Listrik, KAI Ingatkan Bahayanya

Daun Kelor Bantu Atasi Berbagai Penyakit

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK