Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Daftar Pekerjaan yang Paling Aman saat Krisis Ekonomi dan Ancaman Resesi

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 11 May 2026 20:30 WIB

Asian woman working at a supermarket
Ilustrasi bekerja di supermarket / Foto: Getty Images/Zoey106
Daftar Isi
Jakarta -

Di tengah ketidakpastian ekonomi, pekerjaan yang paling aman saat resesi kerap menjadi incaran karena dianggap lebih stabil untuk jangka panjang.

Biasanya, profesi tersebut berada di sektor vital, membutuhkan keterampilan khusus, dan tetap dibutuhkan dalam berbagai situasi.

Resesi sendiri merupakan kondisi ketika perekonomian mengalami penurunan yang dapat memicu melemahnya lapangan kerja, kenaikan inflasi, hingga turunnya aktivitas perdagangan suatu negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Meski berdampak besar pada kondisi finansial, beberapa pekerjaan masih mampu bertahan bahkan terus berkembang di tengah situasi sulit.

Memahami bidang yang cenderung tahan terhadap resesi juga dapat membantu Bunda menentukan pilihan karier yang lebih menjanjikan.

Daftar pekerjaan yang paling aman saat resesi

Seiring dengan pergeseran prioritas pengeluaran konsumen dan bisnis, hal ini juga berarti bahwa pekerja di beberapa bidang pekerjaan mungkin lebih terlindungi dari dampak penurunan ekonomi dibandingkan bidang pekerjaan lainnya.

Menurut Cory Stahle, seorang ekonom di situs pencarian kerja Indeed, jika berbicara tentang pekerjaan yang tahan resesi, itu adalah pekerjaan yang paling dekat dengan barang dan jasa penting, seperti perawatan kesehatan dan bahan makanan.

1. Perawatan kesehatan

Dilansir dari laman CNBC Make It, di bidang perawatan kesehatan, beberapa pekerjaan yang lebih stabil dan banyak dibutuhkan adalah perawat, dokter, ahli medis, ahli bedah, dan terapis, yang mengalami lonjakan permintaan pasien selama pandemi dan belum menunjukkan penurunan.

Lantaran populasi yang menua, ada peningkatan permintaan akan tenaga kerja perawatan kesehatan dan profesional kesehatan mental yang terlatih, terlepas dari situasi ekonomi.

2. Pekerja ritel

Sementara itu, pekerja ritel akan dibutuhkan di supermarket dan tempat lain yang menjual barang-barang pokok, termasuk kasir, petugas penata barang di toko bahan makanan, orang yang memuat dan menurunkan truk, serta pekerja rantai pasokan dan logistik.

3. Makanan dan minuman

Selama masa penurunan ekonomi, seperti resesi, industri makanan dan minuman terus berkembang, tetapi perilaku pembeli dapat berubah.

Misalnya, orang mungkin mencoba mengurangi biaya dengan membatasi kunjungan ke restoran dan layanan pesan antar. Untuk memperluas daya belinya, mereka mungkin lebih sering memasak dan minum di rumah.

Masyarakat mungkin membeli lebih banyak produk makanan generik, membeli dalam jumlah besar, menggunakan lebih banyak kupon makanan, dan membeli saat ada diskon.

Meskipun perusahaan di bisnis bahan makanan mungkin memiliki margin keuntungan yang lebih kecil selama resesi, mereka tetap menikmati pendapatan yang tinggi. Bisnis makanan dan minuman bergantung pada karyawan mereka untuk melanjutkan layanan seperti biasa.

Pekerjaan yang kurang stabil saat resesi

Ada juga beberapa pekerjaan yang mungkin kurang stabil saat ini, yakni pekerja pengetahuan kerah putih, termasuk software developer dan marketing.

Namun demikian, jenis industri tempat bekerja sangat berpengaruh. Seorang software developer yang bekerja untuk perusahaan teknologi mungkin merasa lebih tidak aman dalam pekerjaannya dibandingkan software developer yang bekerja di rumah sakit.

Cara mempersiapkan diri menghadapi PHK

Bagi para pencari kerja dan mereka yang bekerja di sektor yang kurang tahan terhadap resesi, Stahle mencatat penting untuk diingat bahwa, “Karier bukanlah sesuatu yang terjadi dalam satu atau dua tahun, kita perlu berpikir dalam jangka panjang, yaitu puluhan tahun”.

Karena itu, ia menyarankan para pekerja untuk fokus pada keterampilannya dan menempatkan diri pada posisi yang baik agar berharga bagi perusahaan tempat mereka bekerja, apa pun industrinya, dan baik saat resesi maupun tidak.

Sebagai contoh, terlepas dari semua diskusi tentang penggunaan AI di tempat kerja, banyak pemberi kerja masih sangat membutuhkan pekerja dengan keterampilan komputer dasar, seperti mampu membuat dan menavigasi spreadsheet atau berkomunikasi secara efektif melalui email.

Nah, itulah daftar pekerjaan yang dinilai paling aman saat resesi terjadi di tengah krisis ekonomi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda