MOM'S LIFE
Fenomena Coffee Badging Jadi Tren Baru di Dunia Kerja, Apa Itu?
Amira Salsabila | HaiBunda
Senin, 18 May 2026 20:40 WIBCoffee badging menjadi fenomena baru yang ramai dibicarakan di dunia kerja, terutama sejak sistem kerja hybrid semakin banyak diterapkan. Tren ini menggambarkan kebiasaan karyawan hadir di kantor hanya untuk memenuhi kehadiran.
Sebagian pekerja memanfaatkan momen tersebut untuk bertemu rekan kerja atau mengikuti rapat singkat sebelum kembali bekerja dari tempat lain. Fenomena ini pun dianggap sebagai bentuk fleksibilitas kerja modern.
Di sisi lain, coffee badging memunculkan perdebatan tentang produktivitas dan efektivitas kerja hybrid. Banyak perusahaan mulai menyoroti kembali pentingnya kehadiran fisik di kantor.
Tren coffee badging
Dilansir dari laman BENZINGA, sejak puncak pandemi banyak perusahaan mulai kembali menerapkan aturan kerja dari kantor atau work from office (WFO). Dari kebijakan inilah muncul tren yang disebut coffee badging.
Aturan tersebut biasanya mewajibkan karyawan datang ke kantor beberapa kali dalam seminggu, tetapi tidak selalu menjelaskan berapa lama mereka harus berada di sana. Kondisi ini membuat sebagian pekerja memilih hadir sebentar di kantor sebelum melanjutkan pekerjaan dari tempat lain.
Bagi karyawan, coffee badging dianggap sebagai cara untuk menyeimbangkan tuntutan perusahaan dan fleksibilitas kerja. Sebab, perjalanan ke kantor, gangguan saat bekerja, hingga jadwal yang kaku sering dianggap kurang efektif dibanding kerja jarak jauh yang tetap produktif bagi banyak orang.
Melalui coffee badging, pekerja tetap dapat memenuhi aturan perusahaan sambil mempertahankan pola kerja yang dirasa lebih nyaman. Fenomena ini pun menjadi bentuk kompromi antara karyawan dan perusahaan terkait fleksibilitas kerja.
Alasan pekerja mengikuti sistem kerja coffee badging
Mudah dipahami mengapa karyawan menggunakan coffee badging, yaitu orang bekerja lebih efisiensi dari rumah, di mana ruang kerja mereka dipersonalisasi sesuai kebutuhan dan bebas dari gangguan kantor.
Laporan Owl Labs menunjukkan bahwa pekerja kantoran penuh waktu mengalami tingkat stres yang jauh lebih tinggi dibandingkan rekan kerja mereka yang bekerja secara hybrid, yaitu 59 persen dibandingkan 55 persen.
Sebagian besar pekerjaan seperti online meeting, panggilan telepon, dan kolaborasi online dapat dilakukan dari jarak jauh, dengan sedikit atau tanpa perlu di kantor.
Jadi, ketika perusahaan mewajibkan kembali ke kantor, masuk akal bagi karyawan untuk datang ke kantor sebentar lalu kembali ke rutinitas rumah mereka yang produktif dan hemat biaya.
Keuntungan dan kerugian coffee badging
Mengikuti sistem kerja coffee badging tentu memberikan keuntungan dan kerugian yang perlu Bunda ketahui.
Bagi para pekerja, ini adalah cara untuk tetap terhubung dengan rekan kerja dan memenuhi persyaratan kantor tanpa harus mengorbankan keuntungan bekerja dari jarak jauh. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya.
Di sisi lain, melakukan perjalanan hanya untuk sekadar terlihat hadir adalah pemborosan waktu dan uang dari perspektif efisiensi.
Banyak pemberi kerja juga menafsirkan coffee badging sebagai bentuk ketidakatifan, di mana karyawan hanya melakukan hal minimum untuk memenuhi persyaratan kehadiran.
Munculnya fenomena coffee badging menunjukkan adanya percakapan yang lebih luas tentang masa depan pekerjaan. Saat perusahaan bergulat dengan pengelolaan tenaga kerja hybrid dan jarak jauh, jelas bahwa pendekatan satu ukuran untuk semua tidak berhasil.
Para pemberi kerja yang ingin mengurangi praktik coffee badging mungkin perlu memikirkan kembali cara mereka mengukur produktivitas dan menawarkan insentif yang mendorong karyawan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kantor.
Nah, itulah beberapa hal yang dapat Bunda ketahui tentang fenomena coffee badging di dunia kerja. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
"Great Stay" Bertahan di Pekerjaan Meski Tak Bahagia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Bisa Bahagia di Tempat Kerja, Biar Pulang ke Rumah Enggak Ngomel Bun
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
Jarang Tersorot, Intip Potret Blair Putri Randy Pangalila yang Berwajah Bule
Fenomena Coffee Badging Jadi Tren Baru di Dunia Kerja, Apa Itu?
7 Hal yang Harus Dihindari saat Menggunakan KB IUD
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Warna Hijau Menurut Psikologi
Daftar Harga Sapi dan Kambing Kurban 2026 Beserta Tips Memilihnya
REKOMENDASI PRODUK
10 Panci Presto Terbaik untuk Memasak Beragam Makanan Cepat & Mudah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vacuum Cleaner Wet and Dry, Sedot Debu Sekaligus Mengepel Lantai
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Wajan Penggorengan Stainless Steel Bahan Tebal & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Highlighter & Contour Stick Terbaik, Mudah Dipakai Cocok untuk Pemula
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Buku untuk Ibu Hamil yang Berikan Banyak Tips Bermanfaat
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Zodiak yang Paling Cepat Bosan, Tidak Suka Hal Monoton
Jarang Tersorot, Intip Potret Blair Putri Randy Pangalila yang Berwajah Bule
Fenomena Coffee Badging Jadi Tren Baru di Dunia Kerja, Apa Itu?
7 Hal yang Harus Dihindari saat Menggunakan KB IUD
Daftar Harga Sapi dan Kambing Kurban 2026 Beserta Tips Memilihnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Eks ART Buka Pintu Damai, Erin: Terus Fight Lah
-
Beautynesia
4 Cara Membakar Lemak saat Tidur
-
Female Daily
Cobain Blush On Hack yang Viral di China. Bisa Menutupi Mata Panda?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Yuki Kato Tampil Dengan Gaya Rambut Baru Berponi, Makin Cantik & Imut
-
Mommies Daily
Anak Terlihat Berprestasi, Tapi Diam-Diam Stres? Ini Tanda Ekspektasi Orang Tua Berlebihan