MOM'S LIFE
Tren 'Quiet Vacationing' Muncul, Karyawan Liburan Diam-diam tanpa Bilang Atasan
Arina Yulistara | HaiBunda
Rabu, 20 May 2026 20:40 WIBTahukah Bunda kalau muncul tren quiet vacationing di dunia kerja? Di mana karyawan diam-diam liburan tanpa beritahu atasan.
Fenomena baru di dunia kerja yang dikenal sebagai quiet vacationing semakin banyak dilakukan oleh para pekerja. Istilah ini merujuk pada kebiasaan karyawan yang diam-diam pergi berlibur tanpa mengajukan cuti resmi sambil tetap menciptakan kesan seolah-olah mereka sedang aktif bekerja secara online.
Praktik ini umumnya dilakukan oleh pekerja jarak jauh atau hybrid yang memiliki fleksibilitas tinggi. Mereka tetap membalas email bahkan hadir dalam rapat virtual padahal sebenarnya tengah menikmati waktu liburan.
Mengapa hal itu perlu dirahasiakan? Mengutip The Week, berikut informasi selengkapnya seputar tren quiet vacationing.
Serba-serbi tren quiet vacationing
Survei yang dilakukan Resume Builder menunjukkan bahwa sekitar 41 persen karyawan telah melakukan quiet vacationing sepanjang 2025. Angka ini menunjukkan bahwa tren tersebut bukan lagi fenomena kecil, melainkan kebiasaan yang cukup umum diberbagai sektor pekerjaan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3 persen hanya melakukannya satu kali. Sementara itu, 48 persen mengaku pernah mengambil dua hingga tiga kali liburan diam-diam, dan 28 persen melakukannya empat hingga lima kali.
Sekitar 11 persen dari responden bahkan mengambil enam hingga tujuh hari libur rahasia. Ada pun 4 persen mengaku telah melakukannya selama 10 hari atau lebih.
Cara karyawan menyembunyikan liburan
Untuk menjaga agar atasan tidak curiga, banyak pekerja menggunakan berbagai trik teknologi. Mereka menjadwalkan e-mail untuk terkirim otomatis, mengaktifkan balasan pesan tertentu, hingga menggunakan perangkat agar status di aplikasi komunikasi tetap terlihat aktif.
Dampak tren quiet vacationing
Meningkatnya tren ini tidak lepas dari perubahan pola kerja sejak maraknya sistem kerja jarak jauh. Batas antara waktu kerja dan pribadi menjadi semakin kabur sehingga banyak orang merasa tetap dapat menyelesaikan pekerjaan dari mana saja, termasuk saat bepergian.
Namun pendekatan tersebut dinilai kurang efektif. Karyawan tidak mendapatkan waktu istirahat yang benar-benar memulihkan tenaga, sementara produktivitas juga tidak optimal karena perhatian terbagi antara pekerjaan dan kegiatan liburan.
Pakar menilai quiet vacationing merupakan sinyal adanya persoalan yang lebih dalam di lingkungan kerja. Banyak pekerja merasa tidak aman atau tak didukung ketika ingin mengambil cuti secara terbuka.
Mengutip Forbes, fenomena ini bukan sekadar soal orang yang berusaha diam-diam. Ini menunjukkan bahwa banyak pekerja tidak merasa cukup aman atau cukup didukung untuk mengambil istirahat yang layak.
Sebagian pekerja akhirnya mencari jalan pintas, seperti menggerakkan mouse agar status tetap aktif, mematikan kamera saat rapat, dan hanya membalas e-mail secukupnya untuk terlihat sibuk.
Alasan karyawan melakukan quiet vacationing
Berikut alasan karyawan melakukan quiet vacationing.
1. Takut dianggap malas
Salah satu alasan utama munculnya tren ini kekhawatiran karyawan akan dinilai tidak produktif. Banyak pekerja takut dianggap malas jika mengambil cuti, terutama di lingkungan kerja yang menilai dedikasi berdasarkan seberapa sering seseorang terlihat online.
Semua ini bermula dari rasa takut untuk tampak seperti sedang bermalas-malasan. Tekanan tersebut membuat sebagian pekerja merasa lebih nyaman menyembunyikan liburan mereka daripada mengajukan cuti secara resmi.
2. Jatah cuti terbatas
Selain tekanan budaya kerja, jumlah cuti berbayar yang terbatas juga menjadi faktor pendorong. Sebagian karyawan memilih menyimpan jatah cuti mereka untuk kebutuhan mendesak sehingga memanfaatkan fleksibilitas kerja jarak jauh untuk tetap 'bekerja' sambil berlibur.
Sayangnya, keputusan ini bisa berbalik merugikan. Risiko yang muncul antara lain keterlambatan penyelesaian tugas, penumpukan pekerjaan setelah kembali, hingga konsekuensi dari perusahaan jika tindakan tersebut diketahui.
Para ahli menilai perusahaan perlu lebih serius menetapkan batas yang sehat antara pekerjaan dan waktu istirahat. Karyawan yang memiliki kesempatan untuk benar-benar beristirahat cenderung kembali bekerja dengan energi, kreativitas, dan ketahanan yang lebih baik.
Jika perusahaan ingin karyawan hadir dengan penuh semangat, kreatif, dan tangguh, mereka harus berhenti memberi penghargaan pada burnout dan mulai menghargai pemulihan. Orang yang cukup beristirahat akan bekerja lebih baik. Sesederhana itu.
Kalau Bunda, apa pernah melakukan quiet vacationing?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
"Great Stay" Bertahan di Pekerjaan Meski Tak Bahagia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Cara Bisa Bahagia di Tempat Kerja, Biar Pulang ke Rumah Enggak Ngomel Bun
5 Tips Agar Tak Didiskriminasi saat Jadi Perempuan Satu-satunya di Tempat Kerja
Prediksi Zodiak Hari Ini, Wah Ada Tawaran Proyek Menarik Nih Buat Aries
Catat Bun, Ini 5 Pertanyaan yang Bisa Diajukan ke HRD saat Wawancara Kerja
TERPOPULER
5 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Bermental Kuat Setiap Pagi
Potret Hangat Perayaan Ultah Miskha, Desta dan Natasha Rizky Kompak Beri Kejutan Istimewa
7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Tidak Mudah Dibully dari Obrolan Sehari-hari
Anne Hathaway Pamer Warna Rambut Baru saat Hamil, Amankah? Ini Kata Dokter
Cara Ayah Berinteraksi dengan Bayi Bisa Memengaruhi Kesehatannya di Masa Depan
REKOMENDASI PRODUK
7 Merk Sprei Kasur yang Bagus dengan Bahan Lembut dan Nyaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Exhaust Fan Hemat Listrik untuk Mengurangi Panas di Dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sepatu Sekolah untuk Anak TK, Awet & Nyaman Digunakan
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Dandang Ukuran Besar Stainless Steel yang Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Curling Iron Terbaik, Cocok untuk Styling Rambut Sehari-hari
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Bermental Kuat Setiap Pagi
Potret Hangat Perayaan Ultah Miskha, Desta dan Natasha Rizky Kompak Beri Kejutan Istimewa
7 Merk Sprei Kasur yang Bagus dengan Bahan Lembut dan Nyaman
7 Ciri Kepribadian Perempuan yang Tidak Mudah Dibully dari Obrolan Sehari-hari
Cara Ayah Berinteraksi dengan Bayi Bisa Memengaruhi Kesehatannya di Masa Depan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Dua Kakak Beradik Artis Disorot, Intip Kedekatan Hasyakyla & Adhisty Zara
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Burung atau Sangkar yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
ESQA Rayakan 10 Tahun dengan Koleksi Ikonis dengan Tampilan dan Shade Baru!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Potret Inde Navarrette, Aktris Film Obsession yang Wajahnya Viral Jadi 'Meme'
-
Mommies Daily
8 Tanda Kecemasan pada Anak SD yang Perlu Dikenali Orang Tua