Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Cara Ayah Berinteraksi dengan Bayi Bisa Memengaruhi Kesehatannya di Masa Depan

Ratih Wulan Pinandu   |   HaiBunda

Senin, 13 Jul 2026 18:45 WIB

Pola asuh ayah
Pengaruh pola asuh ayah yang peka untuk kesehatan anak/ Foto: Getty Images/geargodz
Jakarta -

Tentu kita sepakat bahwa mengasuh anak bukan hanya tugas seorang Bunda. Penelitian menemukan cara Ayah berinteraksi dengan bayi ternyata berpengaruh pada kesehatannya di kemudian hari.

Menurut peneliti di Penn State College of Health and Human, pola asuh ayah terhadap anak akan memengaruhi kesehatan fisik, seperti penanda peradangan dan kontrol gula darah Si Kecil. Penelitian yang dirilis di Health Psychology ini juga menyebut jika interaksi ayah yang hangat dan mendukung perkembangan bayi akan menunjukkan indikator kesehatan fisik yang lebih baik saat anak berusia tujuh tahun.

Peran Ayah dalam menjaga kesehatan anak

Namun bukan berarti peran Bunda tidak penting dalam membangun kesehatan anak. Peranan Ayah dan Bunda saling melengkapi dukungan untuk tumbuh kembang Si Kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Setiap anggota keluarga sangat penting. Bunda seringkali menjadi pengasuh utama, sehingga anak-anak bisa mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, " kata Alp aytuglu, peneliti pascadoktoral di Departemen Kesehatan Biobehavioral.

Dilansir laman Penn State University, peran Ayah dalam keluarga akan memengaruhi lingkungan dengan cara mendukung kesehatan anak selama beberapa tahun mendatang.

Penelitian lain melihat bahwa anak-anak yang dibesarkan di rumah penuh konflik atau tidak stabil, berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan. Di antaranya rentan mengalami peradangan, kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah dan obesitas pun terbilang lemah.

Dampak ayah kurang peka terhadap pengasuhan anak

Para peneliti mengamati sesi bermain singkat yang melibatkan bunda, ayah, dan anak. Kemudian diteliti melalui tes darah.

Mereka menemukan bahwa ayah yang kurang peka saat mengasuh bayi, sering kesulitan dalam mengasuh anak bersama. Di kemudian hari, beberapa Ayah menarik diri dan sebagian lainnya bersaing dengan bunda untuk mendapat perhatian anak.

Dampak pada kesehatannya mungkin akan mulai terasa saat anak berusia di usia yang lebih dewasa. Mereka berisiko memiliki kadar HbA1c dan CRP yang lebih tinggi ketika berusia tujuh tahun. Kedua indikator ini dapat mencerminkan kondisi kesehatan, seperti kontrol gula darah dan tingkat peradangan dalam tubuh.

Peneliti mengatakan bahwa ketika perilaku ayah dalam interaksi tiga arah bersifat negatif, maka berpotensi menyebar ke seluruh keluarga. Pada akhirnya berdampak pada kesehatan anak.

Penilaian dilakukan dengan metode lain. Peneliti memelajari video yang menampilkan sesi bermain berdurasi 18 menit. Tim peneliti kemudian memberi skor kepada orang tua berdasarkan kepekaan, perilaku positif, dan kebiasaan pengasuhan bersama seperti menarik diri dan bersaing.

Kemudian, saat anak-anak tersebut berusia 7 tahun, para peneliti menguji empat penanda kesehatan menggunakan sampel yang diambil dari ujung jari. Dua pola yang muncul:

  • Para ayah yang lebih perhatian sejak dini, cenderung melakukan pengasuhan bersama dengan lebih baik.
  • Anak-anak dari keluarga tersebut memiliki tingkat peradangan yang lebih rendah dan kadar gula darah yang lebih sehat.

Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan dapat berkontribusi pada terciptanya pola pengasuhan bersama yang positif, yang kemudian berkaitan dengan kesehatan fisik anak.

Nah, saatnya Ayah mulai peka dalam mengasuh anak sedari dini untuk membantu menjaga kesehatannya di masa datang. Semoga informasinya bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda