MOM'S LIFE
6 Ciri Kepribadian yang Dimiliki Orang yang Dianggap Keren Menurut Penelitian
Amira Salsabila | HaiBunda
Selasa, 26 May 2026 06:50 WIBTahukah Bunda? Orang-orang yang dianggap ‘keren’ memiliki enam ciri kepribadian yang sangat mirip di berbagai budaya, menurut studi baru yang mengisyaratkan peran media penyiaran dalam menstandarisasi makna istilah tersebut.
Meskipun budaya mereka sangat berbeda, definisi orang keren di kalangan sosial Timur dan Barat tampaknya identik, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology.
6 Ciri kepribadian yang dimiliki orang yang dianggap keren
Dilansir dari laman CNN, studi tersebut melibatkan hampir 6.000 orang di 13 negara, terlepas dari lokasi geografis dan norma budaya.
Setiap peserta diminta untuk memikirkan seseorang yang mereka kenal secara pribadi yang dianggap “keren” atau “tidak keren”. Kemudian, peserta menilai orang tersebut berdasarkan lima belas sifat dan nilai kepribadian yang berbeda.
Enam ciri spesifik menonjol sebagai ciri yang secara inheren “keren” dibandingkan dengan ciri-ciri lain yang umumnya dianggap positif. Ciri-ciri tersebut meliputi:
- Extraversion: Mudah bergaul, percaya diri, dan aktif bersosialisasi
- Hedonsim: Suka menikmati hidup dan mencari kesenangan
- Power: Punya pengaruh, wibawa, atau kekuatan
- Adventurousness: Suka tantangan dan hal baru
- Openness: Berpikiran terbuka dan menerima ide baru
- Autonomy: Mandiri dan tidak bergantung pada orang lain dalam mengambil keputusan
Temuan ini sangat menarik karena perbedaan budaya dan nilai-nilai sosial tidak memengaruhi ciri-ciri apa yang dikaitkan oleh setiap lokasi dengan menjadi “keren”.
Peneliti utama, Todd Pezzuti, Ph.D., dari Universidad Adolfo Ibáñez, menyatakan, “Semua orang ingin menjadi keren, atau setidaknya menghindari stigma tidak keren, dan masyarakat membutuhkan orang-orang keren karena mereka menantang norma, menginspirasi perubahan, dan memajukan budaya.”
Ciri-ciri yang membuat seseorang ‘keren’ berbeda dengan orang yang ‘baik’
Hanya satu ciri kepribadian yang sama-sama dikaitkan dengan orang ‘baik’ dan orang ‘keren’, yaitu mampu atau kompeten.
Kompetensi adalah ciri yang dihargai, dan orang cenderung mempercayai dan menghormati orang yang menunjukkan bahwa mereka mampu.
Salah satu penulis utama studi ini, Caleb Warren, Ph.D., dari Universitas Arizona, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Untuk dianggap keren, seseorang biasanya perlu memiliki sifat yang disukai atau dikagumi, yang membuat mereka mirip dengan orang baik. Namun, orang keren sering kali memiliki sifat lain yang belum tentu dianggap ‘baik’ dalam arti moral, seperti hedonis dan berkuasa.”
Menjadi ‘keren’ adalah peran sosial penting yang memengaruhi budaya dan norma
Orang-orang yang dianggap ‘keren’ seringkali memiliki ciri kepribadian yang menjadikan mereka katalis perubahan.
Ciri-ciri yang dimiliki orang-orang ‘keren’ mendorong mereka untuk mengejar inovasi dan ide-ide baru, memungkinkan hal-hal seperti mode, musik, dan tren budaya lainnya untuk berkembang. Pemikiran maju semacam ini membantu memajukan masyarakat dari waktu ke waktu.
Mereka juga memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain agar mengikuti jejaknya. Orang-orang yang ‘keren’ bisanya dipandang sebagai sosok yang diinginkan atau diidolakan, dan orang lain akan meniru pilihan dan minat mereka dalam upaya untuk menjadi seperti mereka.
Pezzuti menjelaskan konsep keren bermula dari subkultur-subkultur kecil yang pemberontak, termasuk musisi jazz kulit hitam pada tahun 1940-an, dan kaum beatnik 1950-an. Seiring masyarakat bergerak lebih cepat dan menghargai kreativitas dan perubahan, orang-orang keren menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Nah, itulah ciri kepribadian yang dimiliki orang yang dianggap ‘keren’ menurut penelitian. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)