Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cara Mengenali Orang Berbohong dari Bahasa Tubuh dan Isi Pembicaraan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Selasa, 02 Jun 2026 19:20 WIB

Ilustrasi ngobrol
Ilustrasi Cara Mengenali Orang Berbohong dari Bahasa Tubuh /Foto: Getty Images/CHARTCHAI KANTHATHAN
Daftar Isi
Jakarta -

Cara mengenali orang berbohong tidak mudah. Namun, Bunda dapat mengetahuinya melalui bahasa tubuh dan nada suara yang muncul saat seseorang berbicara dalam sebuah percakapan.

Berbohong merupakan perilaku yang cukup umum terjadi. Meski begitu, penelitian menunjukkan bahwa hanya sedikit orang yang bertanggung jawab atas sebagian besar kebohongan yang diucapkan.

Hal inilah yang membuat kebohongan sulit dideteksi. Pasalnya, orang yang terbiasa berbohong cenderung lebih mahir menyembunyikan tanda-tandanya sehingga tidak selalu mudah diketahui oleh orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tanda orang berbohong menurut psikolog

Di berbagai budaya, orang percaya bahwa perilaku seperti menghindari kontak mata, gelisah, dan gagap menunjukkan bahwa mereka adalah pembohong.

Dilansir BBC, faktanya para peneliti hanya menemukan sedikit bukti untuk mendukung keyakinan tersebut, meskipun telah melakukan pencarian selama beberapa dekade.

“Salah satu masalah yang kita hadapi sebagai ahli kebohongan adalah bahwa semua orang berpikir mereka tahu bagaimana kebohongan bekerja,” ujar Psikolog Maria Hartwig, peneliti penipuan di John Jay College of Criminal Justice di City University of New York.

Kepercayaan diri yang berlebihan seperti itu telah menyebabkan kesalahan peradilan yang serius, dan bisa merugikan masyarakat yang menjadi korban kesalahan penilaian.

Meski demikian, ada beberapa tanda peringatan yang mungkin mengindikasi bahwa seseorang sedang berbohong. Berikut di antaranya yang dilansir verywell mind:

  • Bersikap samar dan memberikan sedikit detail.
  • Mengulangi pertanyaan sebelum menjawabnya.
  • Mengulang cerita yang sama berulang kali.
  • Berbicara dengan kalimat-kalimat yang tidak lengkap.
  • Menjelaskan berbagai hal dalam urutan kronologis yang ketat.
  • Terdengar seperti mereka mengulang naskah yang sudah dipersiapkan.
  • Gagal memberikan detail spesifik ketika sebuah cerita dipertanyakan.
  • Gagal memberikan jawaban langsung untuk pertanyaan sederhana ya atau tidak.
  • Perilaku perawatan diri seperti bermain-main dengan rambut atau menekan jari ke bibir.
  • Perubahan fisik yang mengindikasi respons lawan-atau-lari, seperti peningkatan keringat, ketegangan otot, gelisah, dan menggerakkan tubuh tanpa sadar.

Meskipun beberapa petunjuk ini mungkin memberikan isyarat bahwa seseorang sedang berbohong, sejumlah penelitian menunjukkan tidak ada cara sederhana untuk mendeteksi bahwa seseorang sedang berbohong.

Kapan seseorang berbohong?

Jika mencurigai seseorang mungkin tidak mengatakan yang sebenarnya, perhatikan indikator-indikator berikut untuk membantu Bunda membedakan fakta dan fiksi:

1. Bahasa tubuh

Dalam mendeteksi kebohongan, orang sering fokus pada petunjuk bahasa tubuh, atau tanda-tanda fisik dan perilaku halus yang mengungkapkan penipuan. Misalnya, mengangkat bahu, kurangnya ekspresi, postur tubuh yang tampak bosan, dan perilaku perawatan diri seperti memainkan rambut atau menekan jari ke bibir.

Namun, psikolog Howard Ehrlichman, yang mempelajari gerakan mata sejak 1970-an, menemukan bahwa gerakan mata sama sekali tidak menandakan kebohongan.

Bahkan, ia berpendapat bahwa mengalihkan pandangan berarti seseorang sedang berpikir, atau lebih tepatnya, sedang mengakses memori jangka panjang. Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan bahwa gerakan mata berhubungan dengan aktivitas kognitif.

2. Isyarat vokal

Ucapan yang tidak pasti dapat mengindikasikan ketidaknyamanan dan rasa bersalah. Jika seseorang tampak ragu atau tidak percaya diri, kemungkinan besar akan dianggap berbohong.

Sebuah studi menemukan bahwa para pembohong cenderung kurang memberikan isyarat yang dikaitkan dengan kebohongan, mungkin karena mereka mempertimbangkan harapan pendengar dan memodifikasi perilakunya sesuai dengan itu untuk mengurangi kemungkinan ketahuan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa isyarat verbal merupakan cara yang menjanjikan untuk membedakan antara kebenaran dan kebohongan. Dalam kasus seperti itu, isyarat-isyarat ini lebih bergantung pada isi dari apa yang dikatakan seseorang daripada hal-hal seperti nada suara.

3. Isyarat bahasa

Orang yang berbohong sering kali menghindari menyampaikan detail penting. Dengan memberikan informasi yang lebih sedikit, mereka mengurangi risiko ketahuan berbohong karena tidak banyak fakta yang bisa diperiksa atau dipertanyakan oleh orang lain.

Penelitian juga menunjukkan bahwa berbohong membutuhkan usaha mental yang lebih besar dibandingkan mengatakan kebenaran. Seseorang harus mengingat cerita yang dibuat-buat, memastikan ucapannya tetap konsisten, sekaligus mengamati reaksi lawan bicara agar kebohongannya tidak terbongkar.

Oleh karena itulah, ketika pembohong dihadapkan pada tugas yang membuat otaknya bekerja lebih keras, tanda-tanda seperti kebingungan, jeda saat berbicara, atau perubahan perilaku cenderung menjadi lebih mudah terlihat.

4. Isyarat naluri

Intuisi atau firasat terkadang dapat membantu seseorang mengenali kebohongan. Dalam sebuah penelitian, peserta diminta menonton video wawancara dengan orang-orang yang berpura-pura menjadi tersangka pencurian.

Hasilnya, sebagian besar peserta tidak mampu membedakan pembohong dan orang jujur dengan akurat hanya berdasarkan penilaian sadar mereka.

Namun, ketika peneliti mengukur respons bawah sadar peserta, hasilnya berbeda. Meski peserta kesulitan menentukan siapa yang berbohong secara langsung, mereka secara tidak sadar lebih sering mengaitkan pembohong dengan sifat tidak jujur. Temuan ini menunjukkan bahwa firasat atau intuisi terkadang dapat menjadi petunjuk tambahan untuk mengenali kebohongan.

Nah, itulah cara mengenali seseorang berbohong dari bahasa tubuh hingga nada suara. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/asa)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda