Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Kepribadian Orang yang Paling Tidak Disukai Orang Narsistik, Sulit Dimanipulasi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 02 Jun 2026 22:00 WIB

Ilustrasi Perempuan Asia
Ciri Kepribadian Orang yang Paling Tidak Disukai Orang Narsistik, Sulit Dimanipulasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/itakayuki
Daftar Isi
Jakarta -

Kata 'narsisis' atau 'narsistik' sering digunakan untuk merujuk pada siapa pun yang tampak arogan, egois, atau sulit didekati. Namun, orang narsistik ternyata memiliki kepribadian yang lebih kompleks dari itu, Bunda.

Dilansir Very Well Family, orang narsistik biasanya memiliki rasa percaya diri yang rapuh, rasa berhak, dan kebutuhan konstan akan validasi. Mereka kesulitan berempati dan menjalin hubungan karena terlalu fokus pada kendali dan perlindungan diri.

"Kepribadian narsistik ditandai dengan rasa penting diri yang berlebihan dan kebutuhan konstan akan perhatian," kata psikiater Daniel B. Block, MD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Orang narsistik sangat suka dengan orang yang mudah dimanipulasi, Bunda. Mereka memiliki kekuatan untuk membuat seseorang terus-menerus mempertanyakan diri sendiri.

Namun, tidak semua orang bisa diperdaya dengan orang narsistik. Ada beberapa ciri kepribadian orang yang paling tidak disukai oleh orang narsistik karena dianggap sulit dikendalikan. Simak penjelasannya berikut ini ya.

Ciri kepribadian yang tidak disukai orang narsistik

Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa ciri kepribadian yang hampir selalu dibenci oleh orang narsistik:

1. Mampu menetapkan batasan pribadi dengan tenang

Dikutip dari Your Tango, orang narsistik sangat tidak suka dekat dengan mereka yang mampu menetapkan batasan pribadi dengan tenang. Orang-orang dengan kepribadian ini tidak perlu menjelaskan diri mereka secara berlebihan atau mengingkari prinsip-prinsip yang telah mereka tetapkan untuk siapa pun.

Pada umumnya, batasan mereka hanya berupa keputusan untuk menjauh. Namun bagi seorang narsistik atau narsisis, mereka tidak dapat menggunakan kekuasaan apa pun atas seseorang yang memiliki batasan yang kuat ini. Sebaliknya, para narsisis cenderung tertarik pada orang-orang yang tampaknya tidak mampu mempertahankan batasan mereka.

2. Menghargai kejujuran lebih dari penampilan

Para narsistik cenderung sangat bergantung pada bagaimana orang lain menilai penampilan mereka. Mereka sangat peduli dengan penampilan dan memperhatikan bagaimana orang lain memandang mereka.

Namun, orang-orang yang cenderung sangat jujur dan lebih menghargai kebenaran daripada menjaga penampilan membuat mereka frustrasi dan kesal. Orang-orang tipe inilah yang tidak pernah terkesan oleh hal-hal materi yang dimiliki orang lain, dan tidak akan membiarkan hal itu menentukan bagaimana mereka bersikap.

3. Bersikap acuh tak acuh

Menurut psikolog di Amerika Serikat, Ramani Durvasula, sikap acuh tak acuh terhadap sikap menyombongkan diri atau membual adalah cara ampuh untuk membuat seorang narsistik merasa jengkel. Hal ini karena para narsistik selalu mencari perhatian dan pengakuan.

"Jika sejak awal kita tidak memberi mereka banyak pengakuan, kita tidak mengagumi dan memuji mereka secara berlebihan, maka mereka mungkin akan segera beralih ke target baru. Namun, jika kamu benar-benar seseorang yang ramah dan tertarik dengan apa yang orang lain katakan, sulit untuk mematikan sifat itu," kata Durvasula, melansir dari USA Today.

4. Mampu membaca kepribadian lawan bicara

Orang narsistik biasanya memiliki trik untuk memanipulasi orang lain. Namun, mereka cenderung menjauhi orang yang sulit dimanipulasi atau sudah mengetahui trik ini, Bunda.

"Jika seorang narsistik merasa seseorang tidak menyadari trik manipulatif mereka, mereka akan lebih cenderung menargetkannya," kata psikoterapis Chelsey Cole.

"Jadi, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenali siapa yang ada di ruangan bersama kita. Pasalnya, apa yang tidak kita ketahui dapat dan akan membahayakan diri kita sendiri," sambungnya.

5. Tidak mengidolakan siapa pun

Para narsisis menikmati saat dipuji atau menjadi idola oleh orang-orang di sekitar mereka. Kekaguman itu cenderung memberi mereka kekuasaan yang sangat mereka sukai, dan juga memudahkan mereka untuk menghindari pertanggungjawaban ketika melakukan sesuatu yang salah.

Sikap tersebut membuat seorang narsisis sangat membenci bila bertemu orang yang tidak mengidolakannya. Apalagi, orang-orang tersebut berani mengabaikan perilaku narsisis dan tak ragu untuk menegur untuk meminta pertanggungjawaban.

6. Memiliki empati alami tetapi tidak naif

Orang-orang yang penuh kasih sayang biasanya tidak akan memberikan rasa nyaman tersebut kepada orang yang tidak pantas menerimanya, yakni orang narsistik. Hal ini karena kebaikan mereka tidak mudah diakses.

Mereka tak akan ragu untuk menarik 'empati' atau 'kasih sayang' kembali begitu merasakan seseorang mencoba memanipulasi mereka dengan kebaikan tersebut. Orang-orang ini mungkin sangat peduli pada orang lain, tetapi mereka juga menyadari bahwa terlalu baik hati demi kepentingan sendiri dapat menempatkan mereka dalam situasi yang buruk.

7. Memiliki identitas diri dengan baik

Orang-orang yang tahu persis siapa diri mereka, adalah orang-orang yang langsung dibenci oleh para narsisis. Orang-orang ini tidak akan mudah dimanipulasi dan mentolerir kritik tentang siapa diri mereka hanya agar orang lain dapat mengendalikannya.

Jika hal itu terjadi, mereka akan langsung pergi. Orang-orang ini memiliki batasan yang kuat dan standar yang tinggi untuk menghindari masalah bila sudah menyangkut identitas diri.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda