HaiBunda

MOM'S LIFE

Ibu Mertua Sakit Jadi Tanggung Jawab Siapa? Anak atau Menantu

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Kamis, 04 Jun 2026 17:40 WIB
Ilustrasi mertua/Foto: Getty Images/seven

Bunda sering merawat mertua saat sakit? Ketika ibu mertua sakit, apa menjadi kewajiban menantu? Simak hukumnya dalam Islam.

Ketika orang tua pasangan jatuh sakit, tidak sedikit keluarga yang dihadapkan pada pertanyaan sensitif, siapakah yang sebenarnya bertanggung jawab untuk merawat mereka, anak kandung atau menantu? Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan ini sering memicu perbedaan pandangan, terutama jika kondisi kesehatan orang tua membutuhkan perhatian dan perawatan yang intensif.

Dalam ajaran Islam, hubungan antara menantu dan mertua memiliki kedudukan istimewa. Seorang menantu perempuan dan ayah mertuanya, maupun menantu laki-laki dan ibu mertuanya, termasuk mahram secara permanen.


Untuk itu, Islam mengajarkan pentingnya menjaga adab, menghormati dan memperlakukan mertua dengan baik sebagaimana menghormati orang tua sendiri. Namun apakah hal tersebut berarti menantu wajib menjadi pihak yang mengurus mertua ketika sakit?

Ketika mertua sakit, siapa yang wajib merawatnya?

Para ulama menjelaskan bahwa kewajiban utama berbakti dan merawat orang tua berada pada anak kandung. Dalam konteks keluarga, suami memiliki tanggung jawab syari untuk memperhatikan kebutuhan ayah dan ibunya, termasuk ketika mereka sakit atau membutuhkan bantuan.

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat Luqman ayat 14 yang berbunyi;

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Artinya:

"Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.598) (Wasiat Kami,) "Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu." Hanya kepada-Ku (kamu) kembali."

memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Oleh karena itu, secara hukum fikih, tugas merawat orang tua bukanlah kewajiban yang dibebankan kepada menantu.

Meski demikian, para ulama, termasuk Syekh Mustofa Al Adawi, menegaskan bahwa membantu merawat mertua merupakan perbuatan mulia yang sangat dianjurkan. Tindakan tersebut termasuk bagian dari perbuatan yang baik dan menjadi sarana memperoleh pahala serta keridaan Allah SWT.

Menantu tidak wajib, tapi dianjurkan membantu

Dalam Islam, kewajiban utama seorang istri menaati suami selama tidak bertentangan dengan syariat. Ketika suami berusaha menjalankan kewajibannya kepada orang tua, istri dianjurkan untuk mendukung dan memudahkan langkah tersebut.

Dengan membantu menjaga atau merawat mertua yang sakit maka bisa menjadi bentuk dukungan nyata kepada suami. Selain meringankan beban pasangan, sikap tersebut juga mencerminkan keharmonisan dan kerja sama dalam rumah tangga.

Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan seorang istri yang mampu menyenangkan hati suaminya dan mendukungnya dalam kebaikan. Oleh sebab itu, meski bukan kewajiban mutlak, membantu mertua yang sedang sakit dapat menjadi amal saleh yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ. قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

Artinya:

"Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Siapakah wanita yang paling baik?" Jawab beliau, "Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci " (HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251)

Sikap yang dianjurkan menantu perempuan terhadap mertuanya

Berikut sikap yang dianjurkan menantu perempuan terhadap mertua.

1. Jaga sikap dan tutur kata

Hubungan yang harmonis dengan mertua berawal dari sikap santun. Menantu dianjurkan berbicara dengan lembut, menghormati pendapat mereka, dan menghindari ucapan yang dapat melukai perasaan.

Perhatian sederhana seperti menyapa dengan ramah, mendengarkan cerita mereka, atau menawarkan bantuan saat diperlukan sering kali memiliki dampak besar dalam membangun kedekatan emosional di dalam keluarga.

2. Dukung suami agar berbakti kepada orang tuanya

Setelah menikah, seorang laki-laki tetap memiliki kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Oleh sebab itu, istri sebaiknya memberikan dukungan ketika suami ingin membantu, mengunjungi, atau merawat orang tuanya.

Sikap mendukung ini bukan hanya mempererat hubungan suami-istri, melainkan juga menunjukkan kedewasaan dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Sebaliknya, menghalangi suami berbuat baik kepada orang tuanya dapat memicu konflik yang tidak perlu.

3. Menjalin silaturahmi dengan baik

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga tali silaturahmi. Menantu dapat menunjukkan perhatian kepada mertua dengan rutin menanyakan kabar, mengunjungi mereka, atau sekadar menghubungi melalui telepon dan pesan singkat.

Hubungan yang tetap terjaga meski berjauhan menunjukkan kepedulian dan rasa hormat. Kebiasaan sederhana ini juga dapat memperkuat ikatan keluarga besar.

4. Menghormati mertua seperti orang tua sendiri

Memandang mertua sebagai bagian dari keluarga inti dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih hangat. Sikap menghormati, mendengarkan nasihat, serta menunjukkan perhatian yang tulus akan membuat mertua merasa dihargai dan diterima.

Ketika hubungan dengan mertua berjalan baik, suasana rumah tangga biasanya menjadi lebih nyaman dan minim konflik. Bahkan keberadaan mertua dapat menjadi sumber dukungan moral bagi pasangan suami-istri.

5. Hindari prasangka buruk

Banyak persoalan keluarga berawal dari kesalahpahaman dan prasangka. Oleh karena itu, menantu dianjurkan untuk tidak terburu-buru menilai negatif setiap perkataan atau tindakan mertua.

Dengan mengedepankan sikap husnuzan atau berprasangka baik, hubungan keluarga dapat terjaga dengan lebih harmonis. Nasihat atau kritik yang disampaikan mertua pun dapat diterima sebagai bentuk perhatian, bukan serangan pribadi.

Jadi, dalam Islam tanggung jawab utama merawat orang tua yang sakit tetap berada di tangan anak kandung. Menantu tidak memiliki kewajiban syariat untuk mengurus mertua secara langsung.

Meski demikian, membantu merawat dan memperhatikan mertua merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan karena termasuk bentuk akhlak mulia dan dukungan kepada pasangan. Ketika suami dan istri saling bekerja sama dalam merawat orang tua maupun mertua, hubungan keluarga akan menjadi lebih harmonis dan penuh keberkahan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Cara Menghadapi Suami NPD

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Reaksi Bunda Ini Viral saat Gender Reveal, Bayi Ketujuhnya Ternyata Perempuan setelah 6 Anak Laki-laki

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Sophie Navita Ungkap Lika-Liku 23 Tahun Pernikahan, Sempat Alami Depresi hingga Menyendiri

Mom's Life Annisa Karnesyia

9 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Menyendiri, Bukan Berarti Anti Sosial

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Contoh Ilustrasi Label Buku Aesthetic dan Menarik untuk Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

Ibu Mertua Sakit Jadi Tanggung Jawab Siapa? Anak atau Menantu

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

6 Tanggal Lahir Ini Disebut Akan Sukses Secara Finansial

Reaksi Bunda Ini Viral saat Gender Reveal, Bayi Ketujuhnya Ternyata Perempuan setelah 6 Anak Laki-laki

7 Contoh Ilustrasi Label Buku Aesthetic dan Menarik untuk Anak

9 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Menyendiri, Bukan Berarti Anti Sosial

Ibu Mertua Sakit Jadi Tanggung Jawab Siapa? Anak atau Menantu

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK