Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Berbagi Makanan, Tak Selalu karena Pelit

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 10 Jun 2026 15:40 WIB

Ilustrasi Makan Singkong
Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Berbagi Makanan/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Orang yang tidak suka berbagi makanan sering kali dianggap pelit atau kurang peduli terhadap orang lain. Padahal, sikap tersebut tidak selalu mencerminkan sifat buruk, Bunda.

Bagi sebagian orang, makanan memiliki nilai khusus sehingga tidak mau dibagikan ke orang lain. Tapi, ada juga yang cukup perhitungan dengan porsi makannya sehingga enggan berbagi.

Pada Desember 2024, sebuah studi OpinionWay tentang kebiasaan makan pasangan, dilakukan oleh HelloFresh. Studi ini mengungkapkan bahwa 40 persen orang Prancis secara tegas menolak membiarkan pasangan untuk mencicipi makanan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ciri kepribadian orang yang tak suka berbagi makanan

Orang yang tidak suka berbagi makanan biasanya memiliki ciri kepribadian yang khas, Bunda. Berikut ciri kepribadiannya menurut penjelasan dari psikolog dan sosiolog:

1. Tidak suka miliknya diklaim orang lain

Seseorang yang tidak suka berbagi makanan biasanya tak suka miliknya diklaim orang lain. Mereka meyakini bahwa memberikan makanannya ke orang lain sama saja dipaksa untuk berbagi porsi.

"Ada paradoks nyata di sini," kata dosen psikologi makanan, Estelle Masson, dilansir laman World Crunch.

"Meskipun pada prinsipnya kita dapat berbagi makanan, ketika makanan sudah berada di piring, makanan itu menjadi milik individu dan tidak dapat lagi diklaim oleh orang lain. Beberapa orang mungkin merasa kehilangan haknya ketika mereka dipaksa untuk berbagi porsi makanannya."

2. Takut akan kekurangan sesuatu

Penyebab lain orang enggan berbagi makanan adalah mereka takut tidak cukup makan. Mereka khawatir makanan yang disantap tidak akan memuaskan diri mereka karena dibagikan ke orang lain.

Ketakutan akan kekurangan makanan ini sering berakar pada masa kanak-kanak, terutama dalam konteks keluarga di mana makanan menjadi masalah penting. "Individu tersebut tidak mendapatkan porsi penuhnya, meskipun telah ada kesepakatan di awal saat mulai makan. Ketidakseimbangan ini menciptakan frustrasi," ungkap Masson.

3. Memiliki pendirian yang teguh

Menurut Masson, orang tak mau berbagi makanan bisa jadi merupakan bentuk dari perilaku naluriah. Tanpa disadari, hal itu dilakukan seseorang untuk melindungi bagian makanannya, Bunda. Tapi, keputusan ini terkadang diambil untuk mempertahankan pendirian seseorang.

"Saya menyadari bahwa saya terlalu baik sehingga perlu belajar untuk menjaga kepentingan saya sendiri, tanpa melakukannya dengan mengorbankan orang lain. Saya suka membuat orang bahagia dan menjamu tamu, tetapi saya tidak percaya pada pengorbanan diri," ungkap Masson.

4. Menghargai orang lain untuk melindungi identitas diri

Inti permasalahan dari keputusan seseorang untuk tak berbagi makanan bisa terletak pada individualisasi gaya makannya. Setiap orang enggan berbagi karena percaya bahwa setiap orang mungkin memiliki preferensi yang berbeda. Mereka berusaha untuk menghargainya.

"Sepuluh tahun yang lalu, sebagian besar orang Prancis akan makan bersama keluarga di meja makan, di mana, secara umum, semua orang memiliki isi piring yang sama. Saat ini, kita melihat bahwa setiap orang menginginkan sesuatu yang berbeda di piring mereka," kata sosiolog makanan Eric Birlouez.

Saat ini, isi piring kita juga bisa menjadi cerminan langsung dari komitmen dan identitas kita. Seseorang mungkin tidak ingin berbagi untuk menegaskan komitmen tersebut, Bunda.

Demikian ciri kepribadian orang yang tidak suka berbagi makanan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda