MOM'S LIFE
Harga Obat Terancam Naik Imbas Rupiah Melemah, Ini Penjelasan BPOM dan Kemenkes
Amira Salsabila | HaiBunda
Jumat, 12 Jun 2026 12:40 WIBMenjaga kesehatan keluarga tentu menjadi prioritas banyak Bunda. Oleh karena itu, ketersediaan obat dengan harga yang terjangkau menjadi hal penting untuk memastikan kebutuhan kesehatan sehari-hari tetap terpenuhi.
Namun, harga berbagai kebutuhan, termasuk produk kesehatan, dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang terus berubah. Salah satu faktor yang sering menjadi perhatian adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Belakangan ini, muncul kekhawatiran terkait potensi kenaikan harga obat di Indonesia. Kondisi tersebut dikaitkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah, sementara sebagian bahan baku obat masih didatangkan dari luar negeri.
BPOM angkat bicara potensi harga obat naik
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, berbicara soal adanya potensi kenaikan harga obat-obatan di Indonesia, menyusul nilai tukar rupiah yang melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Taruna menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena masih banyak bahan obat yang diimpor dari luar negeri. Ia menuturkan industri farmasi akhirnya harus melakukan penyesuaian harga agar tetap bisa bertahan.
“Tentu industri farmasi kita supaya bisa survive akan menaikkan (harga). Tapi kita dari pemerintah berharap kenaikannya jangan terlalu tinggi,” ujar Taruna, dikutip dari laman detikcom, Kamis (11/6/2026).
Untuk menekan potensi kenaikan harga obat, pemerintah dan pelaku industri farmasi akan melakukan sejumlah langkah. Salah satunya dengan menyesuaikan kemasan produk serta mencari pemasok bahan baku obat dari negara lain yang menawarkan harga lebih kompetitif.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap harga obat di dalam negeri dapat tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan yang terlalu tinggi.
Taruna menjelaskan bahwa industri farmasi dapat mengalihkan sumber pemasokan bahan baku dari satu negara ke negara lain apabila dinilai lebih efisien.
“Bagaimana penggantian misalnya suplainya dari negara A, dia bisa pindah ke negara B. Dengan kebijakan-kebijakan ini, yang kami sudah tangani, saya yakin itu bisa menurunkan atau at least menstabilkan harga obat,” ujar Taruna.
Meski demikian, Taruna mengakui bahwa kondisi global saat ini masih memberikan tekanan terhadap harga obat.
“Kita tidak bisa bohong, harga dollar naik, perang masih jalan, bahan baku berkurang, harga naik sedikit. Kita berharap jangan terlalu ekstrem naiknya,” sambungnya.
Komponen obat yang terdampak kenaikan harga
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Lucia Rizka Andalucia, mengatakan potensi kenaikan harga obat akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang sulit dihindari.
Saat ini, Kementerian Kesehatan telah berkomunikasi dengan industri farmasi untuk menghitung seberapa besar dampaknya dan menentukan batas kenaikan harga yang masih bisa dikendalikan.
Menurut Rizka, komponen yang paling terdampak adalah bahan baku dan bahan kemasan obat yang banyak didatangkan dari luar negeri.
“Kita sudah menghitung. Komponen yang terdampak kenaikan itu bahan baku dan bahan kemasan. Bahan baku dan bahan kemasan atau cost of goods sold (COGS), biaya produksi, porsinya sekitar 40 persen dari harga obat,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak semua komponen pembentuk harga obat ikut mengalami kenaikan, Bunda.
Biaya lain seperti distribusi, pemasaran, dan operasional di dalam negeri relatif tidak terdampak oleh pelemahan rupiah, sehingga kenaikan harga obat diharapkan tidak terjadi secara signifikan.
Nah, itulah penjelasan terkait kenaikan harga obat akibat melemahnya nilai tukar rupiah yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)Simak video di bawah ini, Bun:
David Beckham Buktikan Asma Bukan Penghalang Jadi Atlet Dunia
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
4 Hal yang Harus Bunda Lakukan saat Kondom 'Bocor' Ketika Bercinta
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
TERPOPULER
Ciri Orang yang Selalu Merasa Jadi Korban dari Kalimat yang Diucapkan
Deretan Anak Artis Ikut Kejuaraan Taekwondo, Arsya hingga Cipung Unjuk Kebolehan
Rachel Chia Bagikan Potret Bersama Dikta usai Menikah, Pantai Jadi Pilihan Liburan Romantis
IUD untuk Pria Tengah Dikembangkan, Seperti Apa Cara Kerjanya?
Cara Mengetahui Orang yang Sedang Menyembunyikan Sesuatu Menurut Psikolog
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Waspada Abu Vulkanik, Ini 5 Barang Sebaiknya Dimiliki di Rumah untuk Lindungi Keluarga
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Orang yang Selalu Merasa Jadi Korban dari Kalimat yang Diucapkan
Deretan Anak Artis Ikut Kejuaraan Taekwondo, Arsya hingga Cipung Unjuk Kebolehan
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Rachel Chia Bagikan Potret Bersama Dikta usai Menikah, Pantai Jadi Pilihan Liburan Romantis
Cara Menerapkan Smart Parenting dengan Memilih Nutrisi Anak yang Tepat Tanpa Ribet
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Rambut Tipis dan Kempes? Conditioner Volume Repair Ini Bisa Bantu
-
Beautynesia
Tanpa Disadari, 3 Tanda Orang yang Sudah Tidak Bahagia dengan Hidupnya
-
Female Daily
Tampil Beda dengan Smokey Eye, Syifa Hadju Curi Perhatian di Coach Spring 2027!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Adu Gaya Syifa Hadju-Yasmin Napper Eksis di Fashion Show Coach, New York
-
Mommies Daily
5 Cara Ajak Anak Membantu Pekerjaan Rumah Tanpa Marah-Marah, Beres-Beres Bebas Stres