MOM'S LIFE
Ciri Kepribadian Orang yang Setop Posting di Media Sosial Tapi Masih Aktif Cek Tiap Hari
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 18 Jun 2026 22:00 WIBTidak semua orang yang berhenti posting di media sosial (medsos) benar-benar menjauh dari dunia digital, Bunda. Banyak yang memilih jadi 'pengguna pasif', tetapi tetap rutin membuka media sosial setiap hari untuk melihat kabar teman, mengikuti tren, atau sekadar memantau apa yang sedang terjadi.
Fenomena tersebut dapat menunjukkan cara seseorang dalam berinteraksi di dunia digital. Kebiasaan tersebut juga sering kali mencerminkan karakter dan preferensi sosial seseorang.
Lantas, seperti apa kepribadian orang yang memilih berhenti posting di media sosial, tetapi masih setia mengecek linimasa setiap hari?
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini ya.
Ciri kepribadian orang yang setop posting di medsos
Melansir dari laman Your Tango, berikut tujuh ciri kepribadian orang yang setop posting di media sosial, tapi masih aktif cek setiap hari:
1. Orang yang sangat tertutup
Sebagian orang tidak ingin seluruh kehidupan mereka dipublikasikan secara online. Mereka memilih 'diam' mungkin karena memiliki pengalaman negatif di dunia maya.
Alih-alih 'bersuara', orang-orang ini lebih suka mengamati dan melihat apa yang di-posting orang lain. Mereka menolak untuk mengungkapkan hal-hal pribadi dan memilih untuk menjaga apa yang mereka hargai.
Orang-orang ini mungkin memiliki profil kosong atau tidak ada pembaruan cerita, sehingga tampak seperti mereka tidak aktif. Mereka sebenarnya menetapkan batasan tegas pada apa yang paling penting dalam hidup.
2. Orang yang bijaksana
Bagi orang-orang yang berhenti mengunggah di media sosial tetapi masih melihatnya setiap hari, mereka mungkin menyadari kekuatan internet, dan lebih memilih menyelesaikan masalah di kehidupan nyata daripada membeberkan masalah pribadi di depan umum.
Sikap tersebut bisa menjadi cerminan kepribadian yang bijaksana, Bunda. Orang-orang ini lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dengan memeriksa diri sendiri dan menetapkan batasan, serta mengingat bahwa tidak ada yang dapat menggantikan koneksi tatap muka.
3. Mereka selektif dalam menggunakan energi
Semakin banyak seseorang berinteraksi di media sosial, semakin banyak energi yang terkuras dari mereka. Mulai dari menghabiskan waktu berdebat dengan orang asing hingga mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain.
Prang-orang yang berhenti mem-posting tetapi masih sering mengecek media sosial biasanya memiliki kemampuan untuk selektif tentang kepada siapa dan apa yang mereka berikan energinya. Orang-orang ini memprioritaskan kesehatan mental. Jadi, jika aktivitas tertentu di media sosial menambah stres, mereka akan menjauhinya.
4. Mereka memiliki validasi internal yang kuat
Ketika seseorang mencari pengakuan, mereka mendambakan koneksi dalam bentuk apa pun. Mereka membutuhkan seseorang untuk menunjukkan perhatian, dan media sosial adalah salah satu cara untuk melakukan hal itu.
Seseorang yang berhenti mengunggah postingan meskipun masih aktif setiap hari, biasanya adalah pribadi yang tidak membutuhkan orang asing di internet untuk meyakinkan bahwa mereka berharga. Orang-orang ini tidak menyamakan harga diri mereka dengan komentar atau 'like' di media sosial.
5. Mereka suka menjaga kedamaian dalam hidupnya sendiri
Beberapa orang bertekad untuk melindungi ketenangan mereka dengan berhenti mem-posting di media sosial. Mereka tetap ingin mengetahui tren di medsos, tetapi di sisi lain muak dengan penilaian negatif di media sosial.
Orang-orang ini suka menjaga kedamaian dengan membatasi interaksi di dunia digital. Mereka biasanya juga tidak dapat menikmati aktivitas santai seperti menggulir layar tanpa merasa cemas.
6. Mereka menghargai hubungan yang nyata
Media sosial memang dapat menghubungkan kita dengan orang lain, tetapi hanya sampai batas tertentu. Meskipun kita mungkin bertemu orang-orang baru dan bisa menjalin hubungan jangka panjang, ikatan daring tidak dapat mengalahkan interaksi di kehidupan nyata.
Seseorang yang memutuskan untuk setop posting di media sosial biasanya lebih menghargai hubungan yang nyata. Mereka suka menciptakan kenangan dari bertatap muka dan memahami seperti apa hubungan sejati yang sebenarnya, Bunda.
"Koneksi adalah dasar bagi kesehatan mental dan fisik, serta membantu kita mengurangi perasaan isolasi dan kesepian," kata penulis Karolyn A. Gazella.
7. Mereka tidak suka kepalsuan
Banyak orang di internet menampilkan diri mereka sebagai sosok yang sempurna atau seolah-olah hidup mereka selalu berjalan baik . Padahal kenyataannya tidak seperti yang terlihat. Orang-orang tersebut biasanya terlalu takut untuk mengungkapkan siapa diri mereka sebenarnya, sehingga mereka menciptakan citra tertentu di media sosial.
Namun di sisi lain, ada orang-orang yang tidak mengunggah apa pun di media sosial, karena mereka lebih suka mengutamakan keaslian atau tidak suka dengan kepalsuan. Mereka fokus pada diri sendiri dan hal-hal yang membahagiakan, sehingga tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Demikian tujuh ciri kepribadian orang yang setop posting di media sosial, namun masih aktif di ruang digital. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Jawaban Melaney Ricardo soal Kritikan Artis Ikut Jualan Live di Medsos
4 Tipe Orang Toxic di Media Sosial, Unfollow Saja Bun
Belajar Etika Menggunakan Media Sosial Lewat Rumah Digital Indonesia
7 Manfaat Setop Main Media Sosial Seperti yang Dilakukan Deddy Corbuzier
TERPOPULER
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Speaker Karaoke Portable 80W: Cukup Kuat Buat Acara Outdoor?
-
Beautynesia
Trueve Luncurkan Acne Soothe Series, Solusi Baru Atasi Jerawat dengan Teknologi AI
-
Female Daily
no na Tampil Memukau di Head In The Clouds 2026, Intip Fashion Colorful Mereka
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Foto: Pesona Nicole Rossi 'Asmara Gen Z', Ini Rahasia Cantiknya
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love