HaiBunda

MOM'S LIFE

Cara Menanam Bawang Merah dari Bibit sampai Panen, Panduan Lengkap untuk Pemula

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 30 Jun 2026 12:40 WIB
Ilustrasi cara menanam bawang merah dari bibit sampai panen / Foto: Getty Images/Ayudia Fatma

Bunda mau mencoba menanam bawang merah? Berikut panduan lengkap menanam bawang merah untuk pemula. 

Bawang merah menjadi salah satu bumbu dapur yang hampir selalu digunakan dalam berbagai masakan. Tak heran jika banyak orang mulai tertarik menanamnya sendiri di rumah.

Bawang merah dapat dibudidayakan di lahan sempit, pekarangan, hingga menggunakan pot atau polibag. Meski sering dianggap sulit, menanam bawang merah sebenarnya bisa dilakukan oleh pemula asalkan mengetahui teknik yang tepat sejak awal.


Mulai dari memilih bibit, menyiapkan media tanam, hingga perawatan selama masa pertumbuhan, semuanya berpengaruh terhadap kualitas umbi yang dihasilkan. Berikut cara menanam bawang merah dari bibit hingga panen dikutip dari berbagai sumber.

Cara menanam bawang merah dari bibit sampai panen

Sebelum mulai menanam, pastikan lingkungan tempat budidaya sesuai dengan kebutuhan tanaman. Bawang merah tumbuh optimal di lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh selama sekitar 6 hingga 8 jam setiap hari.

Tanaman ini juga membutuhkan tanah yang gembur, subur, serta memiliki drainase yang baik agar akar tidak mudah membusuk. Penyiraman dilakukan secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah.

Pada musim kemarau, penyiraman mendalam dapat dilakukan satu hingga dua kali dalam sepekan atau disesuaikan dengan kondisi media tanam.

Cara menanam bawang merah dari bibit

Menanam bawang merah dari bibit memang membutuhkan kesabaran lebih dibandingkan menggunakan umbi. Bibit muda juga lebih rentan terserang penyakit layu sehingga perawatannya harus lebih teliti.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan lahan atau wadah berisi tanah yang subur dan kaya bahan organik.
  2. Pastikan suhu tanah cukup hangat agar proses perkecambahan berjalan optimal.
  3. Sebarkan bibit bawang merah secara merata, kemudian tutup tipis menggunakan tanah.
  4. Jaga kelembapan media tanam dengan penyiraman ringan secara rutin.
  5. Setelah bibit tumbuh, biarkan tanaman berkembang hingga membentuk umbi kecil.
  6. Panen saat daun mulai mengering. Umbi hasil panen dapat disimpan sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya.

Cara menanam bawang merah dari umbi

Metode menggunakan umbi menjadi pilihan paling praktis karena peluang keberhasilannya lebih tinggi.

Alat dan bahan:

  • Pot atau polibag
  • Tanah subur
  • Pupuk kompos atau pupuk kandang matang
  • Bibit bawang merah yang sehat dan telah bertunas

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Campurkan tanah dengan pupuk organik hingga merata.
  2. Pilih umbi yang sehat, tidak memiliki bercak hitam, dan sudah mulai bertunas.
  3. Potong sedikit bagian ujung umbi untuk merangsang pertumbuhan tunas.
  4. Tanam umbi sedalam sekitar 5 sampai 7 cm dengan posisi tunas menghadap ke atas.
  5. Timbun kembali menggunakan tanah lalu padatkan perlahan.
  6. Siram setiap pagi dan sore secukupnya agar media tetap lembap.
  7. Letakkan tanaman di area yang mendapat cahaya matahari langsung.

Dalam kondisi normal, bawang merah dapat dipanen setelah berumur sekitar 60 sampai 90 hari. Tanda panen ditandai dengan daun yang mulai menguning, layu, dan rebah, sementara umbi tampak muncul di permukaan tanah.

Cara menanam bawang merah menggunakan cocopeat

Selain tanah, bawang merah juga dapat disemai menggunakan media cocopeat atau sabut kelapa yang memiliki daya simpan air cukup baik. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Kupas bawang merah hingga bersih.
  2. Belah umbi menjadi dua bagian agar tunas lebih cepat muncul.
  3. Siapkan gelas atau botol plastik yang telah diberi lubang di bagian bawah.
  4. Isi wadah dengan cocopeat hingga sekitar tiga perempat bagian, lalu basahi secukupnya.
  5. Letakkan potongan bawang dengan posisi bagian yang dipotong menghadap ke atas.
  6. Tekan perlahan agar berdiri kokoh.
  7. Siram media tanam tanpa membasahi langsung bagian umbi.
  8. Jaga kelembapan cocopeat setiap hari dan hindari paparan air hujan berlebihan.
  9. Setelah tunas dan daun tumbuh cukup banyak, pindahkan tanaman ke pot atau polibag yang lebih besar.

Cara menanam bawang merah dalam polibag

Budidaya menggunakan polibag cocok bagi yang memiliki lahan terbatas. Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

  • Gunakan polibag berukuran sekitar 30 x 40 sentimeter.
  • Isi dengan campuran tanah subur dan pupuk kompos.
  • Tanam maksimal tiga bibit bawang merah dalam satu polibag.
  • Atur jarak antarpolibag sekitar 15 sentimeter agar sirkulasi udara tetap baik.
  • Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
  • Lakukan penyiraman dua kali sehari saat cuaca panas. Jika hujan, penyiraman dapat dikurangi atau dihentikan sementara.
  • Berikan pupuk susulan ketika tanaman berumur sekitar 6 minggu menggunakan pupuk organik atau pupuk cair sesuai dosis.

Bawang merah umumnya siap dipanen pada umur sekitar 90 sampai 100 hari dengan ciri daun menguning, rapuh, dan umbi telah berkembang sempurna.

Tips agar bawang merah tumbuh subur dan hasil panen melimpah

Untuk hasil panen maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama proses budidaya, yaitu:

  1. Gunakan bibit berkualitas dan bebas penyakit.
  2. Pastikan media tanam tidak tergenang air.
  3. Berikan sinar matahari minimal enam jam setiap hari.
  4. Lakukan penyiraman secukupnya tanpa membuat media terlalu basah.
  5. Berikan pupuk secara berkala sesuai kebutuhan tanaman.
  6. Segera singkirkan tanaman yang menunjukkan gejala penyakit agar tidak menular ke tanaman lain.

Cara memperbanyak bibit bawang merah

Jika ingin memiliki stok bibit sendiri, bawang merah dapat diperbanyak dari hasil panen umbi kecil. Bunda bisa mulai dengan menanam bibit bawang merah hingga menghasilkan umbi berukuran sekitar 1 sampai 2 cm.

Setelah daun mengering, panen umbi lalu jemur di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara baik hingga benar-benar kering. Selanjutnya, simpan umbi dalam kantong jaring atau wadah berventilasi di tempat yang sejuk dan kering.

Bibit tersebut dapat digunakan kembali untuk musim tanam berikutnya sehingga tidak perlu membeli bibit baru setiap kali akan menanam. Selain mudah dibudidayakan, bawang merah juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti membantu melancarkan sirkulasi darah serta mendukung kesehatan jantung.

Dengan perawatan yang tepat sejak awal, tanaman bawang merah dapat tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang melimpah meski ditanam di pekarangan rumah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Daun Kelor Bantu Atasi Berbagai Penyakit

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Shireen Sungkar Awal Tahu Putrinya Penyandang Autisme, Belajar Menerima & Ikhlas

Parenting Nadhifa Fitrina

11 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi Lewat Cara Berbicara

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?

Menyusui Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

Kisah Tragis Balita di Jaksel Tewas Usai Jatuh ke Lubang Saat Main, Ini Kronologinya

Parenting Nadhifa Fitrina

Tantri 'Kotak' Jadi Korban Penipuan Rekan Bisnis hingga Miliaran Rupiah, Awalnya Percaya Sesama Rekan Wali Murid

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Tenor KPR hingga 40 Tahun, Bikin Harga Rumah Bisa Jadi 3 Kali Lipat

Bayi Menyusu Lama tapi Berat Tak Naik, Kenapa?

11 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi Lewat Cara Berbicara

Libur Telah Tiba, Simak Tips Bawa Anak Balita Berlibur saat Bunda Tengah Hamil

Cerita Shireen Sungkar Awal Tahu Putrinya Penyandang Autisme, Belajar Menerima & Ikhlas

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK