moms-life
Cara Mengenali Orang yang Suka Mencari Perhatian dan Cara Menyikapinya
HaiBunda
Minggu, 26 Jul 2026 07:55 WIB
Daftar Isi
Bunda, setiap orang mungkin pernah melakukan sesuatu yang memalukan demi menarik perhatian orang lain. Keinginan untuk disukai memang merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sosial.
Namun, berbeda halnya jika perilaku tersebut terus dilakukan hingga menjadi kebiasaan. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah yang mendasari dan perlu mendapat perhatian lebih.
Menurut psikolog Susan Albers, PsyD, ada sejumlah ciri yang dapat membantu Bunda mengenali seseorang yang gemar mencari perhatian. Lantas, apa saja tandanya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu perilaku mencari perhatian?
Dilansir Cleveland Clinic, edisi kelima dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (Dsm-5) mendefenisikan pencari perhatian sebagai melakukan perilaku yang dirancang untuk menarik perhatian dan menjadikan diri sendiri sebagai fokus perhatian dan kekaguman orang lain.
Pencari perhatian dapat berupa tindakan sadar atau tidak sadar, atau kombinasi keduanya. Albers menyebut bahwa persetujuan adalah tujuan mereka.
Namun, bukan berarti orang yang suka mencari perhatian selalu positif. Beberapa orang bertindak dengan cara yang salah untuk mendapat pengakuan yang mereka inginkan.
Perilaku ini bisa menjadi tanda gejala dari gangguan mental yang mendasarinya. Namun, itu juga bisa menjadi ciri kepribadian yang tidak terkait dengan penyakit mental.
Cara mengenali orang yang suka mencari perhatian
Albers menyebutkan beberapa contoh yang mungkin dapat Bunda kenali dari orang yang suka mencari perhatian. Berikut di antaranya:
- Bersikap terlalu dramatis dan emosional tanpa alasan.
- Membuat pernyataan kontroversial atau menyinggung untuk memprovokasi konflik.
- Pura-pura membutuhkan bantuan dari orang lain atau merendahkan diri sendiri untuk menarik simpati, jaminan, dan dukungan.
- Membuat unggahan yang ambigu, mencari pujian, atau memicu perdebatan di media sosial.
- Membuat tentang diri sendiri, harta benda, hubungan, atau prestasi.
- Berpakaian provokatif atau bertindak seksual di tempat yang tidak pantas.
- Berbohong atau melebih-lebihkan untuk membuat cerita lebih menarik.
- Merasa kesal atau cemburu ketika tidak menjadi pusat perhatian dalam percakapan.
- Mengabaikan batasan orang lain untuk memancing reaksi.
- Berteriak, merusak properti, dan bahkan melakukan tindakan kekerasan untuk menarik perhatian.
“Terkadang, perilaku mencari perhatian bisa melelahkan, menjengkelkan, atau membuat frustrasi. Itulah sebagian alasan mengapa istilah tersebut memiliki konotasi negatif. Tetapi kita semua harus mundur selangkah dan bertanya pada diri sendiri, ‘Mengapa orang ini mencari perhatian?’ ,” ungkap Albers.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sering kali mereka mencoba memenuhi kebutuhannya dengan cara tertentu. Dan, ketika memikirkannya dalam konteks tersebut, itu dapat membantu Bunda menjadi lebih berempati.
Dengan meninggalkan prasangka-prasangka buruk, akan lebih mudah untuk memahami akar penyebab perilaku mencari perhatian.
Cara menyikapi orang yang suka cari perhatian
Bunda perlu melakukan percakapan yang jujur dan penuh empat. Berikut beberapa di antaranya:
1. Pilih kata-kata dengan hati-hati
Tidak ada yang ingin disebut cari perhatian. Alih-alih menghakimi mereka, sebutkan perilaku spesifik yang menimbulkan kekhawatiran.
Albers mengatakan untuk memberi tahu mereka bahwa Bunda menginginkan waktu untuk bicara empat mata.
2. Ajak untuk merenung
Hindari berasumsi Bunda tahu mengapa seseorang mencari perhatian. Sebaliknya, tanyakan kepada mereka apa tujuan dari perilaku tersebut dan apakah perilaku itu memberikan efek yang diinginkan. Gunakan keterampilan mendengarkan aktif untuk memahami perspektif dan perasaan mereka, Bunda.
3. Berikan banyak penguatan positif
Mengubah perilaku seseorang bukan hal mudah. Penting untuk mengakui ketika seseorang berusaha dan merayakan keberhasilan yang diraih.
4. Menetapkan batasan
Pikirkan dengan saksama, sebelumnya, tentang seperti apa batasan yang sehat mengingat hubungan Bunda dan perilaku yang dimaksud.
Pastikan untuk menjelaskan dengan jelas apa konsekuensinya jika orang tersebut melanggar batasan yang ditetapkan.
5. Tidak apa-apa untuk menjauh
Bunda tidak harus mentolerir perilaku yang membuat tidak nyaman atau membahayakan. Jika orang yang bersangkutan tidak mau berubah, Bunda tidak bisa memaksakannya.
Nah, itulah beberapa cara yang dapat Bunda ketahui untuk mengenali orang yang suka cari perhatian dan cara menyikapinya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
3 Kalimat yang Perlu Dihindari Jika Ingin Dinilai Sebagai Wanita Cerdas
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
Mom's Life
8 Pintu Ini akan Tunjukkan Kekuatan dan Kemampuan Bunda Hadapi Masa Depan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Cara Mengenali Orang Tidak Tulus dari Kesehariannya
Cara Mengenali Orang Berkelas & Cerdas saat Ngobrol Sehari-hari
Cara Mengenali Orang Hyper-Independent dari Kalimat yang Diucapkan, Bunda Termasuk?