HaiBunda

MOM'S LIFE

Johnson & Johnson Tawarkan Rp89 T untuk Selesaikan Gugatan Bedak Bayi Diduga Picu Kanker Ovarium

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 29 Jul 2026 11:00 WIB
Ilustrasi Bedak Bayi/ Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska
Jakarta -

Bunda masih ingat kasus gugatan hukum terhadap perusahaan Johnson & Johnson (J&J) terkait bedak bayi yang diduga memicu kanker ovarium? Kasus yang pertama kali viral di tahun 2009 ini ternyata belum selesai, Bunda.

Baru-baru ini, Johnson & Johnson menawarkan untuk membayar hingga 5,5 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp89 triliun untuk menyelesaikan puluhan ribu tuntutan hukum, yang menuduh bahwa bedak bayi dan produk lain dari perusahaan ini mengandung talc (talcum), yang menyebabkan kanker ovarium.

Dilansir BBC, kesepakatan penting yang diusulkan ini bertujuan mengakhiri pertempuran hukum berkepanjangan yang telah membebani Johnson & Johnson selama bertahun-tahun. J&J sendiri membantah tudingan bahwa produk berbahan dasar talcum mereka menyebabkan kanker.


Wakil presiden litigasi firma yang mewakili J&J mengatakan bahwa tuduhan tersebut 'tidak berdasar' dan bahwa J&J bersedia untuk menyelesaikan masalah ini sampai tuntas. J&J mengatakan penyelesaian tersebut akan mencakup sekitar 69.000 kasus yang sebagian besar klaim terkait produk mengandung talcum.

"Perusahaan akan menawarkan hingga 3 miliar dollar AS (Rp48 triliun) tahun depan, tanpa pembayaran tambahan yang jatuh tempo sebelum tahun 2028," katanya.

J&J menyatakan bahwa proposal tersebut harus diterima oleh firma hukum yang mewakili 95 persen klaim kanker ovarium di pengadilan negara bagian dan federal sebelum dapat difinalisasi.

Haas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan yakin 'akan menang dengan litigasi lebih lanjut', seperti yang telah terjadi dalam sebagian besar kasus di pengadilan hingga saat ini. Menurutnya, proposal yang diusulkan juga memungkinkan perusahaan untuk melupakan masalah ini, dan membuat mereka tetap fokus pada misi untuk mengembangkan obat-obatan dan perangkat yang menyelamatkan nyawa manusia.

Perjalanan panjang gugatan ke Johnson & Johnson

Gugatan hukum terhadap J&J terkait bedak bayi berbahan dasar talc (talcum) telah dimulai sejak tahun 2009, Bunda. Pada awal Juli lalu, pengadilan federal memberikan kemenangan kepada perusahaan tersebut dengan mempertanyakan kemampuan para penggugat untuk menunjukkan bahwa bedak berbahan dasar talcum adalah penyebab langsung kanker ovarium.

Perlu diketahui, talc adalah mineral alami yang terbuat dari magnesium, silikon, oksigen, dan hidrogen. Mineral ini dikenal karena teksturnya yang seperti sabun dan sering digunakan dalam produk bedak bayi.

Johnson & Johnson telah menghadapi tuntutan hukum dari konsumen dan ahli waris mereka yang mengklaim produk bedak dari perusahaan ini menyebabkan kanker karena terkontaminasi asbes. Talc ditambang dari bumi dan ditemukan di lapisan yang berdekatan dengan asbes, bahan yang diketahui menyebabkan kanker.

J&J sendiri telah berulang kali membantah tuduhan tersebut. Terbaru, perusahaan besar ini juga membuat pernyataan untuk membantah tuduhan tersebut, Bunda.

"Studi menunjukkan bedak talc aman, tidak mengandung asbes dan tidak menyebabkan kanker," demikian isi pernyataan.

Pada tahun 2022, J&J sendiri telah menyatakan akan menghentikan produksi dan penjualan bedak bayi berbahan dasar talc di seluruh dunia. Pengumuman itu disampaikan lebih dari dua tahun setelah perusahaan menghentikan penjualan produk tersebut di AS.

"Sebagai bagian dari penilaian portofolio di seluruh dunia, kami telah membuat keputusan komersial untuk beralih ke produk bedak bayi berbahan dasar tepung jagung," kata J&J saat itu.

Beberapa temuan dalam kasus bedak bayi Johnson & Johnson

Produk bedak bayi Johnson & Johnson diduga mengalami kontaminasi asbes di dalamnya. Hal ini berdasarkan laporan penyelidikan Reuters pada tahun 2018. Dilansir detikcom, tudingan juga mengatakan bahwa Johnson & Johnson sebenarnya telah mengetahui bahwa produknya mengandung asbes dan karsinogen, Bunda.

Dalam catatan internal perusahaan, kesaksian persidangan, dan bukti lain menunjukkan bahwa setidaknya dari tahun 1971 hingga awal tahun 2000-an, bedak mentah dan bubuk jadi Johnson & Johnson terkadang diuji positif mengandung sejumlah kecil asbes.

Menanggapi bukti kontaminasi asbes yang disajikan dalam laporan media, di ruang sidang dan di Capitol Hill, J&J telah berulang kali mengatakan produk bedaknya aman dan tidak menyebabkan kanker. Produk yang dijual sejak 1894 ini bahkan disebut menjadi simbol citra ramah keluarga perusahaan.

Demikian kabar terbaru dari kasus bedak bayi Johnson & Johnson, yang dituding bisa menyebabkan kanker ovarium. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Hal yang Jarang Disadari Bisa Memicu Kanker Payudara

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kenali Tanda Orang yang Belum Dewasa Secara Emosional Lewat Sikap Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang yang Sulit Bergaul dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Mom's Life Amira Salsabila

Anne Hathaway Menangis Haru Dapat Hadiah untuk Calon Anak Ketiga, Isinya Bikin Gemas

Kehamilan Amrikh Palupi

Johnson & Johnson Tawarkan Rp89 T untuk Selesaikan Gugatan Bedak Bayi Diduga Picu Kanker Ovarium

Mom's Life Annisa Karnesyia

Layar Pentas Ceria Anak Indonesia Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Sukses Hibur Penonton

Parenting Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kenali Tanda Orang yang Belum Dewasa Secara Emosional Lewat Sikap Sehari-hari

Cara Mengenali Orang yang Sulit Bergaul dari Kalimat yang Sering Diucapkan

Anne Hathaway Menangis Haru Dapat Hadiah untuk Calon Anak Ketiga, Isinya Bikin Gemas

Johnson & Johnson Tawarkan Rp89 T untuk Selesaikan Gugatan Bedak Bayi Diduga Picu Kanker Ovarium

Layar Pentas Ceria Anak Indonesia Meriahkan Hari Anak Nasional 2026, Sukses Hibur Penonton

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK