MOM'S LIFE
Mengenal Cyclospora Skinny, Tren Diet Ekstrem yang Bikin Orang Sengaja Diare demi Kurus
Arina Yulistara | HaiBunda
Sabtu, 01 Aug 2026 13:35 WIBBanyak orang menjalani diet ekstrem. Kali ini muncul dengan nama Cyclospora Skinny yang bisa bahayakan kesehatan. Yuk mengenal tren diet ekstrem Cyclospora Skinny, Bunda.
Tren diet ekstrem kembali bermunculan di media sosial dan memicu kekhawatiran para ahli kesehatan. Setelah berbagai metode penurunan berat badan viral di TikTok, kini muncul tren yang dikenal sebagai Cyclospora Skinny atau diarrhea diet.
Dibanding menerapkan pola makan sehat, sebagian pelakunya justru seolah sengaja berupaya terinfeksi parasit penyebab diare agar berat badan turun dengan cepat. Fenomena tersebut berkembang di komunitas SkinnyTok, sebutan untuk kelompok kreator yang membagikan konten mengenai tubuh kurus dan metode diet ekstrem.
Mereka percaya bahwa infeksi parasit Cyclospora dapat membantu menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Padahal para pakar menegaskan bahwa cara ini sangat berbahaya karena dapat memicu gangguan kesehatan serius dan penurunan berat badan yang terjadi hanyalah bersifat sementara.
Mari bahas mengenai diet ekstrem Cyclospora Skinny.
Apa itu tren diet Cyclospora Skinny?
Cyclospora Skinny merupakan tren yang mendorong seseorang sengaja terpapar parasit Cyclospora cayetanensis, penyebab penyakit siklosporiasis (cyclosporiasis). Infeksi ini umumnya terjadi akibat mengonsumsi buah atau sayuran mentah yang terkontaminasi.
Dalam tren tersebut, sejumlah kreator media sosial memperlihatkan diri mereka menyantap salad, sayuran hijau, buah berry, hingga rempah segar seperti basil dan daun ketumbar yang diyakini berisiko membawa parasit tersebut. Tujuannya bukan untuk hidup sehat, melainkan agar mengalami diare berkepanjangan sehingga berat badan turun drastis.
Parasit Cyclospora masuk ke tubuh melalui makanan yang terkontaminasi. Setelah menginfeksi usus, parasit ini menyebabkan diare berair yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu sehingga tubuh kehilangan banyak cairan.
Dikutip dari laman Times of India, salah satu kreator konten di Amerika Serikat, Francesca, bahkan mengunggah video dirinya memegang semangkuk besar salad sambil berkata, "Aku ketika mendengar orang kehilangan berat badan 6 hingga 9 kilogram karena parasit itu."
Video tersebut telah ditonton lebih dari 2,2 juta kali hanya dalam hitungan jam dan memicu munculnya tagar seperti #CyclosporaSkinny serta #DiarrheaDiet yang semakin viral.
Mengapa tren ini cepat menyebar?
Media sosial dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat tren berbahaya ini cepat mendapat perhatian. Konten yang mengejutkan atau kontroversial cenderung memperoleh lebih banyak interaksi sehingga lebih mudah muncul di beranda pengguna.
Masalahnya, tidak semua penonton memahami bahwa sebagian video dibuat sebagai satir. Bagi mereka yang memiliki tekanan terhadap bentuk tubuh atau mengalami gangguan pola makan, candaan tersebut dapat dianggap sebagai saran nyata untuk menurunkan berat badan.
Beberapa pengguna TikTok bahkan secara terbuka mengaku rela mengambil risiko demi mendapatkan tubuh langsing. Seorang kreator asal Texas bernama Madi mengatakan dirinya rela mencoba tren tersebut karena tidak ingin repot mengubah pola makan.
Ada pula Brittany Jade yang baru melahirkan dan mengaku berat badannya turun sekitar 9 kilogram setelah mengalami infeksi disertai diare hebat. Sementara kreator lain bernama Sean mengatakan dirinya kehilangan sekitar 5 kilogram setelah sakit selama hampir satu bulan akibat infeksi Cyclospora. Elizabeth juga mengaku senang tubuhnya kembali langsing setelah mengalami siklosporiasis.
Berat badan memang turun, tapi bukan karena lemak berkurang
Ahli diet tersertifikasi, Bonnie Roney mengingatkan bahwa penurunan berat badan akibat diare bukanlah tanda keberhasilan diet. Menurutnya, berat badan yang hilang sebagian besar berasal dari cairan tubuh, bukan lemak.
"Penurunan berat badan akibat diare sebagian besar hanyalah kehilangan cairan tubuh. Setelah diare berhenti, yang memang seharusnya terjadi, berat badan tersebut kemungkinan besar akan kembali lag," jelas Bonnie Roney dikutip dari Times of India.
"Penyakit akibat makanan yang terkontaminasi juga dapat memberikan dampak jangka panjang pada kesehatan usus, bahkan memengaruhi hubungan seseorang dengan makanan. Jadi, penurunan berat badan sementara karena kehilangan cairan sama sekali tidak sepadan dengan risikonya," lanjutnya.
Bonnie menambahkan bahwa sengaja membuat tubuh sakit demi menurunkan berat badan justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan berkepanjangan serta memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Gejala infeksi Cyclospora yang perlu diwaspadai
|
|
Kasus infeksi Cyclospora di Amerika Serikat terus meningkat. Sejak 1 Mei 2026, tercatat ada 1.645 kasus terkonfirmasi yang tersebar di 34 negara bagian.
Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap infeksi usus tersebut. Jika tidak ditangani, siklosporiasis dapat menyebabkan berbagai gejala, antara lain:
- Diare berair atau diare hebat.
- Kehilangan nafsu makan.
- Kram atau nyeri perut.
- Perut kembung.
- Produksi gas berlebihan.
- Dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan.
Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko komplikasi, terutama pada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.
Makanan yang bisa menyebabkan infeksi
Parasit Cyclospora paling sering ditemukan pada produk segar yang terkontaminasi. Beberapa jenis makanan yang pernah dikaitkan dengan wabah infeksi, meliputi:
- Selada dan sayuran hijau
- Raspberry
- Blackberry
- Mangga
- Kacang polong salju (snow peas)
- Daun basil
- Daun ketumbar (cilantro)
- Daun selada air (watercress)
- Daun bawang
- Nampan berisi aneka sayuran segar
Otoritas kesehatan Amerika Serikat juga sedang menyelidiki dugaan keterkaitan sejumlah kasus dengan produk makanan dari jaringan restoran cepat saji tertentu.
Tren diet apa pun yang menjanjikan hasil instan sebaiknya disikapi dengan kritis. Menurunkan berat badan secara sehat tetap membutuhkan kombinasi pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, tidur yang cukup, dan konsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)