Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang EQ Rendah dari Kalimat yang Diucapkan saat Teman Curhat

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 05 Aug 2026 11:55 WIB

Ilustrasi curhat
Ilustrasi Ciri Orang EQ Rendah dari Kalimat yang Diucapkan saat Teman Curhat / Foto: Getty Images/CHARTCHAI KANTHATHAN
Daftar Isi
Jakarta -

Emotional quotient (EQ) berperan penting dalam membangun hubungan yang sehat, termasuk saat mendengarkan teman yang sedang curhat. Orang dengan EQ rendah terkadang tanpa sadar mengucapkan kalimat yang justru menyinggung temannya yang sedang curhat.

Kalimat mereka membuat perasaan temannya menjadi tidak tervalidasi. Ucapan seperti ini bisa membuat seseorang enggan terbuka dan menciptakan jarak dalam pertemanan.

Oleh karena itu, penting mengenali kalimat-kalimat yang sebaiknya dihindari saat teman sedang berbagi cerita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


7 Kalimat yang sering diucapkan orang EQ rendah saat teman curhat

Dilansir Parade, orang yang menunjukkan ciri-iri kecerdasan rendah, seperti kurangnya empati, sering kesulitan menemukan kata-kata yang ‘tepat’ untuk diucapkan di saat-saat sulit.

Berikut beberapa kalimat yang mungkin disampaikan orang dengan EQ rendah saat temannya curhat:

1. “Bukan masalah besar”

Seorang terapis berlisensi dan kepala petugas psikologis di recovered.org, Dr. Deborah Vinall, Psy.D., LMFT, mengatakan “bukan masalah besar” adalah salah satu kata yang dihindari oleh orang-orang cerdas secara emosional.

Meskipun sering dimaksudkan untuk meredakan situasi atau menghibur, kalimat ini justru menyebabkan penolakan emosional dan meremehkan karena menyiratkan bahwa teman tersebut “salah” karena merasa kesal.

2. “Bukan itu yang terjadi”

Ingatan orang berbeda-beda, tetapi Vinall tidak menyarankan menggunakan kalimat ini dengan seorang teman, terutama saat mereka curhat.

“Terburu-buru menyangkal dan membantah pengalaman teman kamu daripada mendengarkan inti permasalahan di balik keluhan tersebut adalah tindakan yang meremehkan dan gagal mengarah pada pemahaman atau perbaikan,” ujar Vinall.

3. “Itu masalahmu”

Teman itu seperti rekan satu tim dan, seperti kata pepatah, “Kerja sama tim mewujudkan impian”.

Jadi, tidak heran jika ungkapan ini bisa menjadi mimpi buruk bagi persahabatan.Vinall mengatakan ungkapan itu kurang empati dan tidak menunjukkan kemauan untuk mencoba memahami keluhan teman tersebut.

4. “Kamu membuatku sangat marah”

Ungkapan yang menunjuk jari ini juga tidak membantu, dan tidak akurat. Vinall menjelaskan bahwa ungkapan ini mengalihkan tanggung jawab atas perasaan pembicara.

5. “Saya turut menyesal kamu merasa seperti itu”

Orang yang cerdas secara emosional akan meminta maaf. Namun, Vinall menyatakan bahwa ungkapan ini bukanlah permintaan maaf yang sebenarnya. Ungkapan itu hanya kedok di balik bahasa seorang yang tidak tulus.

“Tidak ada pertanggungjawaban atau tanggung jawab yang diambil untuk melakukan perubahan. Kedengarannya mirip dengan empati, tetapi tidak sepenuhnya sampai pada kepedulian,” tuturnya.

6. “Aku cuma bercanda. Kamu terlalu serius menanggapi semuanya”

Itu bukan lelucon kecuali semua orang tertawa. Vinall mengatakan ungkapan-ungkapan orang dengan EQ rendah seperti ini meremehkan orang lain dan bersembunyi di balik alasan (yang jarang benar) yang sulit dibantah.

“Meskipun lelucon yang tulus itu malah menyakitkan, tanggung jawab tetap berada pada orang yang membuat lelucon untuk menilai kesesuaian dan kepekaannya, serta bertanggung jawab jika hal itu mengakibatkan rasa sakit,” ujarnya.

7. “Kamu selalu membesar-besarkan segala sesuatu”

Vinall juga menjelaskan bahwa kalimat ini membuat pergeseran lain (yang bersifat meremehkan), kali ini dengan fokus dari mendengarkan kekhawatiran yang sah menjadi menyerang orang yang terluka. Motivasinya adalah untuk membela diri, bukan kepedulian atau komunikasi.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering disampaikan orang dengan EQ rendah saat temannya curhat dan perlu dihindari. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda