HaiBunda

MOM'S LIFE

7 Kalimat Sopan saat Menanggapi Perbedaan Pendapat dengan Orang Lain

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 16 Aug 2026 19:10 WIB
Ilustrasi Kalimat Sopan saat Menanggapi Perbedaan Pendapat dengan Orang Lain/Foto: Getty Images/Natee Meepian
Jakarta -

Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang memiliki sudut pandang, pengalaman, dan cara berpikir yang berbeda sehingga tidak selalu bisa menyetujui pandangan satu sama lain.

Namun, menyampaikan pendapat atau menanggapi pandangan yang berbeda terkadang tidak mudah. Emosi dapat ikut terbawa dan membuat percakapan berubah menjadi perdebatan, terlebih jika masing-masing pihak merasa pendapatnya paling benar.

Supaya komunikasi tetap berjalan dengan baik, ada beberapa kalimat sopan yang bisa digunakan saat menghadapi perbedaan pendapat.


Ungkapan sederhana ini dapat membantu menyampaikan sikap tanpa merendahkan atau membuat lawan bicara merasa dihakimi.

Kalimat sopan saat menanggapi perbedaan pendapat dengan orang lain

Dilansir Parade, psikolog di Amerika Serikat, Dr. Michele Goldman, Ph.D., memberikan pandangannya tentang kalimat terbaik untuk menyampaikan sudut pandang Bunda:

1. “Saya punya beberapa pemikiran tentang ini. Mungkin kita bisa saling berbagi di waktu yang tepat”

Saat dihadapkan pada situasi mendadak, Bunda disarankan untuk tetap tenang dan tidak harus selalu langsung menjawab.

"Ungkapan ini bukan hanya memberi kamu waktu untuk memikirkan apa yang kamu katakan, tetapi juga kesempatan untuk mengingatkan orang lain tentang keinginan untuk melanjutkan percakapan ketika waktunya tepat," ujar Goldman.

2. “Perspektif saya mungkin berbeda dengan kamu. Saya ingin mendengar pendapat kamu, kemudian saya juga bisa berbagi pendapat saya”

Berbagi pendapat adalah percakapan dua arah yang terbaik. Goldman menyukai pernyataan ini karena mengakui perbedaan perspektif dan menindaklanjutinya dengan keinginan untuk mendengar pemikiran orang lain, meskipun mungkin berbeda.

“Kamu menyampaikan pesan, ‘Saya peduli dengan apa yang kamu pikirkan’, sekaligus menyiratkan, ‘Saya harap kamu juga peduli dengan apa yang saya pikirkan’,” ungkap Goldman.

3. “Jika pendapat saya beralasan, saya dengan senang hati akan membagikannya”

Goldman mengatakan kalimat ini berguna dalam situasi dengan rantai komando yang jelas, seperti di tempat kerja.

“Kadang-kadang, terutama dalam hubungan di mana seseorang memiliki kekuasaan lebih, seperti atasan, pendapat semua orang tidak dihargai, dan juga tidak pantas untuk dibagikan. Ungkapan ini memperjelas konteksnya,” tutur Goldman.

Hal ini juga bisa bermanfaat dalam situasi seperti berbagi saran tentang pengasuhan anak atau kesehatan.

4. “Saya telah memikirkan hal ini dan dengan senang hati akan berbagi pemikiran saya dengan kamu”

Kalimat ini digunakan untuk meminta izin sebelum menyampaikan pendapat, sekaligus menunjukkan bahwa Bunda sudah mencari tahu dan mempersiapkan informasi terlebih dahulu.

Jika sudah mendapat izin untuk berbicara, orang lain kemungkinan akan lebih terbuka untuk mendengarkan.

“Dengan memberi tahu orang lain bahwa kamu sudah melakukan riset atau mempersiapkan informasi sebelumnya, pendapat yang disampaikan akan lebih mungkin dianggap penting dan memiliki bobot,” ujar Goldman.

5. “Sepemahaman saya adalah…”

Goldman menyukai pertanyaan ini karena berfungsi sebagai pengantar bahwa Bunda akan membagikan interpretasi tentang sesuatu.

“Satu-satunya hal yang kamu bagikan adalah pemahaman kamu, kamu tidak mengatakan bahwa pemahaman orang lain benar atau salah. Kamu hanya mengatakan apa yang kamu pahami atau kesimpulan apa yang telah ditarik,” ujar Goldman.

6. “Saya menghargai sudut pandang kamu. Menurut saya…”

Setelah mendengarkan pendapat seseorang, Bunda mungkin ingin menyampaikan sudut pandang yang berbeda. Goldman menyarankan untuk menggunakan kalimat yang tetap menghargai pendapat lawan bicara sebelum menyampaikan pandangan sendiri.

7. “Saya terbuka terhadap masukan dan pertanyaan…”

Goldman menyukai kalimat ini karena memberikan kesan bahwa Bunda terbuka, fleksibel, dan kolaboratif.

“Kamu juga berbagi keyakinan dari pengalaman pribadi dan perspektif yang telah kamu jalani. Jenis pertanyaan ini ramah, tetapi tegas dan asertif. Pernyataan ini terbuka dan kooperatif sambil memberi ruang bagi keyakinan kamu,” ujar Goldman.

Nah, itulah beberapa kalimat sopan yang bisa disampaikan untuk menanggapi perbedaan pendapat. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ini 4 Kata Psikologis agar Permintaan Lebih Mudah Diterima

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Kalimat Sopan saat Menanggapi Perbedaan Pendapat dengan Orang Lain

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Membuat Nasi Uduk di Rice Cooker yang Harum dan Pulen dalam Sekali Masak

Mom's Life Amira Salsabila

7 Masalah yang Bisa Dialami Anak jika Sering Dianggap Dewasa Sejak Kecil

Parenting Annisa Karnesyia

Ciri Orang EQ Tinggi dari Caranya Menerima Kritik

Mom's Life Elia Amaliana

Benarkah Menikah di Bulan Maulid Bisa Bawa Sial? Ini Penjelasannya

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Benarkah Menikah di Bulan Maulid Bisa Bawa Sial? Ini Penjelasannya

7 Kalimat Sopan saat Menanggapi Perbedaan Pendapat dengan Orang Lain

Cara Membuat Nasi Uduk di Rice Cooker yang Harum dan Pulen dalam Sekali Masak

7 Masalah yang Bisa Dialami Anak jika Sering Dianggap Dewasa Sejak Kecil

Ciri Orang EQ Tinggi dari Caranya Menerima Kritik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK