Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri-Ciri Orang Punya IQ Tinggi dari Kebiasaan yang Sering Dikira Egois

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Minggu, 16 Aug 2026 12:00 WIB

Ilustrasi perempuan sendiri
Ilustrasi Ciri-Ciri Orang Punya IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Sering Dikira Egois/Foto: Getty Images/Krisada tepkulmanont
Daftar Isi
Jakarta -

Sesorang mungkin bisa mendapat penilaian sebagai orang yang egois ketika memiliki cara berpikir berbeda. Sikap yang dianggap mementingkan dirinya sendiri ini pun belum tentu benar-benar menunjukkan bahwa ia hanya peduli pada diri sendiri.

Menariknya, beberapa perilaku yang sering mendapat penilaian negatif justru dapat berkaitan dengan tingkat kecerdasan tinggi.

Orang dengan kemampuan intelektual yang baik terkadang memiliki cara tersendiri dalam menjalani kehidupan, mengambil keputusan, dan merespon lingkungan di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hal ini membuat sejumlah sikap mereka mudah disalahpahami sebagai keegoisan, padahal ada alasan lain di baliknya. Lantas, seperti apa ciri-ciri orang dengan IQ tinggi yang sering dianggap egois? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Ciri-ciri orang punya IQ tinggi dari kebiasaannya yang dikira egois

Psikolog klinis yang bekerja di praktik swasta di Massachusetts, Dr. Sari Chait, Ph.D., mengungkap sebenarnya ada cukup banyak kebiasaan egois yang dapat menandakan kecerdasan tinggi. Berikut beberapa di antaranya:

1. Mengatakan tidak

Dilansir Parade, ketika orang mengatakan tidak untuk melakukan sesuatu, membantu, atau menghadiri acara, itu sering dianggap egois.

Namun, menetapkan batasan tersebut sebenarnya dapat menunjukkan bahwa mereka sangat menyadari keterbatasan waktunya sendiri dan dengan cerdas melindungi waktunya.

Dia menambahkan bahwa kemampuan untuk memutuskan secara bijaksana apa yang perlu diperhatikan dan apa yang tidak perlu membutuhkan banyak pertimbangan dan perencanaan.

2. Menghabiskan waktu sendirian

Ketika seorang teman memilih untuk menghabiskan waktu sendiri daripada bersama orang-orang, hal itu bisa terasa egois.

Namun, Chait menjelaskan mungkin orang tersebut memiliki kesadaran diri yang cukup untuk mengetahui bahwa mereka membutuhkan waktu sendirian untuk beristirahat dan mengisi kembali energinya.

“Tanpa waktu sendirian itu, banyak orang menjadi kelelahan secara sosial dan kemudian tidak mampu menunjukkan sisi terbaik mereka kepada orang lain, yang berdampak negatif pada hubungan tersebut,” ujar Chait.

3. Mendelegasikan tugas kepada orang lain

Kemampuan dan kemauan untuk mendelegasikan tugas dapat dianggap sebagai sikap egois, tetapi sebenarnya menunjukkan seseorang yang memiliki kesadaran yang baik tentang kapasitas dirinya sendiri dan orang lain.

Perilaku ini sering muncul dalam lingkungan profesional, ketika seorang karyawan mendelegasikan tugas kepada orang lain.

Menurut Chait, selama seseorang mendelegasikan tugas dengan sengaja, hal itu bisa menjadi hal yang baik bagi semua orang karena menghasilkan kelonggaran waktu bagi mereka sendiri, sekaligus membuat orang lain merasa dilibatkan dan dimanfaatkan dengan baik.

4. Memiliki rutinitas yang kaku

Memiliki rutinitas yang kaku dapat terlihat berlebihan atau merepotkan bagi orang lain. Namun, tidak bagi mereka karena ada alasan di balik ketidakfleksibelannya.

“Mereka mungkin mematuhi dengan sangat ketat karena tahu itu berhasil bagi mereka, mengurangi kemungkinan tidak menyelesaikan sesuatu, dan memenuhi kebutuhan mereka sedemikian rupa sehingga memungkinkan mereka untuk tampil di tempat lain atau dengan orang lain sebagai diri mereka yang terbaik,” ujar Chait.

5. Tidak setuju dengan mayoritas

Dalam percakapan yang panas di antara sekelompok orang, hal termudah sering kali adalah setuju dengan mayoritas dan tetap tenang, tetapi sebenarnya, orang yang berani berbicara dan tidak setuju dengan mayoritas mungkin adalah orang yang paling cerdas di ruangan itu.

“Meskipun hal ini dapat membuat orang berpikir kamu bersikap menyulitkan atau tidak memahami sesuatu yang menurut mereka sudah jelas, sebaliknya ini bisa menjadi tanda seseorang yang ingin membuat keputusan berdasarkan informasi yang memadai.

6. Mengubah pendapat seseorang

Sangat mudah untuk membentuk opini dan meyakinkan diri sendiri untuk tetap berpegang teguh pada opini tersebut selamanya.

Namun, Chait mengatakan orang cerdas sering kali lebih terbuka untuk mempelajari informasi baru dan menggunakannya untuk mengubah pendapat mereka.

“Hal ini terkadang bisa dianggap egois jika orang lain berpikir kamu mempersulit keadaan dengan mengubah pikiran. Tetapi, kemampuan untuk menerima informasi baru dan dengan mudah mengubah pendapat sebenarnya adalah tanda kecerdasan,” ujarnya.

7. Tidak langsung membalas pesan

Menurut Chait, penundaan ini sebenarnya bisa berarti mereka mencoba untuk lebih bijaksana dalam tanggapan atau tetap produktif dalam pekerjaan.

“Mereka mungkin menyisihkan waktu dalam sehari untuk menanggapi pesan-pesan tersebut agar tidak terus-menerus mengganggu aktivitas atau alur kerja mereka,” ungkap Chait.

Nah, itulah beberapa kebiasaan orang IQ tinggi yang sering dianggap egois. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda