HaiBunda

MOM'S LIFE

Jangan Buang Ampas Kopi! 13 Cara Memanfaatkannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 18 Aug 2026 17:55 WIB
Ilustrasi memanfaatkan ampas kopi untuk pupuk alami tanaman / Foto: Getty Images/iStockphoto/ThamKC

Sering buang ampas kopi setelah membuatnya? Jangan dibuang Bunda, coba manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Jangan buru-buru membuang ampas kopi setelah menikmati secangkir kopi di rumah, Bunda. Sisa bubuk kopi yang biasanya berakhir di tempat sampah ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari merawat tanaman hingga membantu membersihkan sejumlah peralatan rumah tangga.

Tak hanya itu, ampas kopi juga kerap digunakan sebagai bahan perawatan tubuh dan kecantikan sederhana. Dengan mengolahnya secara tepat, sisa seduhan kopi bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari yang lebih hemat sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.


Apa saja kegunaan ampas kopi? 

Cara memanfaatkan ampas kopi di rumah

Mengutip healthline, berikut sejumlah cara memanfaatkan ampas kopi di rumah.

1. Untuk menyuburkan tanaman

Ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan tambahan untuk perawatan tanaman. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ampas kopi bekas seduhan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi membantu memperkaya tanah.

Selain menjadi sumber bahan organik, ampas kopi juga dapat membantu meningkatkan nilai nutrisi tanah sehingga tanaman memperoleh lingkungan yang lebih mendukung untuk tumbuh. Meski demikian, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

Cara menggunakannya cukup mudah. Taburkan ampas kopi secukupnya pada permukaan tanah di sekitar tanaman, lalu campurkan secara ringan dengan tanah. Jangan memberikan terlalu banyak sekaligus agar kondisi tanah tidak berubah secara berlebihan.

2. Dijadikan kompos

Daripada langsung membuang ampas kopi, Bunda juga bisa menyimpannya untuk bahan kompos. Proses pengomposan mengubah berbagai bahan organik menjadi material kaya nutrisi yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas tanah.

Penelitian menunjukkan ampas kopi dapat menjadi bagian dari campuran kompos. Bahkan sebuah penelitian pada 2016 menemukan bahwa kompos dengan kandungan ampas kopi 40 persen menghasilkan emisi gas rumah kaca paling rendah sekaligus kualitas kompos yang baik dibandingkan beberapa campuran lainnya.

Ampas kopi bisa dicampur dengan bahan organik lain seperti potongan rumput, daun kering, kulit kayu, tanaman herbal, kulit telur, serta sisa potongan buah dan sayur. Hindari memasukkan daging, ikan, produk susu, tanaman yang terkena penyakit, minyak, dan lemak ke dalam kompos rumah tangga.

3. Bantu mengusir serangga dan hama

Ampas kopi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu cara sederhana untuk mengurangi kehadiran serangga di sekitar rumah. Beberapa senyawa dalam kopi diketahui berpotensi memberikan efek yang tidak disukai serangga tertentu.

Sejumlah penelitian menunjukkan ampas kopi dapat membantu mengusir semut dan nyamuk. Bunda dapat mencoba menaburkan ampas kopi yang masih lembap di area yang sering menjadi tempat berkumpulnya serangga.

Meski begitu, cara ini sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti utama pengendalian hama. Jika masalah serangga di rumah cukup parah, tetap diperlukan metode penanganan yang lebih sesuai.

4. Bantu atasi kutu pada hewan peliharaan

Kutu merupakan salah satu masalah yang cukup umum dialami hewan peliharaan. Selain mengganggu kenyamanan, penanganannya terkadang membutuhkan waktu dan biaya.

Ampas kopi disebut dapat digunakan secara eksternal untuk membantu mengusir kutu. Setelah hewan peliharaan dimandikan dengan sampo, ampas kopi dapat digosokkan perlahan pada bulunya kemudian dibilas sampai bersih.

Perlu Bunda pahami, efektivitas ampas kopi tidak dapat disamakan dengan produk antikutu yang direkomendasikan dokter hewan. Yang terpenting, jangan sampai hewan peliharaan mengonsumsi ampas kopi karena kopi dapat berbahaya bagi anjing dan hewan lainnya.

5. Menetralisir bau tidak sedap

Punya kulkas yang mengeluarkan aroma kurang sedap? Ampas kopi bisa menjadi salah satu bahan rumahan yang dicoba untuk membantu menyerap dan menetralisir bau.

Senyawa tertentu dalam kopi memiliki kemampuan menyerap molekul penyebab aroma tidak menyenangkan. Bunda bisa memasukkan ampas kopi ke dalam mangkuk kecil dan meletakkannya di dalam kulkas.

Ampas kopi juga dapat dimasukkan ke dalam kaus kaki bekas yang bersih, kemudian diikat rapat. Kantong sederhana tersebut bisa ditempatkan di laci, tas olahraga, kamar tidur, atau area bawah jok mobil sebagai pengharum sekaligus penyerap bau.

6. Jadi bahan pembersih alami

Tekstur ampas kopi yang agak kasar dapat digunakan sebagai bahan penggosok untuk sejumlah permukaan keras. Ampas kopi bisa membantu mengangkat kotoran atau sisa yang menempel pada permukaan tertentu.

Bunda bisa mencobanya untuk membersihkan wastafel, peralatan masak, atau pemanggang. Gosokkan ampas kopi secara perlahan pada permukaan yang ingin dibersihkan kemudian bilas hingga tidak ada sisa ampas.

Hindari menggunakannya pada permukaan berpori. Warna cokelat dari kopi berpotensi meninggalkan noda dan justru membuat permukaan terlihat kotor.

7. Pembersih panci dan wajan

Sisa makanan yang mengering di dasar panci atau wajan terkadang sulit dibersihkan hanya dengan spons dan sabun. Dalam kondisi tertentu, tekstur kasar ampas kopi bisa dimanfaatkan untuk membantu menggosok kerak tersebut.

Caranya sederhana, cukup taburkan sedikit ampas kopi pada bagian panci atau wajan yang kotor, kemudian gosok perlahan seperti menggunakan scrub. Setelah itu, cuci dan bilas peralatan hingga benar-benar bersih.

Cara ini sebaiknya digunakan pada peralatan yang permukaannya tidak mudah tergores. Hindari menggosok terlalu keras agar tidak merusak lapisan pelindung pada alat masak.

8. Eksfoliasi kulit

Ampas kopi juga kerap digunakan sebagai bahan scrub untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Tekstur partikelnya dapat memberikan efek eksfoliasi ketika digosokkan secara lembut pada kulit.

Bunda dapat mencampurkan ampas kopi dengan sedikit air, kemudian mengoleskannya pada tubuh sambil melakukan pijatan ringan. Campuran tersebut juga bisa digunakan sebagai scrub bibir dengan tambahan bahan seperti madu.

Jangan menggosok kulit terlalu kuat karena dapat menyebabkan iritasi. Untuk wajah, sebaiknya lebih berhati-hati karena tekstur ampas kopi bisa terlalu kasar bagi sebagian orang, terutama pemilik kulit sensitif.

9. Bantu menyamarkan tampilan selulit

Selulit merupakan kondisi kulit yang membuat permukaannya tampak berlekuk atau bergelombang. Kondisi ini sangat umum dan lebih sering terlihat pada area seperti paha dan bokong.

Kandungan kafein pada kopi secara topikal diduga dapat membantu meningkatkan aliran darah di area yang dioleskan sehingga tampilan selulit mungkin terlihat lebih samar untuk sementara. Namun ampas kopi bukanlah cara untuk menghilangkan selulit secara permanen.

Jika ingin mencobanya, campurkan ampas kopi dengan air atau minyak kelapa. Gosokkan secara perlahan pada area yang memiliki selulit selama sekitar 10 menit, maksimal beberapa kali dalam seminggu, sambil memperhatikan reaksi kulit.

10. Bikin daging lebih empuk

Tak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, ampas kopi juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan memasak. Kopi mengandung asam dan enzim alami yang berpotensi membantu memecah serat serta protein pada daging.

Bunda dapat mencampurkan ampas kopi dengan bumbu kering favorit untuk membuat dry rub. Oleskan campuran tersebut pada daging sekitar dua jam sebelum dimasak.

Alternatif lainnya dengan menyeduh kembali ampas kopi, kemudian membiarkan cairannya dingin. Air kopi tersebut dapat digunakan sebagai bahan marinasi daging dan disimpan di dalam lemari es hingga sekitar 24 jam sebelum dimasak.

11. Bantu merawat rambut

Kafein juga banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung pertumbuhan rambut. Untuk itu, ampas kopi terkadang dimanfaatkan sebagai bagian dari perawatan kulit kepala dan rambut.

Bunda bisa mengambil segenggam ampas kopi, lalu memijatkannya secara perlahan pada kulit kepala dan rambut selama beberapa menit sebelum keramas. Setelah itu, cuci rambut dengan sampo dan bilas hingga bersih.

Cara ini dapat dilakukan satu hingga dua kali seminggu sesuai kebutuhan. Namun bila kulit kepala terasa perih, gatal, atau mengalami iritasi, segera hentikan penggunaannya.

12. Bantu mengurangi tampilan lingkaran hitam di bawah mata

Kurang tidur dan pertambahan usia merupakan beberapa faktor yang dapat membuat area bawah mata terlihat lebih gelap atau sembap. Produk perawatan kulit yang mengandung kafein juga diketahui berpotensi membantu mengurangi tampilan lingkaran hitam dan pembengkakan.

Ampas kopi dapat dicampurkan dengan sedikit air atau minyak kelapa hingga membentuk pasta. Oleskan dengan sangat hati-hati pada area bawah mata dan diamkan sekitar 10 menit sebelum dibilas.

Area sekitar mata sangat sensitif sehingga Bunda perlu memastikan campuran tidak masuk ke mata. Jika muncul rasa perih atau iritasi, segera hentikan penggunaan.

13. Menyamarkan goresan pada furnitur kayu

Ada goresan kecil pada meja atau furnitur kayu berwarna cokelat? Ampas kopi bisa dicoba sebagai solusi rumahan untuk membantu menyamarkan tampilannya.

Campurkan ampas kopi bekas seduhan dengan sedikit air hingga menjadi pasta kental. Selanjutnya, gunakan cotton bud untuk mengoleskan campuran tersebut pada bagian kayu yang tergores.

Diamkan sekitar lima sampai 10 menit sebelum mengelapnya menggunakan kain katun. Warna cokelat dari kopi dapat membantu menyamarkan bagian kayu yang terbuka akibat goresan.

Jika warna yang dihasilkan belum sesuai, proses tersebut dapat diulangi secara perlahan. Beri jeda beberapa jam di antara pengaplikasian agar hasilnya dapat terlihat dengan lebih jelas.

Apakah ampas kopi aman dikonsumsi?

Selain berbagai kegunaan tersebut, beberapa resep makanan seperti kue, saus, dan bumbu daging juga menggunakan ampas kopi dalam jumlah tertentu. Senyawa yang terdapat dalam kopi bahkan dikaitkan dengan berbagai potensi manfaat kesehatan, termasuk efek terhadap peradangan dan stres oksidatif.

Meski begitu, bukan berarti ampas kopi sebaiknya dikonsumsi secara rutin. Kopi mengandung cafestol dan kahweol yang sebagian besar dapat tersaring oleh filter kertas saat proses penyeduhan, tapi masih tertinggal dalam ampas.

Kedua senyawa tersebut pernah dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol dalam penelitian terdahulu. Jadi, jika Bunda ingin menggunakan ampas kopi dalam makanan, sebaiknya hanya dalam jumlah wajar dan tidak terlalu sering.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bunda Wajib Punya! 5 Panci Stainless Steel yang Bagus dan Tahan Lama

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Warna Pakaian yang Sering Dipakai Perempuan dengan Mental Kuat Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

5 Cara Mengajarkan Anak Bersikap saat Diejek Teman di Sekolah, Haruskah Dibalas?

Parenting Annisa Karnesyia

Resmi Jadi Bunda, Meyden Bagikan Momen Jelang hingga Melahirkan Anak Pertama

Kehamilan Pritadanes

Jangan Buang Ampas Kopi! 13 Cara Memanfaatkannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Mom's Life Arina Yulistara

Ciri Kepribadian Orang dengan Empati Tinggi yang Terlihat dari 9 Ucapannya Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Warna Pakaian yang Sering Dipakai Perempuan dengan Mental Kuat Menurut Psikologi

5 Cara Mengajarkan Anak Bersikap saat Diejek Teman di Sekolah, Haruskah Dibalas?

Resmi Jadi Bunda, Meyden Bagikan Momen Jelang hingga Melahirkan Anak Pertama

Jangan Buang Ampas Kopi! 13 Cara Memanfaatkannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Kisah Dokter di NTT Bantu Ibu Melahirkan Caesar Pakai Senter di Tengah Gempa M 7,7

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK