Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Dokter di NTT Bantu Ibu Melahirkan Caesar Pakai Senter di Tengah Gempa M 7,7

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 18 Aug 2026 17:35 WIB

Team of doctors and nurses wear masks and gloves and prepare for surgery.
Kisah Dokter di NTT Bantu Ibu Melahirkan Caesar di Tengah Gempa M 7,7, Persalinan Dibantu Senter/ Foto: iStock
Jakarta -

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Gempa ini membuat puluh ribu warga mengungsi karena rumah mereka terdampak oleh gempa.

Di tengah guncangan hebat gempa bumi, seorang Bunda bernama Maria Florida Nogo Kelen, harus bertaruh nyawa karena menjalani operasi persalinan darurat anak keempatnya. Maria yang tinggal di Kabupaten Nagekeo ini berusaha menepis rasa takut demi melahirkan anaknya.

"Selama operasi, saya tidak merasa takut. Saya harus tetap sehat demi anak-anak saya," ujar Maria, dilansir laman The Straits Times.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Persalinan keempat Maria terpaksa dilakukan dua bulan lebih awal dari perkiraan lahir. Ia mesti melahirkan prematur karena mengalami komplikasi kehamilan yang mengancam nyawanya dan sang bayi.

Proses persalinan Maria berlangsung dramatis. Ia melahirkan dibantu oleh tenaga medis dengan keterbatasan cahaya dan dalam kondisi gempa.

Proses persalinan Maria

Tim dokter terpaksa menggelar operasi penanganan darurat di tengah ancaman gempa susulan. Saat itu, kondisi listrik sudah padam total, Bunda.

Berbekal pencahayaan dari senter di dalam bangunan rumah sakit, tim medis melakukan operasi caesar. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang menangani Maria, dr. Yona Sara Pardede mengatakan bahwa tindakan segera harus segera diambil untuk mencegah komplikasi fatal.

"Kami tidak punya pilihan. Sebagai manusia biasa, kami tentu takut. Operasi ini sangat sulit karena ukuran bayinya sangat kecil," kata Yona.

"Saya berdoa, 'Tuhan, tolong bantu kami'. Kami bahkan tidak memiliki fasilitas ventilator saat itu," sambungnya.

Operasi tidak bisa ditunda. Pasalnya, Maria berisiko tinggi mengalami kejang hebat yang berpotensi fatal.

Namun setelah melewati proses persalinan yang menegangkan, Maria berhasil melahirkan bayinya dengan selamat. Anak keempatnya yang lahir diberi nama Gempita, sebuah nama yang diambil dari peristiwa gempa bumi yang mengiringi kelahirannya.

Perjuangan Maria dan Gempita belum berakhir. Keduanya mesti menjalani perawatan di tenda pengungsian. Lantas, bagaimana kondisi Gempita setelah lahir?

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda