MOM'S LIFE
Stop Bilang "Kabari Aku Kalau Butuh Sesuatu" pada Teman yang Ada Masalah, Ini Alasannya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 22 Aug 2026 07:55 WIBKita sering merasa paling dicintai oleh teman ketika mereka hadir di saat yang dibutuhkan. Namun, tidak semua orang suka mendapatkan ucapan 'Kabari aku kalau kamu butuh sesuatu' dari teman ketika mendapatkan masalah.
Kalimat itu mungkin terdengar seperti bentuk perhatian. Tapi, bagi seseorang yang sedang kewalahan, kalimat tersebut justru bisa terasa seperti tambahan beban.
Menurut psikolog Marisa G. Franco, masa-masa sulit dapat menentukan apakah hubungan persahabatan akan terus berkembang setelah masa-masa sulit berlalu. Sebagai sahabat, kita harus siap hadir untuk teman-teman di saat-saat sulit.
Tetapi mungkin sulit untuk menentukan seperti apa 'hadir' itu dan bagaimana menghindari membuat mereka merasa lebih buruk. Saat teman mengalami masalah, ada beberapa kalimat yang lebih baik tidak dikatakan karena bisa membuat mereka makin terpuruk.
Simak penjelasannya berikut ini!
Kalimat yang tidak dikatakan saat teman mengalami masalah
Melansir dari laman CNBC Make It, berikut lima kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan saat teman sedang terkena masalah:
1. "Jangan menangis"
Banyak orang salah paham mengira bahwa mosi yang tidak kita ungkapkan akan hilang. Padahal, justru sebaliknya. Untuk melewati masa-masa sulit, orang perlu membicarakan perasaan mereka.
Sebuah studi di jurnal Social Science & Medicine menemukan bahwa ketika orang mengalami kematian pasangan, semakin sedikit mereka membicarakannya, maka semakin buruk kesehatan di tahun setelah masa berduka tersebut. Salah satu peserta studi melaporkan bahwa ia merasa lebih lega ketika dibiarkan menangis.
"Untuk membantu teman melewati masa duka, ajak mereka untuk berbagi perasaan. Jika mereka mulai menangis, katakan, 'Aku bangga padamu karena telah meluapkan perasaanmu'," ujar Franco.
2. "Kamu harus kuat"
Pesan yang paling mendukung yang dapat Bunda kirimkan kepada teman yang sedang kesulitan adalah dengan memvalidasi perasaan mereka dan membantu mereka mengeksplorasi seluruh rentang emosi. Pesan yang paling tidak mendukung adalah dengan menyangkal perasaan orang lain, memberi tahu mereka bagaimana seharusnya mereka bertindak, dan bagaimana seharusnya mereka merasa.
Mengatakan kalimat 'Kamu harus kuat' ke teman yang bersedih berarti menyangkal perasaan rentan yang dialami saat itu dan menyarankan agar teman terus menyangkal perasaan tersebut untuk masa mendatang.
Alih-alih mengatakan hal itu, Bunda bisa menggantinya dengan mengucapkan, 'Bagaimanapun perasaanmu, itu tidak apa-apa' atau 'Tentu saja kamu merasa seperti itu'.
3. "Beri tahu saya jika kamu membutuhkan sesuatu"
Ketika Bunda meminta teman untuk memberi tahu jika mereka membutuhkan sesuatu, kemungkinan besar mereka tidak akan melakukannya. Pertama, mereka tidak akan yakin apakah Bunda benar-benar bersungguh-sungguh.
Bahkan bila mereka tahu kita bersungguh-sungguh, ungkapan tersebut akan membebankan tanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kerentanan dalam meminta dukungan kepada orang yang sudah mengalami masa sulit.
Sebaliknya, tanyakan kepada teman apakah kita dapat menawarkan bentuk dukungan spesifik, seperti 'Bisakah saya mengambil belanjaan kamu? Mencuci pakaian kamu? Menjaga anak-anak?'. Sebuah penelitian melaporkan bahwa pertolongan untuk mengerjakan tugas sehari-hari akan sangat membantu orang yang sedang melalui masa sulit.
4. "Lupakan saja"
Jika seorang teman masih berjuang berbulan-bulan setelah mengalami hal sulit, kita mungkin bisa mengatakan kepada mereka, 'Saya rasa kamu harus move on' atau 'Saya kira kamu sudah melupakan itu'.
Namun, tidak ada jangka waktu yang tepat untuk merasa lebih baik. Setelah peristiwa yang menimbulkan stres, sebuah tinjauan penelitian di Communications Psychology tahun 2024 menemukan bahwa 11 persen orang tetap berada dalam kondisi stres kronis, dan antara 9 hingga 12 persen orang awalnya tampak baik-baik saja, lalu kondisinya memburuk.
Jadi, jangan menghakimi emosi seseorang yang baru melalui kesulitan. Beri isyarat bahwa mereka membutuhkan waktu untuk pulih. Mereka tidak menjadi orang yang lebih baik jika membutuhkan waktu lebih singkat, dan mereka tidak gagal jika membutuhkan waktu lebih lama.
Daripada mengatakan, 'Lupakan saja' ke teman yang mengalami masalah, Bunda dapat berkata, 'Tidak apa-apa merasa sedih selama yang kamu butuhkan dan saya akan tetap di sini'.
5. Ghosting
Mungkin terasa mustahil untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk diucapkan kepada teman yang sedang kesulitan, tetapi hal terburuk yang bisa Bunda katakan adalah tidak mengatakan apa pun sama sekali.
Sayangnya, orang-orang yang sedang mengalami masa-masa sulit melaporkan bahwa orang lain mulai menghindari mereka, menolak panggilan, dan terkadang benar-benar berpaling ketika melihat mereka di tempat umum. Hal tersebut menyebabkan mereka berhenti mengekspresikan emosi karena takut ditinggalkan, yang membuat mereka merasa semakin terisolasi.
Saat kita merasa baik-baik saja, kita meremehkan kekuatan saling menanyakan kabar. Tetapi bagi seseorang yang sedang mengalami masa sulit, sekadar menanyakan kabar sangatlah berarti. Itu berarti mereka tidak menanggung penderitaan mereka sendirian.
Demikian alasan Bunda tidak boleh sembarangan bicara saat teman mengalami masalah. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Ciri Perempuan dengan EQ Tinggi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
TERPOPULER
Stop Bilang "Kabari Aku Kalau Butuh Sesuatu" pada Teman yang Ada Masalah, Ini Alasannya
Nex Carlos dan Istri Sambut Kelahiran Anak Ketiga, Nama Bayi dan Maknanya Keren
Cara Membuat Abon Daging Sapi, Gurih dan Bisa Jadi Stok Lauk Keluarga
Orang Tua Sering Sibuk Main HP saat Anak Bicara, Ternyata Bisa Berdampak pada Emosinya
Cantiknya Guzelim Anak Margin dan Ali Syakieb, Terbaru Tampil Lebih Fresh usai Potong Rambut
REKOMENDASI PRODUK
7 Minyak Kemiri untuk Bayi yang Bagus dan Aman, Ada Pilihan Bunda?
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Reed Diffuser Lokal yang Wanginya Enak & Tahan Lama
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Georgina Berhak Terima Villa hingga Uang Rp2 Miliar Jika Bercerai dengan Cristiano Ronaldo
Orang Tua Sering Sibuk Main HP saat Anak Bicara, Ternyata Bisa Berdampak pada Emosinya
Cara Membuat Abon Daging Sapi, Gurih dan Bisa Jadi Stok Lauk Keluarga
Stop Bilang "Kabari Aku Kalau Butuh Sesuatu" pada Teman yang Ada Masalah, Ini Alasannya
Nex Carlos dan Istri Sambut Kelahiran Anak Ketiga, Nama Bayi dan Maknanya Keren
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
3 Skenario Pemakaian Label yang Sering Kejadian, Alat Mana yang Paling Pas?
-
Beautynesia
Top 5 List: Rekomendasi Salted Egg di Jakarta yang Enak dan Creamy, Ada yang Sudah Dicoba?
-
Female Daily
Idol Gen 5 yang Jadi Brand Ambassador, dari Fashion hingga Beauty!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Sisi Negatif Zodiak Leo, Sifat Ini Bisa Bikin Orang di Sekitarnya Kesal
-
Mommies Daily
10 Tempat Healing Dekat Jakarta untuk Long Weekend, Ramah Anak dan Cocok untuk Quality Time