moms-life
Jarang BAB Bikin Wajah Jerawatan, Benarkah? Ini Kata Dokter
HaiBunda
Rabu, 26 Aug 2026 20:40 WIB
Jerawat biasanya dikaitkan dengan berbagai faktor, seperti perubahan hormon, produksi minyak berlebih, hingga kebiasaan merawat kulit. Namun, masalah pencernaan juga kerap disebut-sebut memiliki kaitan dengan munculnya jerawat.
Salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami adalah konstisipasi atau sulit buang air besar (BAB). Ketika BAB tidak lancar, sebagian orang mungkin merasa kondisi tubuh mereka ikut berubah, termasuk pada kesehatan kulit.
Lantas, benarkah jarang BAB dapat menyebabkan wajah berjerawat? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hubungan jarang BAB dan wajah jerawatan
Sebagian besar Bunda mungkin pernah mengalami sembelit. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan gangguan yang satu ini?
Meski pengertiannya bisa berbeda-beda, tenaga kesehatan pada umumnya menganggap seseorang mengalami sembelit jika BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu atau tinja yang dikeluarkan keras dan kering.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh kurang minum air putih, kurang mengonsumsi serat, jarang beraktivitas fisik, atau sering menahan keinginan untuk BAB.
Selain itu, stres dan perubahan rutinitas, seperti bepergian atau memiliki jadwal baru, juga dapat menjadi penyebab. Pada sebagian orang, kondisi kesehatan tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar atau gangguan tiroid, juga bisa berperan.
Seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan usus dan kaitannya dengan berbagai penyakit kronis serta sistem kekebalan tubuh, hubungan antara bakteri baik di dalam usus dan kesehatan kulit juga semakin banyak diteliti.
Dilansir Eating Well, dokter kulit mengakui bahwa sembelit dan jerawat memang bisa muncul secara bersamaan. Namun, hubungan keduanya ternyata tidak sesederhana itu, Bunda.
Meski mungkin muncul anggapan bahwa masalah pada pencernaan dapat terlihat pada kulit, penelitian sejauh ini belum menemukan bukti bahwa sembelit secara langsung menyebabkan jerawat.
“Konstipasi tidak secara langsung menyebabkan jerawat, tetapi keduanya bisa memiliki laktan,” ujar dokter kulit bersertifikat, Dr. Geeta Yadav.
Menurutnya, pergerakan makanan yang lebih lambat di dalam usus dapat berkaitan dengan perubahan bakteri usus dan peradangan ringan yang berpotensi memperparah jerawat.
Sembelit dan jerawat juga sering kali memiliki faktor pemicu yang sama, seperti stres, kurang minum, kurang serat, kurang tidur, serta pola makan yang tinggi makanan olahan dan ultra-proses.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh dokter kulit bersertifikat, Caren Campbell, M.D., FAAD. Menurutnya, saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kebiasaan BAB perlu menjadi hal utama yang diperhatikan ketika menangani jerawat.
Ia lebih memilih berfokus pada perbaikan pola makan karena kondisi mikrobioma usus dapat memengaruhi jerawat.
Jadi, perhatian sebaiknya tidak hanya diarahkan pada seberapa sering seseorang BAB, tetapi juga pada pola makan dan kesehatan usus secara keseluruhan.
Cara menjaga sembelit dan kesehatan kulit
Jika mengalami sembelit dan jerawat sekaligus, kabar baiknya adalah banyak perubahan gaya hidup yang sama dapat membantu mengatasi kedua masalah tersebut.
Berikut strategi yang direkomendasikan oleh dokter kulit yang perlu dipertimbangkan:
1. Jaga tubuh tetap terhidrasi
Minum air yang cukup membantu menjaga tinja tetap lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Hidrasi yang tepat juga mendukung kesehatan kulit dengan menjaga kelembapan dan membantu membuang produk limbah.
2. Tingkatkan asupan serat secara bertahap
Serat menambah volume tinja dan melancarkan buang air besar. Usahakan mengonsumsi berbagai makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Meningkatkan asupan serat secara perlahan membantu mencegah kembung dan gas.
3. Gerakkan tubuh secara teratur
Aktivitas fisik merangsang otot-otot di usus Bunda, membantu melancarkan proses pencernaan.
4. Bangun tidur rutinitas kamar mandi yang konsisten
Cobalah untuk pergi ke kamar mandi pada waktu yang sama setiap hari, idealnya setelah makan ketika sistem pencernaan Bunda secara alami lebih aktif. Hindari mengabaikan keinginan untuk buang air kecil saat muncul.
5. Fokus pada minuman utuh dan minim pengolahan
Menekankan pada makanan utuh dan minim pengolahan, banyak sayuran, dan protein yang cukup membantu mendukung kebiasaan buang air besar yang teratur dan kadar gula darah yang stabil. Meningkatkan asupan omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan.
6. Hindari mengabaikan rutinitas perawatan kulit
Sambil berupaya meningkatkan kesehatan usus, tetaplah lanjutkan perawatan jerawat yang terbukti efektif,
Dokter merekomendasikan untuk melanjutkan perawatan kulit yang lembut dan obat jerawat berbasis bukti, dan beralih ke perawatan resep jika diperlukan.
7. Mengelola stres dan prioritaskan tidur
Baik stres maupun kurang tidur dapat mengganggu pencernaan dan memicu jerawat. menemukan cara sehat untuk mengelola stres, baik melalui olahraga, meditasi, atau waktu bersama orang terkasih, bermanfaat bagi usus dan kulit.
Nah, itulah penjelasan hubungan antara jarang BAB dan wajah jerawatan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
8 Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya
Mom's Life
Tanda Ajal Sudah Dekat Menurut Seorang Ahli Medis
Mom's Life
4 Hal yang Harus Bunda Lakukan saat Kondom 'Bocor' Ketika Bercinta
Mom's Life
Bunda Perlu Tahu, Ini 4 Jenis Minuman yang Ancam Kesehatan Ginjal
Mom's Life
7 Alasan Mengapa Gula Tidak Baik Bagi Tubuh Bunda, Salah Satunya Memicu Depresi
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kemenkes Ungkap Lebih dari 3 Juta Warga RI Kena Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%
Waktu Sarapan Ternyata Berpengaruh pada Umur Panjang, Begini Hasil Studi
Bahaya Terlalu Sering Makan Tepung-tepungan untuk Tubuh Menurut Dokter Gizi