Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

11 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Minum Kopi Hitam, Salah Satunya Tak Suka Basa-basi

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 18 Sep 2026 19:10 WIB

Smiling young woman holding a cup of coffee and gazing out the window.
Ilustrasi ciri kepribadian orang yang lebih suka minum kopi hitam / Foto: Getty Images/Aum racha
Daftar Isi

Bunda tim kopi hitam pahit atau kopi dengan gula, susu, atau tambahan lainnya? Untuk sebagian orang, kopi hitam sudah cukup. Tak perlu tambah gula, enggak perlu susu, apalagi topping macam-macam. Tinggal kopi dan air, selesai. Menariknya, sejumlah artikel psikologi populer mengaitkan kebiasaan minum kopi hitam dengan beberapa ciri kepribadian.

Buat sebagian orang, rasa pahit kopi hitam mungkin terasa terlalu kuat. Tapi ada juga yang justru menyukai rasa tersebut karena memang itulah karakter kopi yang mereka cari.

Menariknya, penelitian memang pernah melihat hubungan antara pilihan rasa dan karakteristik kepribadian. Salah satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Appetite menemukan hubungan antara preferensi rasa pahit dan beberapa sifat kepribadian tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun, ini bukan berarti semua orang yang menyukai rasa pahit memiliki kepribadian yang sama Tinjauan sistematis yang lebih baru juga menunjukkan bahwa hubungan antara preferensi rasa dan kepribadian memang menarik untuk diteliti, tetapi bukti yang ada masih terbatas.

Sementara itu, sejumlah artikel psikologi populer mencoba melihat kebiasaan minum kopi hitam dari sisi karakter.

Melansir YourTango, peminum kopi hitam dikaitkan dengan sifat disiplin, praktis, mandiri, analitis, hingga tidak terlalu impulsif. Sedangkan laman Bolde lebih banyak menyoroti kecenderungan menyukai sesuatu yang apa adanya, sederhana, dan autentik.

Kalau Bunda atau suami termasuk pencinta kopi hitam, tak berarti kepribadiannya bisa ditebak hanya dari isi cangkirnya, ya. Meski begitu, ada beberapa karakter yang menarik untuk dibahas.

11 Ciri kepribadian orang yang lebih suka minum kopi hitam

Ada beberapa karakter yang kerap dikaitkan dengan orang yang memilih kopi hitam sebagai minuman favoritnya. Mulai dari cara mereka mengambil keputusan, berkomunikasi, sampai bagaimana mereka memandang hal-hal dalam kehidupan sehari-hari.

1. Cenderung menyukai sesuatu yang sederhana

Kopi hitam pada dasarnya cukup sederhana. Kopi dan air. Pada orang yang memang menyukai rasanya, tambahan gula atau susu justru bisa dianggap menghilangkan karakter asli kopi.

Orang dengan pilihan seperti ini bisa saja lebih nyaman dengan sesuatu yang simpel dan tidak terlalu banyak tambahan. Tentu saja, ini bukan berarti semua orang yang minum kopi hitam otomatis minimalis, Bunda. Bisa saja memang mereka cuma suka rasa kopinya.

2. Tak terlalu suka basa-basi

Ada orang yang bisa ngobrol panjang sebelum masuk ke inti pembicaraan. Ada juga yang lebih suka langsung mengatakan apa yang ingin disampaikan.

Orang dengan gaya komunikasi seperti ini biasanya lebih nyaman menyampaikan sesuatu secara langsung daripada terlalu banyak berputar-putar.

Kalau memang ada yang ingin disampaikan, ya disampaikan. Namun, ini bukan berarti mereka kasar atau enggak ramah, Bunda. Mereka bisa saja memang punya gaya komunikasi yang lebih lugas.

3. Cenderung praktis

Kalau pesan kopi hitam, pesanannya juga cukup jelas. Enggak perlu memilih susu apa, sirup apa, topping apa, dan sebagainya.

Orang yang punya kecenderungan praktis biasanya lebih suka mencari solusi yang bisa digunakan daripada memperumit sesuatu yang sebenarnya sederhana. Mereka juga bisa lebih nyaman dengan pilihan yang menurut mereka sudah cukup dan tidak membutuhkan banyak pertimbangan tambahan.

Namun, ini tetap merupakan gambaran karakter, bukan bukti bahwa minum kopi hitam membuat seseorang menjadi lebih praktis.

4. Cenderung menyukai sesuatu apa adanya

Kopi hitam tidak menggunakan gula atau susu untuk mengubah rasa pahitnya menjadi lebih manis atau lembut. Karena itu, pilihan kopi seperti ini bisa saja menggambarkan orang yang nyaman menerima sesuatu dalam bentuk aslinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kecenderungan tersebut bisa terlihat dari cara seseorang menghadapi kenyataan.

Misalnya ketika ditanya bagaimana pekerjaan barunya, mereka mungkin akan menjawab apa adanya. Kalau memang capek, ya bilang capek. Kalau memang enggak suka, ya enggak suka.

5. Tidak terlalu tertarik dengan hype

Tren kopi terus berubah. Hari ini kopi susu, besok ada minuman dengan foam, sirup, topping, atau kombinasi rasa baru. Tapi pencinta kopi hitam bisa saja tetap memesan minuman yang sama.

Mereka enggak selalu merasa perlu mengikuti pilihan orang lain hanya karena sedang populer. Selama memang suka, ya sudah.

Mereka bisa jadi lebih memilih sesuatu berdasarkan selera sendiri daripada karena sedang ramai dibicarakan.

6. Lebih menghargai autentisitas

Ada orang yang merasa nyaman ketika dirinya bisa tampil apa adanya. Enggak harus selalu terlihat keren, bahagia, atau punya kehidupan yang sempurna.

Kecenderungan menyukai sesuatu yang autentik juga menjadi salah satu gambaran yang muncul dalam pembahasan mengenai pencinta kopi hitam.

Dalam psikologi, autentisitas memang menjadi konsep yang banyak diteliti. Penelitian menemukan adanya hubungan antara autentisitas dengan berbagai aspek kesejahteraan psikologis.

Ini berarti seseorang bisa saja memilih kopi hitam bukan karena ingin terlihat berbeda, tetapi memang karena pilihan itu paling sesuai dengan seleranya.

7. Punya tujuan dan cukup gigih mengejarnya

Orang yang berorientasi pada tujuan biasanya punya gambaran mengenai apa yang ingin dicapai dan berusaha tetap fokus pada target tersebut.

Karakter seperti ini juga kerap dikaitkan dengan pencinta kopi hitam. Mereka digambarkan sebagai orang yang tidak gampang terdistraksi dan cukup berusaha mempertahankan fokus ketika menghadapi hambatan.

Namun, jangan sampai dibalik menjadi anggapan bahwa minum kopi hitam otomatis membuat seseorang lebih gigih atau berorientasi pada tujuan.

Kalau memang kebetulan Bunda suka kopi hitam sekaligus tipe orang yang gigih mengejar target, anggap saja cocok dengan gambaran tersebut.

8. Cukup mandiri dalam mengambil keputusan

Tak semua keputusan harus ditanyakan kepada orang lain. Orang yang cukup mandiri biasanya nyaman menentukan pilihan sendiri dan tidak selalu membutuhkan orang lain untuk mengambil keputusan.

Mandiri tentu bukan berarti harus melakukan semuanya sendirian. Seseorang tetap bisa menerima bantuan, punya suami, keluarga, dan teman dekat, sambil tetap mampu menentukan pilihan untuk dirinya sendiri.

9. Suka berpikir dan menganalisis sesuatu

Ada orang yang sebelum mengambil keputusan suka memperhatikan situasi, mengumpulkan informasi, lalu mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Kecenderungan seperti ini sering disebut sebagai pola pikir analitis.

Orang dengan karakter tersebut biasanya enggak terburu-buru menerima sesuatu begitu saja dan lebih suka memahami persoalan sebelum mengambil kesimpulan.

Namun, jenis kopi yang diminum seseorang tentu tidak bisa dijadikan ukuran kemampuan berpikirnya. Bisa saja orang yang minum kopi hitam memang analitis. Tapi bisa juga dia cuma suka kopi hitam.

10. Menikmati rutinitas dan disiplin

Buat sebagian orang, kopi pagi bukan sekadar minuman. Ada rutinitas di dalamnya. Bangun, membuat kopi, duduk sebentar, lalu mulai menjalani aktivitas.

Orang yang nyaman dengan rutinitas bisa saja merasa lebih mudah menjalani hari ketika memiliki kebiasaan yang sudah familiar. Karakter disiplin juga kerap dikaitkan dengan pencinta kopi hitam.

Namun, seseorang bisa minum kopi hitam setiap pagi bukan berarti dia otomatis disiplin atau selalu bangun sebelum matahari terbit.

11. Tidak terlalu impulsif

Ada orang yang kalau sedang emosi langsung bereaksi. Ada pula yang memilih berhenti sebentar, berpikir, baru mengambil keputusan.

Orang yang tidak terlalu impulsif biasanya lebih suka mempertimbangkan sesuatu sebelum bertindak. Mereka bisa memilih merespons setelah memikirkan situasinya daripada langsung mengikuti emosi sesaat. Sifat ini tentu bukan sesuatu yang bisa diketahui hanya dari jenis kopi yang diminum.

Tetapi sebagai gambaran populer tentang pencinta kopi hitam, karakter ini cukup menarik untuk dibahas.

Kopi hitam bukan tes kepribadian

Ada penelitian yang menghubungkan preferensi rasa dengan karakter kepribadian. Tetapi tidak tepat kalau satu kebiasaan langsung digunakan untuk membaca kepribadian seseorang secara keseluruhan.

Ada orang yang minum kopi hitam karena memang suka rasa pahitnya. Ada yang sudah terbiasa sejak lama. Ada pula yang nggak suka susu atau gula dalam kopi. Bahkan, perbedaan sensitivitas terhadap rasa juga bisa memengaruhi bagaimana seseorang merasakan pahit dan menikmati kopi.

Kalau ada Bunda yang setiap pagi pesan, “Kopi hitam, ya,” enggak perlu langsung merasa kepribadiannya sudah terbaca. Bisa jadi memang sesederhana ini, Bunda suka rasa kopi yang apa adanya.

Dan kalau ternyata cocok dengan beberapa ciri di atas, anggap saja bonus. Bukan diagnosis kepribadian.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda