Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Siapa Imam Salat Jenazah Nabi Muhammad SAW?

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 23 Oct 2026 11:35 WIB

Ilustrasi Nabi Muhammad
Ilustrasi / Foto: Getty Images/iStockphoto/ramil110
Daftar Isi
Jakarta -

Wafatnya Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu peristiwa dalam sejarah Islam yang hingga kini dikenang umat Muslim. Berbagai kisah tentang hari-hari terakhir Rasulullah pun masih menarik untuk diketahui.

Salah satunya mengenai pelaksanaan salat jenazah setelah Rasulullah SAW wafat. Banyak yang mungkin masih bertanya-tanya, siapa yang menjadi imam dalam salat jenazah Nabi Muhammad SAW.

Hal ini karena menjadi imam salat jenazah Rasulullah tentu dipandang sebagai kehormatan yang sangat besar, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Nabi Muhammad SAW wafat di usia 63 tahun

Melansir dari detikcom, Nabi Muhammad SAW wafat pada hari Senin, 12 Rabiulawal tahun 11 Hijriah dalam usia 63 tahun. Keterangan ini disebutkan dalam buku Kitab Fikih Sehari-hari karya A.R. Shohibul Ulun.

Sementara itu, Imam At-Tirmidzi dalam Asy Syamail Al Muhammadiyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW meninggal pada hari Senin. Jenazahnya kemudian disemayamkan hingga malam Selasa dan baru dimakamkan pada malam harinya.

Para sahabat segera mengurus berbagai keperluan umat Islam, termasuk pembahasan mengenai calon khalifah. Di sisi lain, keluarga Rasulullah SAW fokus mempersiapkan jenazah beliau untuk dimandikan, dikafani, hingga dimakamkan.

Beberapa keluarga dan kerabat Rasulullah SAW berada di sekitar jasadnya, di antaranya Ali bin Abi Thalib, Al-Abbas bin Abdul Muthtalib, Al-Fadhl bin Al-Abbas, serta sejumlah anggota Bani Hasyim.

Ali bin Abi Thalib memandikan jenazah Rasulullah SAW

Dalam buku Muhammad The Messenger: Periode Futuh Mekah karya Samih Athf Az-Zain, disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib memandikan jenazah Rasulullah SAW.

Ali bin Abi Thalib juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW telah berwasiat agar dirinya yang memandikan jasad beliau.

Dalam proses tersebut, Al-Fadhl bin Al-Abbas dan Usamah bin Zaid membantu menuangkan air dari balik tirai. Setelah selesai dimandikan, jenazah Rasulullah SAW kemudian dikafani.

Lalu, Ali melakukan salat jenazah Rasulullah SAW seorang diri. Sementara itu, kaum Muslimin masih membicarakan siapa yang akan menjadi imam salat jenazah Rasulullah SAW serta tempat beliau akan dimakamkan.

Siapa imam salat jenazah Nabi Muhammad SAW?

Ternyata, tidak ada satu orang pun yang ditunjuk sebagai imam dalam salat jenazah Rasulullah SAW. Setelah menyalatkan beliau, Ali bin Abi Thalib keluar dan menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan imam bagi umat Islam semasa hidup maupun setelah wafat.

Oleh karena itu, umat Muslim diminta masuk secara bergantian untuk melakukan salat jenazah Rasulullah SAW.

Kelompok Muhajirin mendapatkan giliran terlebih dahulu, kemudian kaum Anshar, disusul kaum perempuan dan anak-anak.

Dengan demikian, salat jenazah Rasulullah SAW dilakukan secara bergantian dan tanpa imam. Setiap kelompok masuk untuk menyalatkan Rasulullah secara bergiliran hingga seluruh umat Muslim yang hadir mendapatkan kesempatan.

Setelah urusan pengangkatan khalifah selesai, Abu Bakar juga datang untuk menyalatkan jenazah Rasulullah SAW. Ia menyampaikan salam serta kesaksiannya atas kenabian dan kerasulan Muhammad SAW. Para Muslimin yang hadir pun mengaminkan doa tersebut.

Jenazah Rasulullah SAW kemudian tetap berada di tempatnya hingga waktu Zuhur pada Selasa, 13 Rabiulawal tahun 11 Hijriah. Setelah itu, keluarga dan para sahabat melanjutkan proses pemakaman beliau di kamar tempat Rasulullah SAW wafat.

Nah, itulah penjelasan tentang siapa imam salat jenazah Nabi Muhammad SAW yang dapat Bunda ketahui. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda