moms-life
Penelitian Ungkap Olahraga Jalan Kaki Bersama Pasangan Bisa Bikin Pernikahan Lebih Harmonis
HaiBunda
Kamis, 05 Nov 2026 18:30 WIB
Daftar Isi
Bunda ingin rumah tangga semakin harmonis? Coba saja jalan kaki bersama-sama.
Menjaga keharmonisan rumah tangga tidak selalu harus dilakukan dengan cara besar atau membutuhkan biaya mahal. Terkadang, kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama pasangan justru bisa memberikan dampak positif bagi hubungan.
Salah satunya meluangkan waktu untuk berolahraga bersama, termasuk berjalan kaki. Sebuah penelitian dari Brigham Young University (BYU), Amerika Serikat, mengungkap bahwa pasangan yang rutin melakukan aktivitas fisik bersama cenderung memiliki hubungan pernikahan yang lebih sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Huffington Post dan Science Daily, mereka dilaporkan memiliki komunikasi yang lebih baik, mampu menyelesaikan konflik, serta mengalami tingkat stres pernikahan yang lebih rendah dibandingkan pasangan yang tidak berolahraga bersama. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Family Relations ini menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan mental, tapi juga dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat ikatan emosional suami istri.
Jalan kaki bersama bantu tingkatkan keharmonisan pernikahan
Penelitian ini dipimpin oleh Jeremy Yorgason, profesor di School of Family Life BYU, bersama Ashlyn Hiatt Mildenhall yang turut menjadi penulis penelitian. Keduanya menganalisis jawaban survei dari hampir 1.700 pasangan muda yang telah menikah.
Para peserta merupakan bagian dari penelitian Couple Relationships and Transition Experiences (CREATE), sebuah proyek BYU berskala nasional yang telah mengikuti perjalanan pasangan pengantin baru di Amerika Serikat selama lebih dari satu dekade.
Peneliti membandingkan kebiasaan olahraga secara individu dan aktivitas fisik yang dilakukan bersama pasangan. Setelah itu, mereka mengamati tiga aspek kesehatan hubungan, yaitu komunikasi, kemampuan menyelesaikan konflik, dan tingkat stres dalam pernikahan.
Hasilnya menunjukkan bahwa olahraga, baik dilakukan sendiri maupun bersama pasangan, berkaitan dengan kondisi pernikahan lebih sehat. Namun aktivitas fisik yang dilakukan berdua secara konsisten memperlihatkan hubungan lebih kuat dengan berbagai indikator positif dalam rumah tangga.
Jeremy Yorgason menjelaskan bahwa aktivitas olahraga bersama pasangan dapat membantu meningkatkan kemampuan suami istri dalam menyelesaikan perselisihan secara damai.
"Temuan kami menunjukkan bahwa olahraga bersama pasangan memfasilitasi kemampuan untuk menyelesaikan konflik secara damai, meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar. Orang-orang melaporkan hasil yang lebih positif dalam komunikasi dan penyelesaian konflik ketika mereka berolahraga bersama," ujar Yorgason.
Olahraga bersama bikin komunikasi suami istri lebih baik
Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah aktivitas fisik bersama memiliki kaitan paling kuat dengan peningkatan kualitas komunikasi pasangan. Menurut Ashlyn Hiatt Mildenhall, kebiasaan olahraga bersama memberikan kesempatan bagi suami istri untuk lebih banyak berinteraksi dan saling berbicara.
"Dari ketiga aspek yang diteliti, olahraga memberikan dampak terbesar terhadap komunikasi. Itulah mengapa menarik bahwa berjalan kaki menjadi jenis olahraga yang paling banyak dilaporkan. Aktivitas ini secara alami memberikan kesempatan bagi pasangan untuk berkomunikasi," ucap Mildenhall.
Selain komunikasi, pasangan yang berolahraga bersama juga melaporkan kemampuan mendengarkan yang lebih baik. Mereka merasa lebih didengar, dipahami, dan mendapatkan dukungan dari pasangan masing-masing.
Interaksi sederhana tersebut diduga menjadi salah satu alasan mengapa aktivitas fisik bersama berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan konflik dan menjaga komunikasi tetap sehat.
Jadi, berjalan kaki bersama bukan hanya kesempatan untuk menggerakkan tubuh. Momen tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk bertukar cerita, mendengarkan keluh kesah, hingga membicarakan berbagai hal yang mungkin sulit disampaikan di tengah kesibukan sehari-hari.
Menariknya, pasangan juga tidak harus mengeluarkan biaya untuk bergabung dengan pusat kebugaran atau membeli peralatan olahraga di rumah agar bisa mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik bersama.
Dalam penelitian, berjalan kaki menjadi jenis olahraga yang paling banyak dilakukan pasangan secara bersama-sama. Data penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 60 persen suami dan istri yang menjadi responden mengaku berolahraga. Hanya sekitar sepertiganya yang melakukan aktivitas tersebut bersama pasangan.
Yorgason menilai bahwa pengaruh olahraga bersama terhadap hubungan pernikahan tidak terlalu besar, hasilnya cukup konsisten. Ini memberi keyakinan bahwa aktivitas fisik bersama memang memiliki pengaruh bermakna terhadap hubungan pasangan.
Untuk itu, Bunda dan suami bisa mulai membangun kebiasaan sederhana, seperti berjalan kaki di sekitar rumah pada pagi atau sore hari. Selain membantu menjaga kebugaran, kegiatan ini juga dapat menjadi waktu khusus untuk menikmati kebersamaan tanpa gangguan pekerjaan maupun aktivitas lainnya.
Olahraga bersama bukan solusi untuk semua masalah pernikahan
Meski memberikan hasil positif, para peneliti menegaskan bahwa olahraga bersama bukanlah solusi untuk menyelesaikan seluruh persoalan dalam rumah tangga. Pasangan muda, terutama yang sedang membesarkan anak, mungkin menghadapi tantangan tersendiri untuk menemukan waktu berolahraga bersama.
Kesibukan pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga tanggung jawab mengasuh anak sering kali membuat waktu berdua menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kesepakatan dan perencanaan agar suami istri tetap bisa meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama.
Para peneliti menyarankan agar olahraga bersama dipandang sebagai salah satu kebiasaan positif yang dapat mendukung kualitas hubungan, bukan sebagai satu-satunya cara mempertahankan keharmonisan pernikahan. Di tengah berbagai tuntutan kehidupan sehari-hari, kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki bersama bisa menjadi kesempatan berharga untuk kembali terhubung dengan pasangan.
Tak harus berjalan jauh atau menetapkan target olahraga yang berat. Coba luangkan waktu untuk berjalan santai sambil berbincang bisa menjadi langkah kecil agar bisa menjaga komunikasi, mempererat kedekatan, dan membangun hubungan pernikahan yang lebih sehat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
9 Jenis Pernikahan Terlarang dalam Islam
Mom's Life
10 Ujian Pernikahan 1 Tahun Pertama, Masalah Ekonomi Termasuk?
Mom's Life
7 Tanda Kesepian dalam Pernikahan, Penyebab & Cara Mengatasinya
Mom's Life
7 Tujuan Menikah dalam Islam yang Perlu Diketahui
Mom's Life
Tips dari Pakar untuk Pasutri Baru Agar Pernikahan Langgeng, Penting Bun!
7 Foto
Mom's Life
7 Potret Fitri Tropica Rayakan 10 Thn Menikah, Beri Suami Kejutan Pesta Resepsi 'Lagi'
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Di Balik Istri yang Sering Marah-marah pada Suami Menurut Psikologi
15 Ide Foto Pasangan Romantis dari Artis Tanah Air
Studi Ungkap Pria Habiskan 7 Jam dalam Setahun di Kamar Mandi, Suami Bunda juga Begitu?