nutrisi

Bunda, Waspadai 4 Risiko Pemberian MPASI Terlalu Dini

Asri Ediyati Selasa, 15 Jan 2019 - 16.00 WIB
Bunda, Waspadai 4 Risiko Pemberian MPASI Terlalu Dini / Foto: thinkstock Bunda, Waspadai 4 Risiko Pemberian MPASI Terlalu Dini / Foto: thinkstock
Jakarta - Beberapa hari belakangan, Bubun dikejutkan dengan viral-nya thread di Twitter yang menceritakan tentang pemberian MPASI pada bayi empat bulan. Miris sekali saat mendengar anak sekecil itu, diberikan makan berupa nasi utuh.

Si kecil sempat dilarikan di rumah sakit dan diagnosa mengalami pembengkakan lambung. Sayangnya, nyawa si bayi tak tertolong. Sedih banget ya, Bun. Meski belum diketahui kebenaran cerita yang sesungguhnya, namun faktanya memang sangat bahaya memberikan MPASI atau makanan padat pada anak di bawah usia enam bulan.

Kadang, ada beberapa Bunda yang galau mengenai keputusan memberikan MPASI pada anaknya. Minimnya pengetahuan, membuat mereka suka berpikir jika bayi yang menangis terus sedang merasa kelaparan. Ditambah dorongan dari orang tua atau mertua, membuat mereka mengambil keputusan ceroboh untuk memberikan makanan pendamping sebelum anaknya berusia enam bulan.

Bunda, Waspadai 4 Risiko Pemberian MPASI Terlalu Dini Bunda, Waspadai 4 Risiko Pemberian MPASI Terlalu Dini / Foto: dok.HaiBunda
Hindari hal itu ya, Bun, karena memiliki banyak risiko. Apa saja bahayanya? Berikut telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber.

1. Diare dan sembelit

Pemberian makanan padat pada bayi di bawah enam bulan, bisa membuat makanan tak dapat dicerna dengan baik. Saluran cerna yang belum sempurna akan bekerja ekstra keras untuk mengolah makanan padat. Akibatnya bisa menimbulkan reaksi seperti diare, sembelit atau konstipasi, serta timbulnya gas.

2. Invaginasi atau intususepsi

Menurut dr Meta Hanindita SpA, ketika nekat memberi bayi makanan selain ASI sebelum usia 6 bulan tanpa ada indikasi tertentu, ada kondisi paling gawat yang bisa terjadi yaitu invaginasi atau intususepsi. Kondisi yang membuat suatu segmen usus masuk ke dalam bagian usus lainnya sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius.

"Bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Walau penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, namun hipotesis yang paling kuat karena pemberian MPASI yang terlalu cepat," ujar dr Meta dari RSUD Dr Soetomo Surabaya dikutip dari detikcom.

3. Tingkatkan risiko alergi

MPASI dini dapat meningkatkan risiko anak alergi dan terkena berbagai penyakit. Sebab, saat bayi menerima asupan lain selain ASI, maka kekebalan yang diterima bayi akan berkurang. Kemudian, pemberian MPASI dini berisiko membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman, apalagi jika MPASI yang disajikan tidak higienis.

"Di usia 4-6 bulan kondisi usus bayi masih 'terbuka'. Nah, antibodi (sIgA) dari ASI bertugas melapisi organ pencernaan bayi dan memberikan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Sementara, bayi mulai memproduksi antibodi sendiri saat usia 6 bulan. Di usia itu pula penutupan usus terjadi," pungkas dr Meta.

4. Obesitas

Dilansir Cleveland Clinic, memberi MPASI terlalu dini bisa menimbulkan risiko anak mengalami obesitas. Makanan padat tidak sebanyak gizinya dengan ASI. Makanan padat dapat menurunkan nutrisi yang baik dan kalori yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan obesitas. Untuk itu, lebih baik bayi di bawah usia enam bulan diberikan ASI ekslusif tanpa makanan pendamping, Bun.

(aci/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi