parenting

Yang Perlu Bunda Tahu Kalau Mau Ajak si Kecil Mudik Naik Pesawat

Radian Nyi Sukmasari Rabu, 07 Jun 2017 12:59 WIB
Yang Perlu Bunda Tahu Kalau Mau Ajak si Kecil Mudik Naik Pesawat
Jakarta - 'Gue mudik naik pesawat aja deh. Ke Yogya sih. Berhubung anak gue masih bayi, mudik naik pesawat gue rasa pilihan yang paling tepatlah,' begitu kata seorang teman ke saya. Ya, mau mudik naik pesawat, bus, mobil pribadi atau kereta api sih balik lagi ke keputusan Ayah dan Bunda kan ya Bun? Cuma, yang nggak boleh disepelein adalah aspek keamanan dan kenyamanan si kecil. Setuju dong Bun sama saya?

Nah, sebenarnya anak umur berapa sih sudah cukup aman kita bawa mudik naik pesawat? "Mau mudik naik pesawat lebih bagus saat anak usianya 3 bulan ke atas," ujar dr Marlyn Cecilia Malonda SpA dari RS Mayapada Tangerang saat berbincang dengan Hai Bunda.

Kok disaranin saat usia anak 3 bulan ke atas sih Dok? Kata dr Marlyn, pertama karena imunitas si bayi udah lebih baik. Iya, soalnya di usia segitu bayi kan udah dapat minimal imunisasi dasar kayak BCG, DPT, hepatitis B, HIB, polio, dan kawan-kawannya. Hal terpenting nih Bun, kalau kita bermigrasi, termasuk pas mudik ke tempat lain, kita kan nggak tahu ya kuman apa yang ada di sana dan selama perjalanan ke sana. Jadi, kalau anak umurnya udah di atas 3 bulan, minimal ketahanan tubuhnya udah terangsang sama imunisasi. So, imunitasnya lebih baik.


Tapi, kalau di pesawat, hal terpenting yang mesti diperhatikan sama Ayah Bunda adalah perbedaan tekanan di darat dan udara, terutama waktu pesawat lepas landas atau mendarat. Nah, perbedaan tekanan di telinga anak yang meningkat bisa bikin anak rewel karena rasanya nyeri lho Bun.

Untuk ngakali perbedaan tekanan di darat dan udara ini, kalau untuk anak usia di bawah 2 tahun, Bunda susuin aja ya. Jadi, kalau di ruang tunggu, sebisa mungkin jangan susuin anak Bun dan sebaliknya, ajak anak main aja. Kalau begitu, pas masuk ke pesawat, anak kan udah lumayan capek nih dan energinya udah mulai berkurang. Begitu tiba waktu lepas landas, dengan gampang Bunda bisa nyusuin si kecil.

Ilustrasi anak naik pesawatIlustrasi anak naik pesawat /Foto: dok.HaiBunda


Kenapa sih harus disusui? Menurut dr Marlyn, refleks menelan bisa mengurangi perbedaan tekanan di telinga anak. Makanya, Bunda sadar nggak kalau kita, orang dewasa, ketika merasakan perbedaan tekanan di pesawat otomatis buka mulut, nelan ludah, atau menguap, ya kan? Sayangnya, si bayi belum bisa dikasih perintah, beda sama anak umur di atas 3 tahun yang udah mulai paham deh kalau bundanya nyuruh buka mulut, nelan ludah atau nguap, langsung aja dia lakuin.

Untuk bayi di atas 6 bulan yang udah mulai dapat Makanan Pendamping ASI, bisa juga lho Bun sebagai ganti kegiatan nyusu saat pesawat lepas landas atau mendarat, kasih dia cemilan misalnya biskuit atau finger food. Intinya, bikin anak sibuk olahraga mulut deh biar ada refleks ngunyah tadi ya Bun. Duh, tapi gimana kalau si kecil udah kadung angler tidur sebelum naik ke pesawat?

Ya, biarpun kedengarannya kok agak tega ya, tapi Bunda-dengan terpaksa-bisa aja membangunkan anak pelan-pelan. Terus, tawari dia nyusu atau ngemil. Setelah pesawat sukses take off, kalau anak mau tidur lagi monggo-lah. dr Marlyn mengungkapkan, efek dari perbedaan tekanan di darat dan udara untuk anak nggak main-main lho Bun. Kalau misal anak yang belum ngerti perintah mengantisipasi kondisi waktu take off dengan membuka mulut atau menguap, dan akhirnya dia dibiarin gitu aja, ada risiko gendang telinga bakal pecah.

Ini mengingat gendang telinga kan tipis banget ya Bun, apalagi gendang telinganya anak bayi. Makanya anak bisa merasa nggak nyaman saat terjadi dan kalau si gendang telinga ini udah pecah, ada risiko ganggu fungsi pendengaran bayi.

Nggak lupa, dr Marlyn ngasih saran baiknya Ayah sama Bunda tunda dulu deh perjalanan mudiknya kalau anak demam lebih dari 39-40 derajat Celcius. Apalagi, kalau demam anak dibarengi sama diare yang bisa bikin anak dehidrasi. dr Marlyn mengingatkan nih, selama dalam perjalanan, terlebih yang jaraknya cukup jauh, belum tentu ada RS yang bisa dikunjungi. Nah, kalau anak diare terus dehidrasi, penanganannya pasti lebih berat kan Bun.

Lalu cuma itu aja kondisi yang bikin anak baiknya nggak diajak mudik? Nggak dong. Kalau anak batuk pilek hebat sampai napasnya sesak juga kata dr Marlyn baiknya jangan diajak mudik. Terus, kalau anak demam tinggi sampai kejang demam, baiknya undur dulu ya Bun waktu mudiknya.

"Kalau batuk pilek ringan, nggak masalah. Kalau sumeng, selama anak masih aktif, masih ceria, ibaratnya anak masih pecicilan, lari sana-sini masih bisa diajak mudik," pungkas dr Marlyn. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi