HaiBunda

PARENTING

Kalau Belum Saatnya, Kita Nggak Perlu Paksa Anak Cepat Jalan

  |   HaiBunda

Minggu, 11 Jun 2017 06:49 WIB
Ilustrasi anak jalan (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kalau ibu-ibu lagi kumpul sering bahas kemampuan anaknya ya. Misalnya nih ada yang cerita di usia 10 bulanan anaknya sudah bisa jalan. Kadang iri nggak sih dengarnya kalau ternyata di usia yang sama anak kita belum bisa jalan.

Gara-gara iri dan ingin anak kita lebih terdepan melakukan sesuatu, jangan sampai kita menstimulasi si kecil berlebihan ya Bun. Misalnya nih, di usia 8 bulan anak kita belum bisa merangkak padahal anak ibu-ibu yang lain sudah merangkak, lalu kita malah menstimulasi anak untuk berjalan.

Psikolog anak Novita Tandry juga mengingatkan kita Bun agar memperhatikan benar tumbuh kembang si kecil sesuai usianya. Artinya jika memang belum waktunya berjalan, kita nggak perlu terburu nafsu menstimulasinya untuk berjalan. Karena untuk bisa berjalan dan kemudian berlari, manusia seharusnya belajar merangkak lebih dulu. Lagipula tumbuh kembang anak bukan suatu pertandingan yang harus selalu dipertandingkan.


"Mungkin teknologi bisa berkembang secara cepat dengan luar biasa tapi manusia dari dulu sampai sekarang diciptakan tetap sama, nggak ada yang langsung lari. Dalam waktu kehidupan semua manusia sama dalam periode tumbuh kembangnya, jadi kalau ada yang missing atau hilang dalam tumbuh kembang anak, contohnya saat merangkak biasanya ada anak yang langsung berdiri dan jalan tanpa merangkak, ada dampaknya," papar Novita.

Hal itu disampaikan Novita dalam peluncuran puffs snack Promina di Hotel Shangri-la, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Kata Novita, anak yang tidak merangkak di masa depan akan ada perkembangan yang terganggu. Hal ini berdasar penelitian di Inggris pada tahun 1979 yang menyebut bahwa bahwa anak-anak yang merangkak dan tidak merangkak konsentrasinya akan berbeda saat memasuki usia SD.

"Sebab ada yang terlewatkan saat proses perkembangan balita dan berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Oleh karenanya tumbuh kembang anak harus masuk semua, jangan ada yang terlewat," tambah Novita.

Lalu bagaimana jika si anak memang melewatkan fase merangkak, sehingga langsung berdiri dan berjalan? Saran dari dr Tri Gunadi, A.Md.OT., S.Psi, yang merupakan Direktur Klinik Yamet, boleh saja anak belajar berdiri, tapi kita sebagai orang tua harus mematangkan juga fase merangkaknya.

Sementara itu, dr Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC dari RS St Carolus Jakarta mengatakan perlunya anak diberi kesempatan yaitu ruang dan waktu untuk bereksplorasi sendiri. Dengan kesempatan eksplorasi tersebut maka anak akan menggunakan semua anggota tubuhnya untuk bergerak. Selain itu perlu juga diberi stimulus atau rangsangan.

Bagaimana dengan si kecil Anda, Bunda? Apakah dia termasuk yang cepat merangkak dan berjalan? Bagaimana stimulasi yang Bunda berikan buatnya? Yuk share ceritanya di kolom komentar. (Nurvita Indarini)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang Bermental Kuat, Salah Satunya Mampu Kendalikan Emosi

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Momen Almira Yudhoyono Anak Anisa Pohan Lulus SMA, Jadi Salah Satu Siswa Terbaik

Mom's Life Amira Salsabila

Terpisah Puluhan Tahun, Foto Kehamilan Ibu dan Anak Ini Bikin Haru

Kehamilan Annisa Karnesyia

Resep Bolu Ketan Panggang 4 Telur yang Lembut & Anti Gagal

Mom's Life Amira Salsabila

SPMB SD Depok 2026/2027: Aturan, Jadwal Pendaftaran & Pilihan Jalur

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Pengaruh Tinggi dan Berat Orang Tua pada Pertumbuhan Janin

Kenali Fibrelayering, Tren Diet untuk Pencernaan Sehat yang Disebut Lebih Baik dari Fibremaxxing

Cara Mengenali Orang Bermental Kuat, Salah Satunya Mampu Kendalikan Emosi

SPMB SD Depok 2026/2027: Aturan, Jadwal Pendaftaran & Pilihan Jalur

Resep Bolu Ketan Panggang 4 Telur yang Lembut & Anti Gagal

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK