HaiBunda

PARENTING

Merespons Anak Saat Komentari Kondisi Orang Lain yang Tak Biasa

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Rabu, 05 Jul 2017 13:12 WIB
Foto: ilustras anak berceritai/thinkstock
Jakarta - Pernah nggak Bun, waktu lagi ngajak si kecil pergi terus ada orang yang kondisi badannya nggak biasa. Misalnya, orang itu pincang dan si kecil tanpa sungkan langsung bilang "Bunda, kok orang itu kakinya pincang". Duh Nak, 'direm' dong bicaranya.

Kakak saya pernah nih Bun waktu lagi ada acara keluarga, kebetulan ada salah satu anggota keluarga kami yang jalannya pincang. Anaknya yang umur 7 tahun pun ngelihatin si kerabat tadi dan akhirnya dia bilang ke Bundanya. "Bun, kok orangnya jalannya gitu sih?" Kebetulan, keponakan saya baru pertama kali melihat si kerabat.

Sontak, kakak saya langsung mencubit keponakan saya dan mengalihkan pembicaraan. Nah, ngomong-ngomong soal respons anak ke kerabat yang kondisinya nggak biasa, Bunda bisa nih melakukan persiapan sebelum nanti anak ketemu sama kerabat tersebut. Seperti kata psikolog anak dari Tiga Generasi, Anastasia Satriyo M.Psi., Psikolog, Bunda bisa membacakan buku cerita ke anak soal beragam kondisi orang dan bentuk tubuh.


Kalau Bunda tahu nanti ada saudara dekat yang kakinya pincang misalnya, kasih tahu aja Bun ke anak jauh-jauh hari kalau nanti bakal ada saudara yang kondisi badannya nggak kayak orang pada umumnya. Tapi, jika nanti anak merasa aneh, komentarnya disampaikan bisik-bisik aja ke Bunda.

"Bilang ke anak boleh dia ngomong soal saudara tersebut, tapi bisik-bisik aja. Kita bisa katakan kakak suka nggak kalau diomongin begitu di depan kakak, pasti sedih kan. Nah, orang lain pun begitu kalau kita langsung bicarakan kondisinya di depan dia," kata Anas waktu berbincang sama HaiBunda.

Kalau nggak bisik-bisik, Bunda bisa kasih alternatif lain di mana anak bisa menyampaikan pikirannya pas lagi di mobil atau lagi sama ayah atau bundanya. Jadi, anak tetap bisa menyampaikan pemikirannya, tapi dengan strategi Bun. Nah, kalau si kecil berkata jujur soal kondisi orang lain, respons kita baiknya gimana ya Bun?

Menurut Anas, kita mungkin bisa merespons dengan kata 'oh gitu ya, Kak'. Datar aja Bun responsnya. Tapi, jangan langsung negur anak ya Bun. Karena, seperti kata Anas cara kayak gitu sama aja mengajarkan anak mempermalukan dia di depan umum. Kalau Bunda mau negur si kecil, ajak dia ke tempat sepi dulu Bun, jadi cuma berdua aja sama anak.

Pas kita udah berdua, kita bilang aja Bun, kalau kayak gitu tadi kurang sopan lho dan bisa bikin orang yanb kita omongin sedih. Meski memang, skala kesopanan di tiap keluarga beda ya Bun. Tapi intinya, ketika anak melakukan sesuatu yang nggak sesuai sama value keluarga, baiknya jangan langsung marahi anak di depan umum ya Bun. Sebab, kita tetap bisa kok ngajari si kecil respect sama orang lain, di situasi yang lebih private.

Bunda sendiri, pernah nggak anak terlalu jujur waktu komentar soal kondisi orang lain? Kalau kayak gitu, gimana respons Bunda? Ayo Bun berbagi cerita di kolom komentar. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Merayakan Ulang Tahun

Mom's Life Natasha Ardiah

Alasan Gaya Parenting Type C, Dianggap sebagai Pola Pengasuhan Paling Keren

Parenting Indah Ramadhani

Cara Menonaktifkan NPWP Istri di Coretax dengan Mudah dan Cepat, Panduan Terbaru yang Perlu Bunda Ketahui

Mom's Life Arina Yulistara

10 Makanan yang Hampir Tak Pernah Basi, Bisa Bertahan Bertahun-tahun

Mom's Life Natasha Ardiah

Hanya Konsumsi Nugget Sejak Kecil, Bocah Ini Alami Gangguan Makan Serius

Parenting Kinan

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Resep Overnight Oat untuk Menu Sarapan Simpel dan Enak

6 Rekomendasi Drama Korea Mengisahkan Perjuangan Ibu Hamil & Melahirkan, Bikin Haru

Alasan Gaya Parenting Type C, Dianggap sebagai Pola Pengasuhan Paling Keren

9 Ciri Kepribadian Orang yang Tak Suka Merayakan Ulang Tahun

Cara Menonaktifkan NPWP Istri di Coretax dengan Mudah dan Cepat, Panduan Terbaru yang Perlu Bunda Ketahui

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK