HaiBunda

PARENTING

Begini Lho Bun Cara Mengenali Risiko Alergi Anak

Rahma Lillahi Sativa   |   HaiBunda

Senin, 24 Jul 2017 12:28 WIB
Ilustrasi alergi anak (Foto: thinkstock)
Jakarta - Alergi pada anak nggak boleh kita sepelekan ya Bun. Untuk itu, sebagai antisipasi penting bagi Bunda sama Ayah mengenali risiko anak punya alergi atau nggak. Gimana caranya?

Kalau kata Dr dr Budi Setiabudiawan, SpA(K), M.Kes., konsultan alergi imunologi anak dari Universitas Padjadjaran, pada dasarnya risiko alergi pada anak ibarat buah yang jatuh nggak jauh dari pohonnya. Apa artinya? ada nggaknya alergi yang dimiliki anak ditentukan juga nih sama alergi yang dimiliki Bunda dan Ayah.

"Kalau misalkan salah satu orang tuanya punya penyakit alergi, risiko anak ini punya alergi juga sekitar 30 persen," ungkap Prof Budi dalam Media Workshop 'Bunda Tanggap Alergi dengan 3K bersama di Boncafe Surabaya, baru-baru ini.


Sedangkan, kalau Bunda sama Ayah punya alergi, berarti risiko si kecil punya alergi jadi lebih tinggi, sekitar 40-60 persen. Kata Prof Budi, persentase ini masih bisa meningkat lagi kalau orang tua punya jenis alergi yang sama.

"Jadi misalkan ibunya asma, kemudian bapaknya asma, itu risiko anak terkena alergi sampai 80 persen," lanjutnya.

Nggak cuma orang tua, risiko alergi anak juga bisa dipengaruhi oleh alergi yang dimiliki saudara kandungnya. Jadi Bun, misalnya salah satu saudara kandung memiliki alergi, maka risiko anak kena alergi mencapai 35 persen.

Kalau kita tahu risiko alergi anak, Prof Budi meminta kita, terutama Bunda, melakukan tindak pencegahan. Gimana caranya, Dok? Kata Prof Budi, pertama, sejak dalam kandungan, kita hindari terpapar asap rokok, baik aktif maupun pasif ya, Bun.

Begitu juga setelah si kecil lahir, terutama pada anak-anak yang risikonya tinggi, paparan asap rokok harus tetap dihindari. Setelah si kecil lahir, segera beri dia ASI ya. Soalnya, dikatakan Prof Budi, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi dalam mencegah munculnya gejala alergi.

"Tetapi bila anak terpaksa tidak bisa mendapat ASI, itu boleh diganti susu sapi tapi bukan yang standar, melainkan susu khusus untuk pencegahan alergi yaitu susu formula hidrolisat parsial," kata Prof Budi memberi saran. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

Mom's Life Arina Yulistara

3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

Parenting Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK