HaiBunda

PARENTING

Bun, Ini Alasannya si Kecil Jangan Sampai Kelamaan Main Gadget

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Selasa, 25 Jul 2017 07:51 WIB
Ilustrasi anak main gadget/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Saat ini, bukan rahasia lagi ya Bun kalau anak-anak terutama yang usia sekolah lekat sama gadget-nya. Kalau Bunda dan Ayah memberi kesempatan si kecil bermain gadget, jangan lupa pula untuk mengingatkan si kecil beraktivitas fisik, terutama di luar ruangan ya Bun.

Memang, gawai seperti tablet PC, laptopo, komputer, atau smartphone bisa memudahkan anak waktu belajar, bersosialisasi, dan mendapat hiburan. Tapi, kata spesialis opatmologi pediatri dr Caroline Catt dari The Children's Hospital, Bunda juga perlu mengingatkan anak untuk melakukan aktivitas yang nggak melibatkan layar gadget.

dr Catt mengingatkan Bunda sama Ayah untuk waspada sama tanda seperti mata merah, pandangan kabur, dan mengucek mata yang terjadi pada di kecil. Kata dr Catt, gejala ini bisa muncul setelah si kecil fokus menatap layar gadget supaya gambar dan teksnya tetap 'bersih' di layar. Selain itu Bun, gejala ini juga bisa muncul karena permukaan mata yang kering.


Nah, studi longitudinal terhadap anak-anak di Australia menemukan kalau anak usia 4-5 tahun menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk main gadget lho Bun. Durasi ini bertambah jadi 3 jam pada anak yang umurnya 12 dan 13 tahun. Maka dari itu Bun, penelitian ini merekemondasikan supaya anak-anak tetap terlibat dalam aktivitas fisik. Dengan begitu, waktu mereka nge-gadget bisa lebih sedikit kan?

"Selain itu, paparan cahaya alami dengan bermain di luar ruangan penting untuk membantu perkembangan mata yang normal dan mengurangi kemungkinan berkembangan miopi," kata dr Catt.

Bunda perlu tahu nih, kita juga bisa melakukan pemeriksaan mata sebelum si kecil sekolah lho. Jadi, kalau mau memeriksakan si kecil menurut dr Catt nggak perlu menunggu sampai anak bisa membaca kok. Terlebih, perkembangan mata anak paling banyak mengalami perubahan sampai usia mereka 8 tahun. Untuk itu, dr Catt menyarankan setidaknya Bunda sama Ayah melakukan pemeriksaan mata pada anak tiap dua tahun sekali ya Bun. Jadi, kalau misalkan ada kelainan, bisa dilakukan penanganan sedini mungkin.

Dilansir ABC Australia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, saat ini miopi sudah berdampak pada 30 persen populasi di dunia, Bun. Angka tersebut diperkirakan meningkat sampai 50 persen di tahun 2050. Karena, diprediksi banyak anak-anak yang menghabiskan waktu di dalam ruangan.

"Miopia adalah gangguan mata yang terlalu cepat. Saat anak menghabiskan waktu di luar ruangan, yang sebenarnya terjadi adalah pelepasan dopamin retina yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan mata mereka," kata Profesor Kathryn Rose, ketua orthoptics dari University of Technology Sydney.

Nah, Prof Rose bilang untuk mencegah perkembangan miopi pada anak, diperlukan waktu sekitar 10-15 jam per minggu untuk anak bermain di luar ruangan. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

Mom's Life Arina Yulistara

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

Parenting Annisa Karnesyia

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

Parenting Kinan

3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat

5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama

7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja

5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK