HaiBunda

PARENTING

Menyikapi Balita yang Berantem Gara-gara Rebutan Mainan

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Selasa, 15 Aug 2017 09:50 WIB
Balita rebutan mainan/ Foto: thinkstock
Jakarta - Sama saudara atau teman, anak kita yang usianya balita (di bawah lima tahun) berantem gara-gara rebutan mainan? Nggak perlu bingung, Bun. Tarik napas panjang dan coba lakukan hal ini.

Apa itu? Yuk kita ajarkan ke anak tentang hak milik. Karena, seperti kata psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani M.Psi., Psikolog, atau Nina, pada anak 1-3 tahun, biasanya semua sesuatu yang dipegang adalah milik dia. Tapi, dia bisa diajari berulang kali kalau barang ini punya bunda, punya adik, punya ayah, atau punya kakak.

Kalau misalnya Bunda mau ambilkan baju anak, bisa lho disampaikan ke anak 'Lihat ya, ini bunda ambilkan baju kamu. Kalau yang di lemari baju ayah'. Dengan begitu dia tahu ada pemilik lain dari baju itu.


Baca juga: Ide Weekend: 5 Film Kartun Keren yang Sarat Makna

Kalau anak berantem, katakan ke si kecil untuk berusaha menyampaikan apa yang dia pikirkan. Kata Nina yang praktik di Tiga Generasi ini, biasanya anak berantem seringkali karena dia mau ngomong tapi nggak tahu apa yang mau dia bicarakan. Jadi, yang dilakukan saat dia mau pinjam mainan temannya akhirnya merebut.

"Nah, daripada merebut kita ajarkan dia bilang 'Aku boleh pinjam balok merahnya'. Ini perlu dilatihkan langsung supaya anak terampil, bisa mengatakan apa yang ada di pikiran dia," kata Nina.

Jangan lupa juga, kita praktikkan minta izin meminjam barang ini dalam keseharian ya. Sehingga, anak belajar mempraktikkan hak milik dan belajar menyampaikan apa yang mau dia lakukan. Termasuk dalam menerapkan aturan, sampaikan ke anak kalau ada temannya yang mengambil mainan, dia harus bilang pinjam.

"Yang kita latih ke anak kalau ada temannya yang ambil mainan, anak coba tanyakan 'Kamu udah bilang pinjam belum?'," tutur Nina.

Gimana kalau anak sudah lebih besar tapi masih berebut mainan sampai berantem? Saat itu terjadi, Nina bilang bicarakan berbagai solusi yang mungkin. Misalnya anak berantem, kita tanya siapa yang memulai duluan. Lalu, enaknya bagaimana, apakah nggak bisa mainannya dimainkan bersama supaya nggak berantem lagi.

Tapi kadang, anak pun tetap nggak mau dan maunya main sendiri. Kalau begitu, supaya lagi-lagi dia nggak berantem kita tanya siapa yang memainkan duluan dan kenapa alasannya. Memang ini nggak mudah ya, Bun, menguji kesabaran kita. Namun, Nina menekankan ketika anak dikasih pertanyaan satu-satu kayak gitu, anak bisa menelaah proses berpikirnya.

Baca juga: Menjawab Pertanyaan Sulit si Kecil (2) (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'

Mom's Life Tim HaiBunda

Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator

Mom's Life Annisa Karnesyia

Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan

Parenting Annisa Karnesyia

Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...

Kehamilan Amrikh Palupi

Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

Tips Memilih Gaun untuk Maternity Shoot agar Tampil Cantik dan Flawless dengan Baby Bump

Orang Tua Kini Sewa Babysitter Khusus Anak Sekolah, Ternyata Ini yang Dilakukan

Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'

Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK