sign up SIGN UP search


parenting

Kondisi Rumah Begini Bisa Bantu Cegah Asma Anak Kambuh

Asri Ediyati   |   Haibunda Senin, 04 Sep 2017 08:00 WIB
Supaya asma anak nggak kambuh, coba yuk Bun kita buat kondisi rumah jadi seperti ini. caption
Jakarta - Asma adalah salah satu penyakit yang menyerang segala usia. Asma ditandai dengan gangguan pernapasan yang terjadi berulang kali, kebanyakan terjadi karena pembengkakan di saluran bronkial sehingga membuat napas menjadi pendek.

Sebenarnya, penyebab asma sendiri belum jelas, Bun. Tapi, menurut banyak penelitian yang telah dilakukan bahwa risiko asma bisa dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya kebersihan lingkungan.

Dirangkum HaiBunda, ini hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menjaga kebersihan rumah untuk mengurangi risiko asma si kecil kambuh.


1. Pastikan Kualitas Udara di Rumah Baik

Kualitas udara di rumah sangat menentukan risiko kambuhnya asma. Hal-hal yang bisa menurunkan kualitas udara di rumah adalah asap rokok, asap bakaran sampah, parfum, semprotan aerosol dan bau cat pewarna. Bahkan lilin beraroma pun bisa menurunkan kualitas udara, lho Bun. Oleh karena itu, sebisa mungkin beritahukan orang rumah atau tamu yang datang untuk nggak merokok sembarangan, membakar sampah, atau memakai parfum yang wanginya menyengat, Bun.

Kalau pakai AC, pastikan saluran udara benar-benar bersih dan rutin membersihkan AC. Jika memang Bunda ingin membuka jendela atau pintu rumah sebaiknya dilakukan di pagi hari sebelum kadar polutan belum tinggi. Dan kalau masih merasa kualitas udara belum baik, kita bisa pasang penyaring udara seperti High Efficiency Particulate Air (HEPA) di kamar anak.

2. Usir Tungau Debu

Tungau debu adalah salah satu pemicu asma pada anak. Nah, serangga yang berukuran sangat kecil ini bisa hinggap di mana saja, lho Bun. Makanan mereka adalah sel-sel kulit mati pada manusia. Tungau debu biasanya banyak ditemukan di perabot rumah yang berdebu, bisa juga di kasur. Dan ruangan yang paling banyak dihinggapi tungau adalah kamar tidur.

Untuk mengusir tungau dari rumah, kita harus rajin sedot debu dengan vacuum cleaner, paling nggak seminggu sekali. Hindari pemakaian isi bantal dan kasur dari bulu angsa atau kapuk. Jadi, lebih baik pakai yang sintetis ya, Bun seperti dakron. Tiap beberapa minggu sekali cuci seprai dengan air panas dan keringkan di bawah terik matahari.

Hindari pemakaian karpet di rumah dan tirai jendela yang berlipat-lipat. Yang jelas semua perabotan rumah harus rajin dibersihkan dari debu ya, Bun. Jangan lupa juga untuk rajin mencuci boneka anak. Hindari penggunaan humidifier (pelembap ruangan) khususnya di kamar tidur anak. Satu lagi Bun, usahakan rumah terbebas dari udara yang lembap ya, karena tungau debu suka sekali dengan kelembapan.

Baca juga: Ahli Pernapasan Sebut Asap Rokok Pencetus Asma Paling Kuat

3. Meminimalisir Jamur (Mold)


Jamur (Mold) bisa tumbuh di berbagai permukaan khususnya di tempat yang lembap seperti kamar mandi dan gudang. Nah, yang bikin bahaya dari mold adalah bisa memproduksi spora dan menyebarkannya lewat udara. Jika terhirup anak yang punya asma, bisa kambuh tuh Bun.

Untuk mengurangi jamur, sebaiknya kita periksa pipa air dan atap apakah ada yang bocor. Bersihkan atap dengan rajin dan pasang exhaust fan untuk membantu mengurangi kelembapan. Jika ada kain pel yang basah, segera dikeringkan. Kalau bisa, hindari pemasangan wallpaper di kamar mandi dan gudang.

Kalau mau pelihara tanaman, baiknya jangan di dalam rumah, karena tanahnya bisa menjadi tempat jamur berkembang biak. Kalau ada jamur yang terlihat, bersihkan dengan larutan pemutih pakaian dengan takaran 1:10 ya. Jangan lupa, ganti serta cuci tirai rumah yang kena jamur.

4. Jangan Pelihara Binatang di Dalam Rumah

Binatang peliharaan seringkali menjadi pemicu utama kambuhnya asma. Padahal, 30 persen dari orang yang memiliki asma punya alergi pada binatang. Alergi ini terjadi karena reaksi tubuh pada protein yang ditemukan di air liur, urine atau sel kulit mati binatang.

Rambut binatang sendiri sebenarnya nggak menyebabkan alergi. Tapi, tungau, jamur dan pollen (serbuk sari) yang menempel di bulu binatanglah yang memicu kambuhnya asma. Jika anak kita alergi dengan binatang peliharaan, lebih baik kita nggak usah pelihara, Bun.

Tapi, jika memang sekeluarga adalah penyayang binatang maka lebih baik binatang peliharaannya ditaruh di luar rumah jauh dari anak-anak. Jangan lupa mandikan dan sisir bulunya tiap minggu. Dan yang paling penting, jangan biarkan anak menyentuh atau bermain dengan binatang peliharaan.

Baca juga: Jika Seperti Ini, Bisa Jadi Sesak Napas yang Dialami Disebabkan Asma

5. Basmi Kecoak di Rumah

Terdengar sepele Bun, karena serangga yang satu ini sering muncul di rumah. Apalagi bagi kita yang tinggal di perumahan. Kecoa ini salah satu pemicu utama timbulnya asma, lho Bun. Untuk membasminya, hal simpel yang bisa lakukan adalah nggak menumpuk-numpuk kardus dan koran di rumah.

Terus, jangan tinggalkan piring kotor di tempat cuci piring dan usahakan tempat sampah nggak terbuka. Kalau kecoak ini masih bandel, kita bisa gunakan jasa profesional untuk usir kecoak, bahkan hama lainnya seperti tikus, tungau dan kutu. (rdn)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!