HaiBunda

PARENTING

Berantemnya Kakak-Adik yang Terbilang Nggak 'Normal'

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Jumat, 06 Oct 2017 09:22 WIB
Ilustrasi kakak dan adik/ Foto: dok Hai Bunda
Jakarta - Berantem udah jadi hal yang lumrah buat kakak dan adik ya, Bun. Mulai dari rebutan mainan, saling ganggu, hingga iseng sampai salah satunya menangis bisa jadi pemandangan sehari-hari yang udah biasa buat Bunda.

Psikolog anak di Quirky Clinic Kid, Dr Kimberley O'Brien bilang memang wajar kalau kakak dan adik kadang berantem. Tapi, orang tua juga perlu peka sama keadaan yang menunjukkan berantemnya kakak dan adik udah mulai nggak sehat nih. Apa aja ciri-cirinya?

"Ketika dinamika keluarga terasa berubah dan negatif, berarti perkelahian yang terjadi di antara kakak dan adik perlu dibicarakan di pertemuan keluarga. Walaupun, konflik di antara saudara sebenarnya perilaku normal," kata Kimberley, dikutip dari Essential Kids.


Kata Kimberley, umumnya memang si kakak nih, Bun, yang suka usil sama si adik. Walaupun, ada juga adik yang cenderung ngisengin kakaknya. Nah, ketika perkelahian yang terjadi seperti ini yaitu diawali dengan saling iseng, Bunda sama Ayah juga perlu memberi kesempatan anak menyelesaikan masalahnya.

Baca juga: Kalau Kakak dan Adik Akur Begini, Bunda Senang Deh

Ketika anak udah bisa menyelesaikan perselisihannya, jangan lupa beri reward mereka ya, Bun. Kadang, saat berantem salah satu pihak lantas mengadu ke orang tua. Nah, Kimberley menyarankan baiknya kita nggak langsung memutuskan siapa pihak yang salah dalam masalah ini. Nah, kita ajak aja anak bicara dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga, orang tua pun bisa meraba-raba apa yang sebenarnya terjadi.

Kita perlu tahu nih, Bun. Perkelahian pada kakak dan adik juga bisa dipicu kebosanan mereka lho. Ya, Kimberley bilang berantem kadang jadi stimulasi ketika si kecil dan saudaranya lagi bosan.

Sementara itu, psikolog anak dan remaja dari RaQQi Human Development and Learning Centre, Ratih Zulhaqqi bilang sibling rivalry memang normal, bahkan sampai si kakak dan adik besar. Tapi, perlu menjadi perhatian ketika konflik yang terjadi berlangsung dalam waktu lama.

Kalau kayak gini, Bun, kata Ratih kita perlu ngajak anak duduk bareng dan menanyakan sebenarnya apa sih yang mereka rasakan sampai kesal banget sama si kakak atau adik. Jadi, orang tua menggali lebih dalam lagi apa yang dirasakan anak dan ke depannya, bisa dibuat perubahan dalam memperlakukan anak.

"Misalnya adiknya kesal sama si kakak karena cemburu. Berarti orang tua perlu lebih perhatian dan lebih adil lagi," ujar Ratih dalam wawancara dengan detikHealth.

Kalau si kecil, sama kakak atau adiknya sering berantem gara-gara apa, Bun? Terus, gimana Bunda menghadapi pertengkaran itu?

Baca juga: Ketika Kakak Menjadi Tolok Ukur Bagi sang Adik (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Sudah Remaja, Intip Potret Dua Cucu Gus Dur yang Mulai Curi Perhatian

Parenting Amira Salsabila

Alyssa Daguise Berhasil Kumpulkan Banyak Kolostrum ASI untuk Baby Soleil, Ini Manfaatnya untuk Anak

Menyusui Annisa Karnesyia

100 Ucapan Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus 2026 Penuh Makna

Mom's Life Azhar Hanifah

Gigi Anak yang Berlubang Parah Tidak Dapat Disembuhkan? Ini Jawaban Dokter

Parenting Indah Ramadhani

Jarang Tersorot, Ini Potret Aishakyra Zara Anak Teuky Zacky yang Warisi Wajah Bule Ibunda

Parenting Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

3 Film Anak tentang Kenaikan Yesus yang Wajib Ditonton Bareng Si Kecil

Sudah Remaja, Intip Potret Dua Cucu Gus Dur yang Mulai Curi Perhatian

Gigi Anak yang Berlubang Parah Tidak Dapat Disembuhkan? Ini Jawaban Dokter

Alyssa Daguise Berhasil Kumpulkan Banyak Kolostrum ASI untuk Baby Soleil, Ini Manfaatnya untuk Anak

Flamingo Era, Fase Perubahan 'Warna' Perempuan Pasca Melahirkan sampai Anak Beranjak Dewasa

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK