sign up SIGN UP search


parenting

Komunitas Ini Mengingatkan Hal-hal Sepele Bisa Bahayakan si Kecil

Amelia Sewaka Selasa, 10 Oct 2017 11:04 WIB
Sering kali bahaya muncul karena kita terlalu abai pada hal-hal sepele. caption
Jakarta - Kerap kali penyesalan datang terlambat. Iya, karena kita kadang mengabaikan hal-hal sepele yang lantas memicu bahaya bagi si kecil. Nah, komunitas ini hadir untuk mengingatkan bahwa bahaya besar bisa muncul karena kelalaian atau pengabaian pada hal-hal sepele.

Safe Kids Community, demikian nama komunitas ini, diinisiasi oleh Wahyu Minarto dan Noni Arkendita. Di sela-sela Pekan Menggendong Sedunia 2017 yang digelar Indonesia Baby Wearers Jabodetabek, di Club Kembang, Kemang, Jakarta Selatan beberapa hari lalu, keduanya berbagi latar belakang komunitas Safe Kids Community kepada HaiBunda.

"Berangkat dari keprihatinan kami atas budaya keselamatan di Indonesia, anak kecil naik motor yang sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang kita benarkan dan tidak ada intervensi. Kita sebagai orang tua harusnya punya kewajiban untuk intervensi itu," tutur pria yang disapa Wahyu yang biasa disapa Paman Billie ini.


Wahyu mengakui, komunitas ini sebenarnya adalah ambisi pribadinya. Maklum ia merupakan praktisi keselamatan sehingga membawa teori keselamatan ke tengah masyarakat untuk bersama-sama mempraktikkannya.

"Kita coba olah, coba pakai bahasa yang dimengerti dengan orang tua, anak, dan guru. Lalu kita sampaikan semua hal tersebut pada masyarakat," papar Wahyu.

Baca juga: Ayo! Cegah Anak-anak di Bawah Umur 17 Tahun Berkendara

Anggota dari komunitas ini pun juga dari berbagai macam latar belakang lho, Bun. Ada orang berkecimpung dalam safety riding, dokter, psikolog anak, bahkan ada pula dari escalator safety. Nah, mereka semua memberikan perspektif yang unik berdasar profesinya masing-masing. Komunitas yang telah berdiri dari 2015 ini punya target utama orang tua, anak, dan pengajar.

"Jadi jika diminta jadi narasumber, kami punya dari masing-masing bidangnya, nggak cuma dari satu sisi. Lebih ke sharing sih, ilmunya bagi-bagi dan dari pengalaman masing-masing," timpal Noni.

Jika target utama sudah didapat, maka komunitas ini akan melebarkan sayap hingga ke pemerintah atau pihak regulator guna mengedukasi masyarakat lebih banyak. Jangan salah, Bun, komunitasi ini sudah banyak membuat workshop, trainning, kerja sama dengan berbagai pihak juga lho.

"Kita lebih banyak diundang dengan kegiatan di sekolah, kasih edukasi ke guru, tanggap darurat seperti apa. Kita juga bikin pelatihan first aid tapi yang ekonomis. Karena orang banyak tahu first aid itu mahal kan, sehingga target kita orang tua dan babysitter," sambung Wahyu.

Oh iya, nggak semua anggota Safe Kids Indonesia bisa jadi narasumber lho, Bun. Hanya beberapa orang, terutama yang sudah menerapkan safety kids di keluarganya.

"Safety about doing, not knowing. Kalau knowing aja gampang semua orang bisa browsing, tapi kalau soal menerapkan beda lagi, sehingga yang jadi narsum adalah orang yang mempraktikkannya juga nggak cuma bicara aja," tutur Wahyu.

Kata Wahyu, mereka meng-copy gerakan-gerakan yang sudah berhasil. Misalnya di Bandung ada gerakan disiplin, di mana penggagasnya bisa merangkul pihak pemerintah daerah. "Jadi seolah-olah itu adalah inisiatif pemprov, padahal sebenarnya gerakan tersebut dimulai dari komunitas tersebut. Nah, mungkin kita akan ikuti jalan itu," imbuh Wahyu.

Baca juga: Masih Banyak Orangtua Izinkan Anaknya yang Tak Punya SIM Berkendara, Kenapa Ya?

(Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi