parenting

Anak dengan Low Vision Tetap Bisa Berprestasi Kok, Bun

Asri Ediyati Senin, 23 Oct 2017 13:01 WIB
Anak dengan Low Vision Tetap Bisa Berprestasi Kok, Bun
Jakarta - Beberapa orang tua bisa pasrah dan kehilangan harapan ketika anak mereka mengalami low vision. Dengan low vision, si kecil dianggap tak bisa menunjukkan eksistensinya di dunia dan nggak bisa berprestasi. Padahal, nggak melulu seperti itu, Bun.

Global advisor dan spesialis low vision Karin van Dijk bilang seseorang dengan low vision memiliki gangguan visual berupa jarak pandangnya hanya enam meter dengan luas pandangan 10-20 derajat saja. Penyebab low vision yakni degenerasi makula yang memengaruhi retina mata, diabetes, retinitis pigmentosa, amblyopia, retinopathy akibat prematur (terjadi pada bayi yang terlahir prematur), retina detachment (retina terlepas dari lapisan dalam mata), katarak, glaukoma dan gegar otak.

Baca juga:Ada Optik Khusus Anak, Seperti Apa Sih?


"Anak yang memiliki low vision akan kesulitan melakukan aktivitas harian seperti mengenal orang di jalan, membaca papan tulis, menulis dengan kecepatan yang stabil dan bermain dengan teman," kata Karin dikutip dari jurnalnya di National Center for Biotechnology Information.

Karin bilang, untuk para orang tua dan pengasuh sebaiknya jangan menyerah dan pesimis. Soalnya banyak anak yang memiliki low vision, tapi bisa berprestasi kok. Mereka juga memiliki kualitas hidup yang sama dengan anak lainnya. Kata Karin, hal tersebut bisa terwujud asal anak mendapat perawatan sungguh-sungguh.

Dijelaskan Karin, ada beberapa tahapan perawatan yang harus dijalani anak dengan low vision yakni pemeriksaan mata untuk tahu penyebab low vision. Kemudian dilakukan intervensi bedah kalau dibutuhkan, seperti operasi katarak. Selanjutnya, penilaian berbagai fungsi visual anak yaitu jarak penglihatan, penglihatan dekat, sensitivitas kontras, dan bidang visual, lalu dibuat kacamata dengan ukuran yang pas.

Baca juga: Kenali Sinar yang Membahayakan atau Bermanfaat untuk Mata Anak

"Untuk kasus low vision non optik, memang kacamata sama sekali tidak membantu anak untuk bisa melihat. Sekolah dan orang tua harus memiliki strategi agar membuat anak bisa mengikuti pelajarannya. Seperti diberi kesempatan duduk di paling depan, diajarkan menulis pada jarak pandang yang dekat," ujar Karin.

Menurut dokter mata anak dari Filipina, dr Scarlett G Cacayuran yang kerap disapa Candy, low vision adalah kecacatan mata yang tidak bisa sembuh. Sehingga, mata anak nggak bisa kembali normal 100 persen meskipun sudah mendapat perawatan. Walau begitu, Candy bilang akan selalu ada kesempatan untuk anak beraktivitas selayaknya anak normal.

"Sebagai orang tua, kita sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan dini pada anak jika merasa ada yang salah dengan mata anak. Terutama untuk orang tua dengan bayi prematur," tutur Candy kepada HaiBunda. (aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi