parenting

Kata Ibu-ibu Soal Beda Pengasuhan Anak Pertama dan Selanjutnya

Melly Febrida Minggu, 05 Nov 2017 14:56 WIB
Kata Ibu-ibu Soal Beda Pengasuhan Anak Pertama dan Selanjutnya
Jakarta - Saat hamil untuk pertama kalinya, kita diliputi kebahagiaan yang luar biasa. Rasanya semangat banget menjadi ayah dan bunda baru. Berbagai perencanaan dilakukan, termasuk membaca sebanyak-banyaknya teori parenting.

Hal ini disampaikan beberapa ibu yang tergabung dalam komunitas BabyCenter. Ada beberapa hal yang mereka terapkan pada anak pertama, namun tidak lagi dilakukan untuk anak kedua dan seterusnya.

Misalnya Bun, saat anak pertama, kita begitu hati-hati ketika orang lain menggendongnya. Bahkan ada yang nggak ingin bayinya digendong selain ibunya sendiri. Berbeda ketika anak kedua atau selanjutnya. Sering kali kita nggak masalah kalau si kakak memangku adiknya ketika duduk.




"Saya juga tidak pernah membiarkan anak pertama saya bermain di iPhone atau tablet di mobil saat ia masih kecil. Harus ada buku atau mainan dalam perjalanan. Sekarang saya sudah lunak karena perjalanan itu seperti perang panjang," ujar seorang ibu, dikutip dari Babycenter.

Ternyata, hal tersebut juga dialami sejumlah orang tua. Perawatan anak kedua tak seketat anak pertama. Apabila anak pertama tak boleh makan cokelat semasa kecil, anak kedua makan cokelat padahal masih sangat kecil karena diberi kakaknya.

Belum lagi larangan menonton televisi atau bermain ponsel untuk anak pertama. Kemudian peraturan tersebut berubah pada anak kedua dan seterusnya. Anak kedua mungkin saja sudah menonton televisi saat usianya masih berapa hari.

Beberapa komentar di bawah ini menceritakan pengalaman merawat anak pertama dan anak anak-anak selanjutnya.

"Anak saya yang ketiga berusia 11 bulan, saya memberinya cokelat tempo hari. Dia juga makan kentang goreng dan seekor kalkun dan entah apa lagi yang diberikan kepadanya oleh anak saya yang lebih tua," kata ibu bernama Mwycoo dalam komentarnya.

Nggak cuma itu, dirinya juga menyalakan televisi untuk anaknya saat dirinya sedang membersihkan dapur. Padahal anak pertamanya dulu tidak menonton televisi saat masih bayi dan batita. Bahkan si anak pertama juga tidak makan makanan olahan dan gula.

"OMG, semuanya... Saya adalah "ibu yang sempurna" ketika saya hanya memiliki seorang anak," tulis Bug120.



"Yang pasti makanannya. Anak pertama saya tidak mengonsumsi gula sampai dia berusia 2 tahun. Anak saya selanjutnya (sekarang 18 bulan) makan es krim ketika usianya 8 bulan dan beberapa hari yang lalu saya masuk ke ruang tamu dan salah satu anak saya yang lain memberinya drumstick ukuran besar dan dia memakan semuanya. Juga TV. Dia menonton TV lebih dari yang dilakukan anak-anakku yang lebih tua..." timpal ibu yang memiliki akun Windyjoy.

"Tentang TV... Anak pertama saya tak boleh sampai hampir 2 tahun. Tapi anak bungsu saya sudah menonton acara anak dari hari pertama," sambung ibu lainnya,LenniFrazier.

Selain hal di atas, ada juga lho, Bun, perbedaan yang dirasakan dalam pengasuhan anak pertama dengan anak-anak selanjutnya seperti dilansir laman Scarrymommy.

1. 'Perayaan' yang Meriah

Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/ Foto: Dhani Irawan/detikcom


Ketika menantikan anak pertama, orang-orang begitu menyambutnya seolah-olah tidak ada ibu yang pernah melahirkan bayi sebelumnya. Berbagai hadiah dan perhatian diberikan keluarga, teman, serta kerabat. Saat si sulung lahir, pengunjung memadati ruang tunggu rumah sakit untuk melihatnya.

Ketika anak berikutnya lahir, hmm ke mana semua orang pergi? Penyambutan kehadiran anak kedua tak seheboh seperti anak pertama, apalagi anak ketiga dan selanjutnya.

Itu pun saya alami, Bun. Kehadiran anak pertama mendapat banyak perhatian dari keluarga dan teman. Saat anak kedua dan ketiga lahir, memang masih ada perhatian-perhatian yang diberikan, tapi kok rasanya tidak 'semeriah' saat si sulung lahir ya. Apa Bunda juga merasakannya?

2. Dokumentasi

Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/ Foto: Thinkstock


Anak pertama biasanya dokumentasinya lengkap. Mulai foto saat si kecil masih di kandungan, lalu perkembangan baby bump kita. Lalu perkembangan si kecil saat lahir hingga setidaknya berusia dua tahun pertama, lengkap banget foto dan videonya.

Saya juga melakukan hal demikian. Sejak hamil rajin mendokumentasikannya dalam foto, apalagi setelah anak pertama lahir. Setiap ada tingkahnya yang lucu pasti langsung memotretnya dan mempublikasikan di media sosial

Lalu saat anak berikutnya lahir, biasanya kita jarang mengambil foto kehamilan. Bahkan mungkin memotret hanya kalau ingat saja,sampai menjelang akhir menuju kelahiran.

Kalau saya pribadi, baru sengaja memotret beberapa foto mendekati kelahiran, bahkan saat sudah di rumah sakit sebagai kenang-kenangan.

3. Penyakit

Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/ Foto: ilustrasi/thinkstock


Anak pertama umumnya saat bayu relatif jarang kena flu di tahun pertama kehidupannya. Saat kita dan suami sakit, kita memakai masker agar anak tidak tertular.

Sementara anak berikutnya, mungkin saja si bayi meler sejak minggu pertama setelah kelahirannya karena tertular kakaknya atau orang tua yang tak memakai masker.

4. Manajemen Waktu

Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/ Foto: dok.HaiBunda


Saat anak pertama lahir, semua waktu yang dimiliki didedikasikan untuk merawat bayi. Untuk kepentingan pribadi saja sangat sulit dilakukan. Mau mandi menunggu sampai bayi tidur, baru bisa menyelesaikan pekerjaan rumah.

Tapi saat anak berikutnya lahir, nggak mungkin dong kita cuma fokus sama di bayi dan mengabaikan kakaknya. Alhasil, bayi kedua kerap dibiarkan sendirian sambil menyambi pekerjaan lainnya.

5. Perhatian

Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/Beda pengasuhan anak sulung dan anak selanjutnya/ Foto: dok.HaiBunda


Saat anak pertama lahir, kita memberikan perhatian yang luar biasa besar. Maklum, saat itu cuma dia satu-satunya yang membetot perhatian kita. Setiap perkembangan dan pencapaian yang mampu dilakukannya, seolah ingin selalu kita kabarkan pada dunia,

Namun saat anak berikutnya lahir, sepertinya perhatian tidak bisa diberikan terlalu besar. Sebab perhatian harus dibagi-bagi antara bayi dengan kakaknya.



Anak Pertama Lebih Pintar

Ada penelitian yang menyebutkan anak pertama lebih pintar, Bun. Penelitian tersebut dilakukan University of Edinburgh yang berkolaborasi dengan Sydney University.

Kata para peneliti, anak pertama, baik berjenis kelamin perempuan ataupun laki-laki memiliki hasil tes IQ yang lebih tinggi ketimbang anak kedua dan seterusnya. Kesimpulan ini diambil setelah para peneliti mengambil data dari 5.000 anak sampai usia 14 tahun yang diberi tes membaca dan kosakata setiap dua tahun.

Peneliti menduga hal ini terjadi bukan karena faktor genetik, tetapi karena lingkungan pola asuh orang tua. Ketika anak pertama lahir orang tua memberikan perhatian penuh yang tak terbagi dan ini bisa dimanfaatkan oleh anak untuk belajar lebih baik dibandingkan adiknya kelak. Selain itu anak sulung kemungkinan otaknya berkembang lebih baik karena harus mengasuh dan mengajari adik-adiknya terkait berbagai hal. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi