HaiBunda

PARENTING

Gimana Cara Menjelaskan Soal Pornografi ke Anak Usia SD?

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Sabtu, 02 Dec 2017 09:02 WIB
Menjelaskan Soal Pornografi ke Anak Usia SD/ Foto: thinkstock
Jakarta - Bicara soal pornografi, risiko anak terpapar konten tersebut ada di mana-mana ya, Bun. Terlebih kalau anak usia sekolah dasar atau SD udah 'fasih' banget pakai gadget. Sebagai orang tua, Bunda atau Ayah pernah nggak sih merasa bingung gimana ya menjelaskan soal pornografi kalau anak menanyakan ini?

Nah, kalau Bunda dan Ayah bingung, tips dari psikolog anak dari Tiga Generasi, Anastasia Satriyo yang akrab disapa Anas ini nggak ada salahnya dicoba, Bun. Ketika anak bertanya soal pornografi, katakan kalau konten itu belum sesuai sama pemahaman anak karena kontennya untuk orang-orang 17 tahun ke atas. Apalagi, tayangan atau konten yang dilihat anak harus banget sesuai sama umur mereka.




"Soal bahaya pornografi, penjelasan yang bisa dikasih ke anak SD salah satunya sama aja kayak kenapa kita nggak bisa melihat adegan kekerasan. Karena habis ngelihat konten kayak gitu, kita bisa shock, takut dan jadi kepikiran," kata Anas waktu ngobrol sama HaiBunda.

Kepikiran di sini maksudnya, anak bisa kepikiran antara takut melihat konten tersebut tapi di sisi lain juga pengen melihat itu. Alhasil, anak cuma fokus sama hal itu. Hmm, terus gimana kalau anak bertanya soal orang yang tanpa busana alias telanjang dalam konten tersebut?

"Kita bisa jelaskan, ke anak usia sekolah dasar kalau kita lihat orang lain dalam keadaan telanjang, itu bisa memengaruhi cara kita melihat orang lain dan efeknya nggak bagus," tutur Anas.

Penjelasan soal pornografi sebetulnya bisa dimulai dengan memberikan edukasi seks sejak dini ke anak, salah satunya lewat pengenalan anggota tubuh. Di umur 4 tahun, anak mulai diajarkan good touch dan bad touch termasuk siapa yang boleh menceboki dia, memegang alat kelaminnya, terus kapan anak boleh buka baju plus siapa yang boleh melihat.



Kata Anas, kalau konsep itu udah dipupuk dari kecil, saat SD anak tahu kalau memperlihatkan atau melihat alat kelamin adalah hal yang nggak semestinya dilakukan. Soalnya, anak bisa berpikir kalau dia nggak boleh memperlihatkan bagian pribadi tubuhnya berarti anak juga nggak boleh lihat area pribadi milik orang lain. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Diet ala Artis Korea Jihyo TWICE, Sukses Turun Berat Badan 10 Kg

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Athar Putra Citra Kirana Rayakan Ultah ke-5, Konsepnya Curi Perhatian

Parenting Nadhifa Fitrina

Thailand Gratiskan 200 Ribu Tiket Pesawat bagi Turis, Catat Syaratnya!

Mom's Life ZAHARA ARRAHMA

Momen Nola B3 Kembali Bertemu Lusy Rahmawaty di Australia, Ungkap Sang Sahabat Betah Tanpa Medsos

Mom's Life Annisa Karnesyia

Selamat! Kimmy Jayanti Melahirkan Anak Ketiga Berjenis Kelamin Laki-laki

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sarapan Bergizi Lengkap: Kebiasaan Kecil, Dampak Besar untuk Pencernaan Anak

Diet ala Artis Korea Jihyo TWICE, Sukses Turun Berat Badan 10 Kg

Ikut Tren TikTok untuk Picu Kontraksi, Ibu Hamil Ini Jadi Sorotan Netizen

5 Potret Athar Putra Citra Kirana Rayakan Ultah ke-5, Konsepnya Curi Perhatian

Thailand Gratiskan 200 Ribu Tiket Pesawat bagi Turis, Catat Syaratnya!

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK