Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

KB Hormonal Dapat Pengaruhi Emosi dan Memori Wanita, Begini Hasil Studi Terbaru

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 17 Mar 2026 07:10 WIB

Ilustrasi Pil KB
KB Hormonal Dapat Pengaruhi Emosi dan Memori Wanita, Begini Hasil Studi Terbaru/ Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

KB hormonal menjadi pilihan kontrasepsi yang efektif dalam mencegah kehamilan, Bunda. Jenis kontrasepsi ini juga disebut dapat membantu mengelola kondisi kesehatan seperti endometriosis, sindrom ovarium polikistik, dan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Selain memengaruhi sistem reproduksi, penggunaan KB hormonal ternyata juga bisa memengaruhi emosi dan memori seorang perempuan. Hal tersebut ditemukan dalam studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Hormones and Behavior.

Menurut penelitian dari Rice University ini, kontrasepsi hormonal tampaknya memengaruhi area otak perempuan. Secara spesifik, area otak ini memproses emosi serta bagaimana seseorang mengingat pengalaman emosional di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Bagi perempuan, temuan ini menyoroti apa yang telah lama dicurigai banyak orang, bahwa kontrasepsi dapat memengaruhi lebih dari sekadar kesehatan reproduksi," kata penulis utama studi Beatriz Brandao, dilansir laman SciTechDaily.

"Kontrasepsi hormonal tidak hanya mencegah kehamilan, tetapi juga memengaruhi area otak yang terlibat dalam emosi dan ingatan, yang sangat penting bagi kesehatan mental," sambungnya.

Hasil studi kaitan KB hormonal dengan emosi dan memori

Dalam studi ini, para peneliti membandingkan perempuan yang menggunakan KB hormonal dengan perempuan yang siklus menstruasinya alami. Para peserta lalu melihat gambar positif, negatif, dan netral sambil menerapkan strategi pengaturan emosi yang berbeda, seperti menjauhkan diri, reinterpretasi atau imersi. Peserta juga diminta untuk menyelesaikan tes memori.

Hasil studi menemukan, perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal menunjukkan reaksi emosional lebih kuat dibandingkan dengan mereka yang siklus menstruasinya alami. Lalu, ketika para peserta menggunakan strategi seperti menjauhkan diri atau menafsirkan ulang, mereka mengingat lebih sedikit detail dari peristiwa negatif, meskipun ingatan umum mereka tetap utuh.

Bila disimpulkan, perempuan yang menggunakan KB hormonal dapat mengingat keseluruhan peristiwa tetapi tidak semua detail spesifiknya. Kesenjangan itu sebenarnya dapat membantu perempuan untuk melanjutkan hidup daripada terus mengingat detail yang tidak menyenangkan.

Temuan ini memperkuat pertanyaan yang selama ini banyak dilontarkan namun tidak memiliki jawaban pasti, yakni tentang bagaimana kontrasepsi dapat memengaruhi pikiran, pengaturan emosi dan ingatan terkait dengan hasil kesehatan mental seperti depresi, dan bahwa kontrasepsi hormonal dapat memengaruhi proses tersebut dengan cara yang 'halus' namun bermakna.

"Kami terkejut menemukan bahwa ketika perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal menerapkan strategi seperti menjauhkan diri atau menafsirkan ulang (suatu pandangan), mereka mengingat lebih sedikit detail tentang peristiwa yang negatif," ungkap Brandao.

"Pengurangan ingatan akan pengalaman tidak menyenangkan itu sebenarnya mungkin bersifat protektif," sambungnya.

Hal yang sama juga diungkapkan profesor madya ilmu psikologi di Rice University dan salah satu penulis studi Bryan Denny. Menurutnya, temuan ini dapat memberikan wawasan baru terkait efek dari penggunaan KB hormonal.

"Hasil ini baru dan memberikan wawasan tentang bagaimana kontrasepsi hormonal dapat memengaruhi proses emosi dan memori dengan cara yang penting," ujar Denny.

"Penelitian masih berlangsung dan bersifat programatik, sehingga memungkinkan penyelidikan berkelanjutan terhadap proses-proses ini pada perempuan yang menggunakan kontrasepsi hormonal serta mereka yang siklus menstruasinya alami."

Brandao dan para peneliti berencana untuk memperluas studi ini dengan mempelajari secara spesifik perempuan yang mengalami siklus menstruasi alami di berbagai fase haid. Mereka ingin membandingkannya dengan jenis kontrasepsi hormonal, seperti pil versus IUD.

"Pada akhirnya, tujuan kami adalah untuk memahami bagaimana hormon reproduksi, baik alami maupun sintetis, dalam membentuk kesehatan emosional sehingga perempuan dapat membuat pilihan yang lebih tepat mengenai kesehatan reproduksi dan mental mereka," ungkap Brandao.

Demikian hasil studi yang mengungkap efek penggunaan KB hormonal dengan emosi dan memori perempuan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda