Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

menyusui

Viral Cerita Bunda Temukan Puting Ketiga di Ketiak setelah Melahirkan

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Selasa, 17 Mar 2026 07:30 WIB

reflection mirror Asian female worry about black armpit with hair growing in bathroom at home. dark underarms concept. short hair woman looking mirror concern worried and Lack of confidence. problem.
Viral Cerita Bunda Temukan Puting Ketiga di Ketiak setelah Melahirkan/Foto: Getty Images/iStockphoto/Vajirawich Wongpuvarak
Daftar Isi
Jakarta -

Seorang Bunda asal Amerika bernama Jasmine mengaku terkejut saat mengetahui dirinya memiliki puting ketiga di ketiak setelah melahirkan anak keduanya. Awalnya, ia mengira benjolan tersebut hanyalah kutil kulit, Bunda.

Setelah melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan perawat, ia baru mengetahui bahwa benjolan itu adalah puting tambahan. Pengalaman ini dibagikan Bunda Jasmine melalui video yang diunggah di TikTok dan menjadi viral hingga menuai beragam respons.

Saat menyusui anak pertamanya, Jasmine merasa semua berjalan dengan lancar, normal, dan tidak ada tanda-tanda keanehan. Oleh karena itu, dirinya sangat tidak menyangka jika akan menemukan hal baru pada tubuhnya di pengalaman menyusui anak kedua ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dalam videonya yang viral, Jasmine mengaku speechless ketika perawat mengatakan bahwa ia memiliki puting ketiga. Perawat itu pun menjelaskan bahwa manusia dan hewan mamalia memiliki garis susu sehingga memungkinkan untuk puting tambahan muncul.

Bunda dua anak itu juga menyadari bahwa selama kehamilan, warna puting susunya berubah menjadi lebih gelap. Nah, saat ia memperhatikan puting tambahan yang tumbuh di area ketiak tersebut, hal serupa juga terjadi, Bunda.

Respons media sosial terhadap pengalaman unik Bunda Jasmine

Salah satu TikToker viral yang memiliki 1,4 juta pengikut bernama Zoomie ikut menanggapi video Jasmine tersebut. Ia menyampaikan pendapat pribadinya dan menjelaskan bahwa kondisi itu disebut dengan puting susu supernumerary, atau puting susu tambahan yang bisa mengeluarkan ASI.

Karena ia cukup terkenal, video tersebut dibanjiri beragam komentar dari netizen TikTok. Ada yang terkejut, ada juga yang menjadi takut mempunyai anak. Namun, tak sedikit pula perempuan yang merasa takjub.

“Tubuh wanita memang luar biasa. Saya mungkin tidak ingin mengalaminya, tapi tetap kagum,” tulis salah satu komentar yang dikutip dari laman The SUN.

Seorang mahasiswa kedokteran turut menjelaskan bahwa kondisi tersebut memang nyata dan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk laki-laki. Selain itu, puting tambahan biasanya sudah ada sejak lahir dan pada perempuan yang menyusui, puting tersebut dapat memproduksi ASI karena pengaruh hormon.

Mengenal apa itu puting susu tambahan menurut ahli

Menurut NHS, puting susu tambahan atau jaringan payudara supernumerary adalah kondisi bawaan yang menyebabkan seseorang memiliki jumlah puting atau jaringan payudara lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini cukup umum dan diperkirakan terjadi pada sekitar 6 persen populasi, Bunda.

Puting tambahan biasanya muncul di sepanjang garis susu, yaitu garis yang membentang dari ketiak hingga selangkangan. Jaringan tersebut juga dapat dikenal sebagai jaringan payudara aksila, polymastia, politelia, puting ketiga, puting ektopik, atau puting ekstra.

Titik puting bisa tumbuh secara tunggal maupun jamak. Kebanyakan puting berkembang di sepanjang garis susu tersebut, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa dapat terjadi di area yang langka, seperti kulit leher, punggung, vulva, atau paha.

Karena bentuknya yang kecil, seringkali tanda-tanda tersebut disalah artikan sebagai tahi lalat, tanda lahir, atau kutil, Bunda. 

Mengapa kondisi ini sering terjadi selama kehamilan?

Menurut penuturan Dr. Debora Wilson yang dikutip dari Healthline, pada minggu keempat kehamilan, embrio memiliki dua garis susu yang nantinya akan berkembang menjadi puting. Umumnya, hanya bagian dada yang berkembang, sementara bagian lainnya akan menghilang.

Namun, beberapa kasus menunjukkan bahwa sebagian jaringan tetap ada hingga lahir dan berkembang menjadi puting tambahan saat dewasa. Bahkan ketika hamil atau menyusui, perubahan hormon dapat memicu puting tambahan semakin terlihat dan mengeluarkan ASI.

Apakah kondisi puting ketiga mengharuskan pergi ke dokter?

Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa puting ketiga atau puting tambahan tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan khusus. Akan tetapi, lakukan pemeriksaan bila puting tersebut terasa nyeri, bengkak, dan mengeluarkan cairan yang tidak biasa. 

Nantinya dokter akan memeriksa kondisi puting tersebut secara menyeluruh untuk memastikan tidak adanya risiko tumor atau kanker payudara pada jaringan tersebut. Jika mengganggu, puting tambahan juga dapat diangkat melalui prosedur operasi.

Demikian informasi dari kisah unik seorang Bunda asal Amerika yang mengalami pertumbuhan puting ketiga setelah melahirkan. Semoga informasinya bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda