HaiBunda

PARENTING

Membiasakan Anak Rajin Membaca Sejak Bayi, Kenapa Nggak?

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Senin, 01 Jan 2018 16:00 WIB
Nina Tanzil dan Sienna baca buku (Foto: instagram/@ninatanzil)
Jakarta - Menumbuhkan minat baca anak bisa jadi susah-susah gampang ya, Bun. Nah, kalau Bunda dan Ayah mau melatih anak rajin baca buku, itu bisa dilakukan sejak anak bayi lho.

Sudah pasti, namanya bayi mereka belum bisa baca dong, he-he-he. Tapi yang bisa kita lakukan adalah membacakan cerita anak dengan semangat dan sepenuh hati. Atau dengan kata lain, anggaplah anak ngerti pas kita ceritain. Hal ini juga yang dilakukan Nila Tanzil, pendiri taman bacaan pelangi pada putrinya yang sekarang berumur 3 tahun, Sienna Tanzil Petersen.

"Bahkan dari Sienna lahir, pandangannya juga masih berbayang, itu aku udah bacain buku cerita ke dia. Aku juga bisa ngerasain banget perkembangan dia dari yang awalnya masih ngeraba pas baca sekarang udah aktif banget kalau udah lihat buku," tutur Nila di sela-sela acara 'Pustaka Digital: Banyak Membaca, Banyak Belajar', Membangun Pembelajaran Berkualitas bagi Anak: Membina Budaya Membaca bersama Guru dan Mitra di Seluruh Indonesia' di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.


Wanita yang concern banget sama minat baca anak-anak di Indonesia Timur ini mengaku sekarang concentration spent Sienna pas dibacain cerita udah mulai panjang, Bun. Jadi kalau membaca atau dibacakan buku cerita yang tebal Sienna udah bisa stay lumayan lama .

Nila yang juga menjadi Indonesia's 10 Inspiring Women 2015 ini bilang stimulasi membaca pada anak emang harus sedini mungkin diberikan, Bun. Salah satu cara yang dilakukan Nila adalah tiap hari rutin bacain cerita anak anaknya misal jelang tidur dan saat bangun tidur.

Nila dan Sienna yang hobi baca Foto: instagram/@nilatanzil


"Kalau aku sih sesering mungkin (bacain anak), jadi pernah begitu dia melek bangun tidur dia langsung rengek, read a book please read a book. Jadi anaknya yang malah minta sendiri buat baca," ungkap pemenang SheCan! Award 2012 dari Tupperware ini.

Untuk pemilihan bukunya sendiri, Nila menyarankan buat bayi pilih buku berbahan karena bayi rentan meggigit-gigit benda. Sedangkan jika anak sudah balita, Bunda bisa kasih buku yang agak tebal jadi nggak gampang robek, Bun. Dari segi tema, buku nggak harus spesifik untuk tiap anak kok, Bun.

"Nggak harus kok, sebenarnya di Indonesia itu yang kurang adalah buku untuk pembaca pemula. Itu yang kita lacking banget," papar Nila.



Menurut Nila, nggak ada pembaca pemula dan pembaca advance karena kemampuan membaca pada anak berbeda-beda. Misalnya, ada anak kelas 4 SD yang justru lebih jago baca daripada anak kelas 6 SD.

Namun, kata Nila jika anak dilihat berdasarkan level pada umumnya, pada level satu mereka bisa hafal 1-3 kosakata. Untuk level dua anak bisa hafal 3-5 kata sedangkan untuk level tiga anak bisa hafal 5-10 kata. Tapi, itu kalau berdasarkan a kosakata yang dihafal anak per lembar bukunya.

"Di Indonesia itu cerita rakyatnya suka langsung berparagraf-paragraf, kalau begitu anak jadi stres dan nggak ngerti. Untuk pembaca pemula kasih buku yang kosakatanya mudah dimengerti oleh anak, atau bisa bertema kegiatan sehari-hari," papar Nila.

S
Sienna di pojok bacaan Foto: instagram/@siennalittleexplorer


Di kamar sang anak, Nila juga membuatkan semacam pojok bacaan jadi anaknya bisa baca kapanpun dia mau.

Ada kisah lucu ketika Nila membawa si kecil pada peresmian Taman Bacaan Pelangi nih, Bun. Saat Nila sedang sibuk dengan hal lain, Sienna malah duduk diam dan anteng di tengah-tengah rak buku.

"Dia anteng aja gitu. Ambil buku, terus taro lagi begitu seterusnya. Karena dia baru aja tiga tahun jadi dia lihat gambar-gambarnya aja dari buku-buku itu. Sampai ada yang bilang, anak Ibu Nila lucu sekali," papar Nila.

(aml/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

Menyusui Annisa Aulia Rahim

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...

5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok

Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional

Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika

7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK