HaiBunda

PARENTING

Ajarkan Prinsip 'Pause' Yuk, Bun, agar Anak Bijak Pakai Medsos

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Senin, 19 Feb 2018 11:06 WIB
Ajarkan Prinsip 'Pause' Yuk, Bun, agar Anak Bijak Pakai Medsos (Foto: GettyImages/Matthew Lloyd)
Jakarta - 'Kids jaman now' kayaknya udah familiar dengan media sosial (medsos) ya, Bun. Bahkan mereka udah punya akun medsos. Nah, saat anak punya medsos ada prinsip 'pause' yang bisa kita ajarkan ke anak.

Pakar media sosial, Peter Coe, membagikan kepada para orang tua prinsip 'pause' untuk mengajarkan anak-anak mereka bijak pakai media sosial. Prinsip ini, kata Peter, bisa jadi panduan anak untuk memahami apa yang seharusnya dan nggak seharusnya mereka unggah di media sosial.

Prinsip 'pause' terdiri dari Permanent, Audience, Unsure, Stop, dan End. Permanent adalah kita ajarkan ke anak untuk selalu ingat kalau apapun yang diunggah secara online sifatnya permanen. Ya, memang sih beberapa konten di media sosial bisa kita hapus tapi nggak apa-apa kita sampaikan ke anak kalau konten yang udah diposting sifatnya permanen. Ini demi kehati-hatian mereka sebelum memposting sesuatu.


"Lalu audience. Sebelum membagikan konten apapun, kita perlu memikirkan siapa sih audience kita dalam hal ini orang yang terhubung dengan kita di media sosial dan gimana unggahan kita akan memengaruhi mereka," kata Peter kepada Huffington Post.



Kalau unsure apa tuh? Jadi, tekankan ke anak kalau mereka masih nggak yakin dengan konten yang ingin diunggah, tanya ke seseorang yang dipercaya tentang opininya terhadap konten tersebut.

Selanjutnya stop, Bun. Di sini, anak diajarkan untuk berhenti sejenak guna memikirkan apa dampak aktivitas online-nya terhadap privasi dan reputasinya, begitupun dampaknya terhadap privasi dan reputasi orang lain.

"Terakhir end yaitu ketika anak nggak nyaman dengan apapun yang sudah dibagikan secara online, akhiri keterlibatannya atau dengan kata lain stop sejenak berselancar di dunia maya dan bicara dengan orang yang dipercaya," kata Peter.

Bicara soal media sosial, sekarang emang banyak banget nih, Bun, anak-anak yang udah punya akun media sosial. Sebenarnya, di usia 13 tahunlah idealnya anak baru punya gadget sendiri termasuk punya akun media sosial. Kata psikolog anak dan remaja dari RaQQi - Human Development & Learning Centre, Ratih Zulhaqqi menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget, di usia 13 tahun anak sudah bisa mencapai level perkembangan kognitif formal operasional.

"Di usia itu, anak udah bisa memikirkan sebab akibat dari suatu hal yang dilakukan. Jadi pas pakai gadget, dia nggak asal aja. Pakai media sosial, nggak asal posting. Anak sudah bisa milan-milah. Memang self regulation-nya belum terlalu bagus, tapi saat didampingi ortu ketika dia menggunakan gadget atau sosmednya, dia sudah bisa paham dan menerima mana yang benar dan salah," kata Ratih dalam wawancara dengan detikHealth.

(rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

Mom's Life Annisa Karnesyia

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Parenting Nadhifa Fitrina

Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Pesona Artis Hamil Anak Pertama dalam Balutan Outfit Stylish, Shenina Cinnamon hingga Adinda Thomas

Kehamilan Annisa Karnesyia

Melahirkan Anak Keempat, Indah Istri Rigen Rakelna Ungkap Masih Sempat Menyusui saat Hamil

Menyusui Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anak Masih Susah Pegang Pensil dengan Benar? Ketahui Penyebab & Cara Mengatasinya

Terlahir Tanpa Rahim, Bunda Ini Tak Menyerah & Kini Jalani Program IVF demi Punya Momongan

15 Cafe yang Dilengkapi Playground di Jakarta Lengkap dengan Estimasi Harga Menu

Pesona Artis Hamil Anak Pertama dalam Balutan Outfit Stylish, Shenina Cinnamon hingga Adinda Thomas

Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi dari Kebiasaannya yang Lebih Suka di Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK