HaiBunda

PARENTING

Bun, Jangan Sampai Anak Kena Cinderella Complex Ya

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Sabtu, 03 Mar 2018 10:00 WIB
Bun, Jangan Sampai Anak Kena Cinderella Complex Ya/ Foto: Disney
Jakarta - Bunda pernah dengar istilah cinderella syndrome? Meski namanya terdengar lucu dan mengingatkan kita pada karakter Cinderella yang cantik, tapi kondisi ini jangan sampai hinggap pada anak-anak kita ya, Bun.

Cinderella syndrome disebut juga sebagai cinderella complex adalah sebuah sindrom yang biasanya terjadi pada perempuan. Dalam buku 'The Cinderella Complex: Women's Hidden Fear of Independence', Colette Dowling menyebutkan cinderella complex merupakan suatu ketergantungan seorang perempuan yang ditunjukkan dalam bentuk takut mandiri dan yang bersangkutan memiliki keinginan kuat untuk dirawat dan dilindungi oleh sosok laki-laki.

Psikolog anak dan keluarga, Amanda Margia Wiranata, bilang cinderella syndrome bisa dialami anak yang terbiasa dilayani untuk memenuhi semua kebutuhannya. Nah, jika hal ini dibiasakan, saat dewasa nanti, mereka akan terbiasa dilayani sehingga secara nggak sadar nantinya bisa berlaku seenaknya, nggak mandiri, dan cenderung nggak bisa berbuat apa-apa.


"Mungkin orang tua juga perlu tahu apa sih yang ingin ditampilin dari anak, bukan hanya sekadar lucu atau gimana tapi bagaimana juga mendidik anak supaya mandiri," ungkap Amanda dalam seminar 'Peran Orang Tua di Era Digital', di Menara Standard Chartered, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.



Kata Amanda, terbiasa 'mendandani' dan mengambil alih semua tugas pemenuhan kebutuhan anak, kemudian kita posting foto-fotonya yang cantik dan menggemaskan bisa berkontribusi pada lahirnya cinderella syndrome. Karena itulah, Bun, Amanda menyarankan baiknya kalau kita posting foto anak ada ceritanya juga. Misalnya kita jelasin anak sedang masak apa, kenapa anak harus belajar masak, juga tujuan anak belajar memasak.

Perempuan dengan cinderella complex memiliki ciri rasa percaya diri yang rendah, manja, dan selalu merasa tidak berdaya.

"Buat saya penting banget mengajarkan kemandirian anak sejak dini, prestasi hanyalah bonus namun kemandirian bisa jadi bekal ketika anak dewasa nanti," ungkap psikolog dari Universitas Indonesia ini.

Bagaimanapun, kita mengajarkan anak mandiri karena mempersiapkan mereka untuk berpisah dari kita kelak. Jika anak-anak kelak hidup jauh dari kita, orang tuanya, atau saat kita nggak ada lagi di dunia ini, tanpa bekal kemandirian anak kita sendiri yang akan kesusahan.

"Anak harus punya keterampilan dan tahu rasanya berusaha," tutur Amanda.



Mungkin dalam melakukan segala sesuatu ada kegagalan, tapi itu nggak masalah. Yang penting anak sudah mencoba. Ketika gagal, dia bisa introspeksi di mana yang membuatnya gagal agar bisa berusaha lebih baik lagi,

"Posting sesuatu itu juga harus bisa dipelajari orang lain. Orang tua harus menghargai proses anak bukan hanya mau hasilnya aja, anak gagal atau salah langsung kalap marah tapi kalau kita bisa bijak ambil tindakan ketika anak gagal atau salah anak jadi akan mikir. 'Oh ibu saya menghargai proses yang saya buat'," papar Amanda. (aml)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Intip Potret Tebaru Acha Septriasa yang Jalani Hidup Sehat di Australia

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Kisah Bunda Terkena Kanker Usus Besar Stadium 4, Gejala Muncul saat Hamil 8 Bulan

Kehamilan Annisa Karnesyia

Apakah Bisa Hamil Tanpa Hubungan Intim? Simak Kata Pakar

Kehamilan Melly Febrida

10 Tanda Orang yang Pura-pura Cerdas, Bisa Dikenali dari Sikap dan Ucapannya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Pesan Moral Cerita Legenda Roro Jonggrang dan Dongeng Khas Jawa Tengah Lainnya

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Alergi pada Anak yang Tidak Tertangani Bisa Menyebabkan Masalah Gigi

Kisah Bunda Terkena Kanker Usus Besar Stadium 4, Gejala Muncul saat Hamil 8 Bulan

Intip Potret Tebaru Acha Septriasa yang Jalani Hidup Sehat di Australia

Pesan Moral Cerita Legenda Roro Jonggrang dan Dongeng Khas Jawa Tengah Lainnya

Apakah Bisa Hamil Tanpa Hubungan Intim? Simak Kata Pakar

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK