parenting

Dalam Seminggu, Berapa Kali Bayi Harus Keramas?

Melly Febrida Jumat, 27 Apr 2018 15:03 WIB
Dalam Seminggu, Berapa Kali Bayi Harus Keramas?
Jakarta - Sewaktu anak masih bayi, berapa kali seminggu Bunda mengeramasinya? Setiap kali mandi atau gimana?

Rambut bayi itu bikin iri ya Bun, halus banget. Saking halusnya, terkadang jadi mudah kusut saat tumbuh. Tapi waktu punya anak pertama, saya termasuk yang bingung bagusnya berapa kali mengeramasi rambut bayi.

Ada yang bilang baiknya bayi dikeramasi setiap hari, tapi ada juga yang bilang jangan sering-sering dikeramasi. Kebanyakan dokter anak menyarankan untuk mengeramasi anak satu hingga dua kali seminggu, Bun. Tapi beberapa orang ada yang bilang nggak perlu mencuci rambut bayi setiap mandi. Cukup seminggu sekali.


Alasannya, keseringan mencuci rambut malah mencegah tubuh memproduksi flora kulit yang penting untuk membangun sistem kekebalan tubuh yang sehat. Apalagi saat mandi, itu juga bisa jadi pengalaman bagi orang tua untuk menjalin ikatan dengan anak alias bonding lho, Bun. Dan untungnya, tidak ada cara yang benar atau salah saat melakukannya.

"Tidak ada metode khusus. Prosedur mengeramasi pakai saja yang memang pas buat Anda sebagai orang tua dan bayi," kata Sarah Stampflee, asisten perawat di Rumah Sakit Anak-Anak Randall NICU di Portland, Oregon seperti dilansir Fatherly.


Saat mencuci rambut atau mengeramasi si kecil, kita perlu perhatikan baik-baik juga, Bun. Karena beberapa bayi ada yang nggak suka kalau kepalanya dituangi sesuatu. Makanya cobalah menggunakan lap yang sudah ditetesi sedikit sabun atau sampo kemudian bilas pakai air dengan lembut.

"Beberapa bayi lebih memilih air hangat yang dituangkan ke atasnya. Lihatlah isyarat bayi. Jika bayi tidak menyukainya, cobalah sesuatu yang berbeda," kata Sarah.

Sampo sebenarnya sering nggak diperlukan saat mengeramasi bayi. Tapi, kalau Bunda memilih menggunakannya perhatikan dengan cermat jenis sampo yang digunakan. Sabun yang disarankan itu yang bebas parafin, bebas pewangi, dan bebas lateks. Ini untuk menghindari iritasi mata dan kulit serta mencegah anak terpapar bahan kimia.

"Semua sabun yang baunya sangat enak sayangnya mungkin tidak baik untuk bayi karena wangi itu sangat mungkin berasal dari aroma yang merupakan bahan kimia tambahan," kata Sarah menjelaskan.

Berapa Kali Bayi Harus Keramas?/Berapa Kali Bayi Harus Keramas?/ Foto: ilustrasi/thinkstock


Untuk bayi yang rambutnya lebih tebal, lebih keriting, dan mudah kering, dianjurkan agar orang tua mengeramasi rambut si kecil seminggu sekali dengan bahan yang mengandung minyak. Tujuannya mencegah kerusakan dan menjaga rambut tetap sehat.

Untuk menyehatkan rambut bayi, minyak alami seperti alpukat, jojoba, dan minyak almond bisa digunakan pasca mandi dengan menggosokkannya ke rambut dan kulit kepala, kemudian menggunakan sikat lembut atau sisir bergigi lebar untuk mengoleskannya ke rambut.

Memilih Sisir untuk Rambut si Kecil

Perawatan rambut sebenarnya tidak hanya terbatas pada waktu mandi, Bun. Soalnya setelah dikeramasi pasti rambut bayi kan disisiri ya, Bun. Makanya, orang tua disarankan menggunakan sisir berbulu lembut untuk menjaga rambut tidak kusut saat tumbuh. Jangan sampai rambut jadi kusut dan anak menjerit ketika disisir.

Rambut itu akan panjang Bun, jadi kusut nggak bisa dihindari. "Dengan rambut yang lebih panjang, jika Anda mulai menyisir dari bawah dan berhasil, itu sedikit lebih baik. Tetapi untuk bayi, benar-benar tidak ada cara yang saklek," kata Sarah.

Hal ini juga berlaku untuk bayi dengan rambut yang lebih tebal dan lebih tajam. Meskipun orang tua harus lebih sering menyisir dan lebih berhati-hati, orang tua seharusnya tidak menyisir rambut anak dalam kondisi kering. Kalau perlu, pelembap alami bisa dipakai untuk mencegah rasa sakit saat rambut disisir dan tambah kusut.



Oh ya, Bunda pernah menemukan di kepala bayi seperti ada bekas luka, Bun? Sebenarnya kata Sarah itu nggak berbahaya. Seperti bekas luka ini dikenal dengan cradle cap dan bisa diobati dengan sampo khusus. Biasanya muncul tiba-tiba seperti bercak bersisik dan kusam.

"Ini hanya kelenjar yang sedikit berlebihan dan membuat kepala yang bersisik dan dekil. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah lebih sering mencuci rambut dan ketika rambut basah, ambil sisir bayi dan sisir dengan sangat lembut di rambut dan sisik akan terlepas," kata Sarah.

Atau bisa juga pakai minyak nabati seperti minyak kelapa atau sesuatu yang alami dan pada malam hari hanya dengan mengolesinya di atasnya. Kemudian sisir sehingga memecah kerak. Kalau rambut bayi bermasalah, orang tua nggak perlu khawatir karena rambut bayi nggak permanen. Seperti gigi bayi, rambut bayi akhirnya rontok. Yang suka bikin khawatir itu kalau botak di belakang kepala nggak sih, Bun? Dan sebenarnya itu juga karena gesekan kepala dengan bantal. (rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi