parenting

Trik agar Anak Semangat Mengerjakan PR

Amelia Sewaka Sabtu, 12 May 2018 08:07 WIB
Trik agar Anak Semangat Mengerjakan PR
Jakarta - Mengerjakan PR atau pekerjaan rumah kadang bisa jadi momok buat anak. Eits, tapi sebagai orang tua kita bisa melakukan parenting hack supaya anak semangat mengerjakan PR nih.

Memang dibutuhkan komitmen, kesabaran dan kreativitas orang tua, Bun, supaya anak semangat dan nggak malas-malasan ngerjain PR. Kata psikolog anak dan keluarga, Ajeng Raviando, salah satu caranya adalah kita sebagai orang tua mendampingi mereka ketika mengerjakan PR.

"Ketika kita mendampingi anak mengerjakan PR-nya, coba deh cari kebaikan anak yang bisa kita puji. Misal, 'Mama senang deh lihat tulisan kamu rapi dan bagus,'" kata Ajeng.


Ajeng menambahkan, puji anak dengan alasan yang tepat dan lebih detail ya, Bun. Jadi, jangan cuma asal puji anak tapi nggak jelas mujinya bagian mana atau ya udah cuma muji aja yang penting anak senang. Soalnya, memuji anak dengan tulus itu bagus banget lho.

"Cuma muji, oh kamu pintar ya, Nak, tapi kit sendirinya nggak tahu anak pintar di bidang apa, ya nggak ada efeknya," kata Ajeng dalam acara Kuasai 'Homework Resque' dengan Printer HP Deskjet Ink Advantage di Tanamera Coffee, Jakarta Selatan, Jumat (11/5/2018).



Coba deh semangati anak dengan bilang, 'Sebagai orang tua kita percaya kamu bisa kok, Nak, melakukan itu semua'. Ingat, Bun, the power of pujian itu besar lho, kata wanita yang sudah berkecimpung menjadi psikolog selama 15 tahun ini.

"Jangan pelit sama pujian. Kita bisa lakukan hal itu baik secara verbal maupun non verbal kayak, 'Mama senang deh liat kamu semangat kerjain PR, Nak,'" ungkap Ajeng.

Nah, kalau dengan tindakan, pas anak ngerjain PR kita bisa banget membuatkan camilan atau minuman favorit si kecil. Dengan cara itu anak merasa seperti ter-recharge juga lho. Atau orang tua bisa banget kasih masukan ketika anak lagi mengerjakan tugasnya tanpa menggurui.

"Bonus ketika orang tua dampingi anak ngerjain PR-nya, siapa tahu kita bisa identifikasi potensi anak sejak dini," tutur Ajeng.

Misalnya, ternyata anak kita jago bikin handcraft atau ternyata anak jago lho dalam beberapa mata pelajaran tertentu. Nah, kalau kita nggak dampingi kan kita nggak tahu ya, Bun.

Tapi Ajeng memberikan sedikit catatan nih, Bun. Kita nggak perlu selalu temani anak mengerjakan PR-nya kok. Sesekali juga cukup biar anak belajar mandiri juga. Terlebih guru memberi tugas rumah juga untuk menilai udah sejauh mana sih kompetensi anak kan?

(rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi